Menyelami Samudera Laku Murni Menuju Suci



Menyelami Samudera Laku Murni Menuju Suci:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di...
Gubug Jenggolo Manik. Pukul. 22:40. Hari Kamis. Tanggal 04. April 2019.
Dimana kah Allah/Tuhan...?!
Aku sudah mejankan semua perintah-Nya dan mencegah segala larangan-Nya, namun belum juga aku melihat-Nya.
Allah/Tuhan dimana kah...?!
Katanya Allah/Tuhan itu ada, kok saya belum pernah melihatnya, benar kah Allah/Tuhan itu ada...?!
Kalau ada, lalu dimana...?!
Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasihku sekalian;
Allahu ala kulli syai’in kodir. Artinya;
"Allah meliputi segala sesuatu"
Menyelami Samudera Cinta Kasih Sayang Di Dalam Laku Murni Menuju Suci Dzat-Nya Hyang Maha Segala-Nya.
Bisa saya ibaratkan seperti ini;
"Kalau kesusahan itu adalah "HUJAN" dan kesenangan itu adalah "MATAHARI" maka kita membutuhkan keduanya untuk bisa melihat "PELANGI"
Dan keduanya itu, tidak cukup hanya kita butuhkan saja, melainkan harus di Amini dengan Rasa Sadar, Rasa Kesadaran, dan Rasa Kesadaran Murni.
Sebab karena hanya dengan Rasa Sadar, Rasa Kesadaran, dan Rasa Kesadaran Murni lah, semua dan segala hal bisa di saksikan dan di nyatakan keaslinya.
"...apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang "AKU" maka (jawablah) bahwasanya "AKU" adalah dekat“
(QS. Al-Baqarah [2]:186)
"...Dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya”
(QS. Qaaf [50] :16)
Ya,,, aku pernah membaca ayat tersebut, namun, aku juga pernah membaca ayat yang lainnys, yaitu;
Awaludini Ma’rifatullah.
Artinya; Permulaan Agama adalah mengenal Allah, tapi...
Bagaimana aku bisa mengenal...?!La melihat saja tidak...!!!
Di ayat yang lain juga menegaskan
"Wama Kholaqol Insanaa Lil Ma'rifatihi"
Yang artinya;
Dan Tidaklah Aku Ciptakan Manusia Melainkan Untuk Ma’rifat (mengenal) ke pada-KU.
Bagaimana aku bisa mengenal...!!!Melihat saja tidak...!!!
Jadi, walaupun firman-Nya atau ayatnya atau hadistnya atau bla blanya menjelaskan begitu, tetapi aku benar-benar tidak melihatnya.
Aku yakin dan percaya Allah/Tuhan itu ada, tapi aku butuh melihatnya, agar semakin yakin diri ini, kalau hanya sebatas katanya...
Katanya kitab, hadist, koran, medsos, kiyai, ustadz, dukun atau apapun sebutan dan alasannya, aku belum seratus persen yakin, kalau aku belum melihat dan menyaksikannya sendiri.
Ya,,, jelas tidak akan pernah bisa melihat dan menyaksikan serta mengenal-Nya, la mencarinya keluar diri...
Man Tholabal Maulana Bighoiri Nafsi Faqoddola Dolalan Baida.
Yang artinya;
Barang siapa yang mencari Allah/Tuhan, keluar dari dirinya sendiri, maka dia akan tersesat semakin jauh.
Aku juga sudah baca ayat itu, dan mempraktekannya, namun tetap belum bisa, seperti menggali rasa, menghayati rasa, mempelajari rasa dan bla bla bla seperti yang pak WEB terangkan, namun belum bisa juga.
Sebenarnya, ketika seseorang mencari Allah/Tuhan kedalam dirinya sendiri, di sadari atau tidak, seseorang itu telah bertemu dengan Allah/Tuhan, namun belum melihat, belum menyaksikan.
Kenapa...?!
Karena Laku Murni Menuju Suci di butuhkan untuk itu.
Apa itu Laku Murni Menuju Suci...?!
Masih kurang kah ratusan artikel dan puluhan Vidio saya yang mengabarkan tentang hal itu di internet...!!!
Saya sudah membacanya dan mempraktekannya kok pak WEB...!!!
Bohong...!!!
Buktinya masih ujuk gigi (arogan), masih merasa bisa itu dan ini, bahkan Laku Murni Menuju Suci nya di bungkus ego dan di balut pamrih-pamrih.
Man Arofa Nafsahu Faqod Arofa Robbahu;
Barang siapa mengenal nafs (diri) nya, maka dia mengenal Tuhan nya.
Wa Man Arofa Robbahu Faqod Jahilan Nafsahu;
Barang siapa mengenal Tuhannya maka dia merasa bodoh.
Kenapa dan mengapa merasa bisa melakukan semua perintah Allah/Tuhan dan mencegah larangnya...?!
Sehingganya;
Menjadikan ego dan pamrih itu bisa muncul dengan kuatnya.
Bahwasanya semua dan segalanya itu dilakukan semata-mata hanya karena ingin melihat, menyaksikan, mengenal Allah/Tuhan.
Kalau bukan karena ingin melihat, menyaksikan, mengenal Allah/Tuhan, tidak mau melakukan semua perintah Allah/Tuhan dan mencegah larang-Nya.
Hayo...!!!
Tidak kah kita sadari hal ini...?!
Apa kah Laku Murni Menuju Suci mu ber misi dan ber visi seperti itu...?!
Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasihku sekalian "Bacalah kitab yang kekal yang berada di dalam diri kalian sendiri (hati)" Sebab Karena;
Allah/Tuhan itu bathinnya manusia, manusia adalah dhohirnya (kenyataannya) Allah/Tuhan "Al-Insanu Siri Wa Anna Siruhu" Rahasia kalian adalah rahasia-Ku.
Didalam Sebuah Hadits Qudsi Allah/Tuhan Berfirman yang Artinya;
"Aku adalah Rahasiah (Perbendaharaan) yang tersembunyi, lalu Aku berkeinginan agar dikenal, kemudian aku ciptakan alam serta makhluk (Muhammad) tidak lain agar mereka bisa Ma’rifat (mengenal) kepada Aku”
Laku Murni Menuju Suci adalah;
"Aroftu Robbi Bi Robbi"
Mengenal Allah/Tuhan melalui Allah/Tuhan.
Sebab karena itu Laku Murni Menuju Suci yaitu Meng-Ibadah-kan Wahyu Panca Ghaib menggunakan Wahyu Panca Laku/Iman, tentang hati dan soal isi hati, bermula dari hati, bermuara di hati dan berakhir di hati pula, bukan tentang agama apapun dan soal keyakinan apapun dan yang lain-lainnya. Bukan!
Di dalam setiap rongga dada anak Adam, Aku ciptakan suatu mahligai yang disebut dada, di dalam dada ada kolbu, di dalam kolbu ada fuad, di dalam fuad ada syagofa, di dalam syagofa ada sir, di dalam sir ada Aku tempat Aku menyimpan rahasia.
Para Kadhang Dan Para Sedulur Kinasihku sekalian...
Ketahuilah;
Sungguh di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Jika daging tersebut baik, baiklah seluruh tubuh. Jika rusak, rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah Hati. (HR. al-Bukhari dan Muslim)
"...Aku tidak bisa berada di bumi ataupun di langit, tapi aku bisa berada dalam hati seorang mukmin yang benar"
“Qalbul mukmin Baitullah.”
Hati orang yang beriman itu adalah rumah ALLAH/TUHAN.
"...Tidak dapat memuat dzat-Ku bumi dan langit-Ku, kecuali “Hati” hamba-Ku yang mukmin, lunak dan tenang“ (HR Abu Dawud ).
Masihkah Membuang Waktu akan hal ini, dengan sibuk berpikir itu dan ini, sedangkan semuanya sudah jelas dan tinggal Praktek thok...?!
Jikalau masih iya. Maka;
Jagalah Pikiranmu, karena Pikiran akan menjadi Perkata’anmu.
Jagalah Perkata’anmu, karena Perkata’anmu akan menjadi Perbuatanmu.
Jagalah Perbuatanmu, karena Perbuatanmu akan menjadi Kebiasa’anmu.
Jagalah Kebiasa’anmu, karena Kebiasa’anmu akan membentuk Karaktermu.
Jagalah Karaktermu, Karena Karaktermu akan menentukan Nasibmu.
Jagalah Nasibmu, karena Nasib, akan menentukan suana Hatimu.
Jagalah Hatimu, karena Hatimu akan menentukan Rasamu.
Jagalah Rasamu, karena Rasamu akan menentukan Lakumu.
Jagalah Lakumu, karena Lakumu akan menentukan Tuhan-mu.
Tuhan hantu, apa hantu Tuhan, apa Tuhan Tuhanan atau hantu hantuan.
TTD: Wong Edan Bagu
Salam Se-Tu-Han Penuh Cinta Kasih Sayang dari dalam Lubuk hati saya WEB yang paling dalam. Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏Om Shantih Shantih Shantih Om - Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Tidak ada komentar