Mengenai Saya

Foto saya

Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu dari saya untuk semuanya tanpa terkecuali. Perkenalkan Saya... Dengan Nama asli: Toso Wijaya. D.  Nama Lahir saya: Djaka Tolos. Dan Akrab di panggil Wong Edan Bagu atau WEB dalam dunia Spiritual Laku Ketuhanan. saya lahir di lereng gunung ciremai Cirebon jawa barat. Pada hari Rabu Pon, tgl 13/08/1959, Anak kedua dari empat bersaudara, yang lahir dari kedua orang tua, Bapak Bernama: Matsalim dan Ibu Bernaman Dewi Arimi.  Mulai dari Nenek moyang hingga ke bapak ibu sampai ke saya sendiri. Kami Suka Berspiritual. artinya... suka mempelajari hal-hal yang ga'ib. Tapi bukan sembarang Ghaib, karena Ghaib yang saya pelajari, adalah Ghaib-Nya Dzat Maha Suci Hidup (TUHAN). Bukan yang lain.  Karena itu Sejak usia 9 tahun, saya sudah mempelajari ilmu-ilmu katikjayan, kususnya ilmu kanuragan dan ilmu jaya kawijayan Warisan dari para leluhur saya di telatah tanah pasundan. Sebagai bekal untuk mengembara dalam melacak jejak Dzat Maha Suci yang Gha'ib.  

Dan setelah melalui berbagai macan dan banyak lika liku proses kehidupan. saya berhasil menemukan intisari pati Laku Spiritual Hakikat Hidup yang sebenarnya, dari semua dan segalanya tentang Hidup dan Kehidupan BerTuhan... dan sejak itulah, saya berhenti mengembara dan berpetualang. Lalu menekuni secara Khusus/Istiqomah Laku Spiritual Hakikat Hidup. Yang pelajarannya saya dapatkan, dikala puasa ngebleng di goa singabarong pulau nusa kambangan cilacap jawa tengah,  yaitu,,. Wahyu Panca Laku. Cara untuk Mempraktekan Wahyu Panca Gha'ib, yang hanya mempelajari Hidup dan kehidupan serta Dzat Maha Suci Hidup, bukan yang lainnya... disamping terus belajar dan belajar, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saya... Karena saya tidak suka Neko-neko. Saya membuka Pengobatan dan Konsultasi Alternatif Tradisional, mempraktekan ilmu pengobatan spesialist Stroke. Dengan Cara Terapi Pijat Urut dan Jamu Herbal Ramuan Sendiri. Yang pernah saya Pelajari dari beberapa orang Guru saya... Dan semoga, apa yang saya lakukan ini. bisa dan dapat bermanfaat pada diri saya sendiri dan buat semua saudara-saudari saya tanpa terkecuali..... Itulah sekelumit tentang saya dan mohon maklumnya jika terkesan berlebihan; Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu dari saya untukmu sekalian... _/!\_

Kamis, 21 Februari 2019

Wejangan Terbuka Tanpa Tedeng Aling-Aling Tentang Manunggaling Kawula Gusti Yang Sebenarnya:

Wejangan Terbuka Tanpa Tedeng Aling-Aling Tentang Manunggaling Kawula Gusti Yang Sebenarnya:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di...
Gubug Jenggolo Manik. Pukul. 24:00. Malam Jumat. Tanggal 22. Februari 2019.


Para kadhang dan para sedulur kinasihku sekalian “Ora gampang urip ing ngalam ndunyo iki, lamun tan wikan mring Kunci-nepun”
Maksunya;
Tidaklah mudah hidup di dunia ini, jika tidak mengerti/paham akan  Kunci-nya.


Kunci itu apa to...?!
Kunci itu apa sih...?!


Kok sampai-sampai pak WEB berulang-ulang ngebahasnya, bahwasannya Kunci itu menjadi penentu utama dalam ilmu pengetahuan di dalam kehidupan di dunia ini bahkan di akherat nanti...!!!


Karena Kunci itu, adalah Jati Diri Sejati nya kita yang sebenarnya, yang sesungguhnya, yang menjadi asal usul kita, berawal dari Kunci inilah kita sebagai manusia Hidup di ciptakan dengan label/stempel makhluk  paling sempurna di banding makhluk lainnya.


Para kadhang dan para sedulur kinasihku sekalian, Kunci adalah asal usul Hidup kita, sebelum di utus memasuki diri/wujud kasar kita ini, asal usul semua mahluk Hidup sebelum di cipta menjadi apapun.

"KUNCI"
Ku-N-Ci;
Ku = Kumpul.
N = Nunggal.
Ci = Suci “Kunci” Artinya;
Adalah Kumpul Nunggal Suci. Maksudnya;
Bersatu padu menjadi satu kesatuan dengan Dzat Maha Suci Hidup atau berkumpul menjadi satu dengan Dzat Maha Suci Hidup (pulet pinuletan-tan pinisah).

Nah...
Berawal dan berasal dari sinilah kita.


Awalnya kita kumpul nunggal dengan Dzat Maha Suci.
Mulanya, bersatu atau menyatu dengan Dzat Maha Suci.
Artinya kita adalah Dzat Maha Suci itu sendiri.

Lalu bagian dari diri-Nya itu diambil, yang kemudian di utus oleh Dzat Maha Suci, untuk menghidupkan sebuah wujud, tersebut raga/jasad manusia/makhluk.

Sebelum diutus, terlebih dahulu diadakan sebuah perjanjian, perjanjiannya, selain semua kebutuhannya di cukupi dan segala kepentingannya di sediakan, juga tentang asal usul sangkan paraning dumadinya, setelah perjanjian ini selesai dan di tulis abadi di dalam kitab Lauh Mahfudz atau Lauhul Mahfudz, lalu di utus untuk menghidupi sebuah wujud, tersebut raga/jasad manusia/makhluk.

Setelah memasuki wujud/jasad/tubuh manusia, kemudian di bekali empat anasir, yang lebih di kenal dengan sebutan sedulur papat atau kawula yang sakti mandraguna.


Di dalam al-qitab kejadian, setelah Dzat Maha Suci menciptakan tubuh manusia tersebut “ADAM” dari tanah pilihan, lalu di bekali empat anasir, yang bahannya di ambil dari;
Sari-sarinya air.
Sari-sarinya angin.
Sari-sarinya api.
Sari-sarinya bumi.

Dan empat anasir ini, merupakan esensi kesaktian Dzat Maha Suci, maksudnya;
Seluruh ilmu Dzat Maha Suci, ada di empat anasir tersebut, sebab itu, mereka berempat, selain cerdas, juga sakti mandraguna, karena mereka adalah ilmu Dzat Maha Suci.

Empat anasir ini, di dalam ilmu pengetahuan, dinamai atau disebut sebagai;
Sedulur Papat, ada juga yang menyebutnya sebagai kawula, ada juga yang menamainya sebagai malaikat empat dan masih banyak lagi nama-nama dan sebutannya, namun yang baku adalah empat anasir. Yaitu;
Sari-sarinya air.
Sari-sarinya angin.
Sari-sarinya api.
Sari-sarinya bumi.
Atau...
Mutmainah.
Aluamah.
Amarah.
Supiyyah.

Setelah di bekali empat anasir, kemudia Dzat Maha Suci BerFirman;
Aku ambil sebagian Ruh-Ku, kemudia Aku-tiupkan “Kun Faya Kun” Sebagai penghidup kepada jasad atas Perintah-Ku, untuk bertanggung jawab tentang masalah dunia akheratnya.

Di mulai dari sinilah, kehidupan bagi raga/wujud/tubuh manusia.

“ADAM” Asal Dumadi Ananing Manungsa (Awal Terjadi Adanya Manusia).


Kesimpulan Pertama:
Kunci itu Adalah Hidup atau Ruh Suci atau Ruh Kudus atau Ruh nya Dzat Maha Suci, yang awalnya menjadi satu dengan Dzat Maha Suci, yang tak lain dan tak bukan, adalah Dzat Maha Suci itu sendiri.

Hidup atau Ruh Suci atau Ruh Kudus atau Ruh nya Dzat Maha Suci, yang awalnya menjadi satu dengan Dzat Maha Suci, yang tak lain dan tak bukan, adalah Dzat Maha Suci itu sendiri.

Di dalam ilmu pengetahuan lebih di kenal dengan sebutan sebagau Sang Guru Sejati kalau istilah spiritualnya, kalau istilah Laku Murni Menuju Sucinya, di sebut sebagai Asmo Sejati, kalau istilah Agamanya disebut sebagai Rasullullah atau Utusan Tuhan.


Karena adanya Hidup atau Ruh Suci atau Ruh Kudus atau Guru Sejati atau Asmo Sejati atau Ruh Tuhan di dalam diri inilah, manusia bisa beragama, bisa berkepercayaan, berkeyakinan, bisa lapar, kenyang, makan, puasa, bisa haus-minum, bisa ngantuk-tidur, bisa berbicara, bisa mendengar, bisa berpikir, bisa bekerja, bisa berdoa, bisa beribadah, bisa susah-senang dllnya...


Kalau tanpa adanya Hidup atau Ruh Suci atau Ruh Kudus atau Guru Sejati atau Asmo Sejati di dalam dirinya.

Sekalipun didalamnya ada empat anasir, dan empat anasir itu adalah esensi kesaktian Tuhan.

Sungguh manusia itu adalah Mayat/Bangkai, yang hanya layak untuk di kubur, sebab kalau tidak segera di kubur atau di bakar, bau busuk bangkainya, akan mengganggu semua pemilik indera penciuman.


Itu-lah Kunci, yang berati simpel dan singkat padatnya adalah “HIDUP” kita sendiri.


Sebab karena itu Dzat Maha Suci selalu mengingatkan dengan pesan-pesan indah dan bijak nya;
“Jika ingin mengenal-Ku. Kenalilah dirimu sendiri”

“Barang siapa mengenal dirinya. Niscaya dia akan mengenal-Ku”

“Sesungguhnya Aku berada dekat. Bahkan lebih dekat dari urat lehermu”

“Barang siapa yang mencari-Ku keluar diri. Niscaya dia akan tersesat”


Dan masih banyak lagi pesan bijak Dzat Maha Suci yang lainnya, yang sepertinya, para ahli kitab, mustahil tidak mengetahuinya.

Ini lo Kunci.
Itu lo Kunci.
Kunci itu ini lo...

La kalau Gusti ingkang moho suci, kulo nyuwun pangapuro dumateng gusti ingkang moho suci dan seterusnya itu pak WEB...?!

Itu bukan Kunci, itu bunyinya Kunci, kalau Kunci, seperti yang sudah saya uraikan diatas.

Kok penerima pertamanya ADAM...?!

Saya dengan....
Katanya....
Romo Semono.

La wong katanya, di percaya dan di yakini, buktikan dulu sendiri, setelah membuktikan sendiri, baru silahkan percaya atau yakin.

Romo Semono Sastrohadijoyo itu, bukan penerima Wahyu Panca Ghaib pertama, kalau penerima Wahyu Panca Ghaib pertama adalah "ADAM" kalau Romo Semono Sastrohadijoyo itu adalah Penyempurna Pertama.
Maksudnya;
Manusia Pertama yang berhasil Mijilake / Menyempurnakan Wahyu Panca Ghaib adalah Romo Semono Sastrohadijoyo.

Yang kemudian di lanjutkan oleh para Putro-putro-Nya, namun sayang, para Putro-Nya banyak yang gagal paham, karena mudah percaya dengan katanya itu tadi, belum membuktikan, sudah main percaya dan yakin aja. He he he . . . Edan Tenan.

Pertama kali turun ke dunia, Wahyu Panca Ghaib di terima oleh;
“ADAM” Asal Dumadi Ananing Manungsa (Awal Terjadi Adanya Manusia).

Kemudian di lanjutkan oleh "ISA" Ilmu Sejati Aku (Pengetahuan Kebenaran Hidup)

Namun "ISA" gagal, karena selain di tolak oleh kaumnya di jaman itu, juga di Tuhan kan oleh umatnya.

Yang kemudian bermohon kepada Tuhan untuk mengambil kedirian-Nya, dan Tuhan mengabulkan permohonannya itu, dengan satu syarat, kelak mendekati akhir jaman, harus kembali turun lagi, untuk menyelesaikan penggenapan Firman-Nya.

Dan ini di akui oleh Nabi Akhir jaman, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Bersabda:
“Para Nabi itu bersaudara seayah, sedangkan ibu mereka berbeda-beda dan agama mereka satu.

Aku adalah manusia yang paling dekat terhadap ‘Isa bin Maryam, karena tidak ada Nabi lagi antara dia dan aku. Dan dia akan turun (kembali).

Dalam hadist riwayat Abu Hurairah
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.  Bersabda;
“Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya. Sebentar lagi Isa bin Maryam akan turun di tengah-tengah kalian sebagai hakim yang adil" (Ratu Adli).

Kemudian Bermula lah Sejarah Kemanunggalan Hidup yang di Mijilake/Mijilkan/Sempurnakan Oleh Romo Semono Sastrohadijoyo "PEN"

Kesimpulan Kedua:
Kunci, itu bukan Wahyu baru, melainkan justru Wahyu kuno, Wahyu tertua, Wahyu yang pertama kali di turunkan ke dunia oleh Dzat Maha Suci, dan penerima pertamanya adalah "ADAM" Asal Dumadi Ananing Manungsa (Awal Terjadi Adanya Manusia).

Sebab itu, di namai atau di sebut sebagai Wahyu Panca Ghaib - Wahyu itu pemberian Tuhan. Panca itu lima. Ghaib itu Ruh.
Artinya;
Wahyu Panca Ghaib adalah;
Lima Ruh Pemberian Tuhan.

1. Sari-sarinya air - Mutmainah.
2. Sari-sarinya angin - Aluamah.
3. Sari-sarinya api - Amarah.
4. Sari-sarinya bumi - Supiyyah.
5. Ruh Suci atau Ruh Kudus atau Ruh Tuhan - Hidup.

1. Kunci.
2. Paweling.
3. Mijil.
4. Singkir.
5. Asmo

Ini lo Wahyu Panca Ghaib.
Itu lo Wahyu Panca Ghaib.
Wahyu Panca Ghaib itu ini lo...

Jadi...
Wahyu Panca Ghaib adalah isi dari raga/wujud/tubuh kita sendiri, yang selama ini menjadikan kita bisa beragama, berkeyakinan, berkepercayaan, beribadah, bekerja, berdoa, ber- kaliber lainnya.

Dengan begitu, jikalau tanpa adanya Wahyu Panca Ghaib di dalam raga/wujud/tubuh, bisa apa coba...?!

Pada hakikatnya, semua manusia Hidup itu, memiliki Wahyu Panca Ghaib, tidak peduli agama dan latar belakang serta suku apapun, hanya saja, ada yang sudah menyadarinya dan ada yang belum, itu saja.

Untuk bisa menyadarinya Caranya bagaimana Pak WEB...?!


Untuk bisa wikan atau mengerti atau memahami Kunci yang tak lain dan tak bukan adalah Hidup kita sendiri, yang merupakan utusan Tuhan itu.


“Tidak ada cara lain, selain Dengan Laku Murni Menuju Suci”


Laku Murni Menuju Suci...?!


Ya... Laku Murni Menuju Suci.

Kalau tidak...?!

Ya, tidak bisa...!!!


Sebab karena Dia adalah Ruh Suci/Kudus, berasal dari Dzat Maha Suci. Artinya;
Hidup itu, Suci, kan...?!

Dan Suci itu adalah sesuatu yang murni, yang tidak bisa dicampuri dengan apapun dan tidak bisa tercampuri oleh apapun, selain dengan suci itu sendiri, bukan suci namanya kalau tercampuri dan bisa di campuri oleh selain suci itu sendiri.


Artinya, kita tidak akan pernah bisa, mendekati suci, menyentuh suci, apa lagi menyatu dengan suci, kalau diri kita tidak suci.

Karena suci itu, tidak bisa di campuri dengan apapun, dan tidak bisa tercampuri oleh apapun, selain dengan suci lagi. Jadi...

Untuk bisa menyatu dengan suci, kita harus memurnikan laku kita.
Yaitu dengan;
Laku Murni Menuju Suci.


Untuk Laku Murni Menuju Suci, harus bagaimana Pak WEB...?!


Apa yang harus saya lakukan atau yang harus saya perbuat...?!


He he he . . . Edan Tenan.


Di dalam setiap rongga dada anak adam, terdapat segumpal gading, yang jika segumpal daging itu baik, maka baik pula seluruh anggota badan nya, sebaliknya, jika buruk, maka buruk pula seluruh anggota badan nya, dan segumpal daging itu, tersebut Hati" Tempat Aku menyimpan rahasiaku.


Dalam setiap rongga dada anak adam, Aku ciptakan suatu mahligai, yang di sebut dada, di dalam dada, ada hati (hati bagian luar), di dalam hati, ada qalbu/benak (hati bagian dalam), di dalam qalbu/benak, ada fuad/nurani (hati paling dalam), di dalam fuad/nurani, ada rasa, di dalam rasa, ada Sir, Dzat, Sipat, di dalam Sir, Dzat, Sipat, ada rahasiaKu/Hidup, didalam rahasiaKu/Hidup itulah AKU.

“Al-Insanu Siri Wa Ana Siruhu” Rahasia kalian adalah rahasia-Ku.


“Galilah rasa, yang meliputi seluruh tubuhmu, karena di dalam tubuhmu, ada firman/utusan Tuhan, yang dapat menjamin, jiwa ragamu, lahir bathinmu, hidup matimu dan dunia akheratmu”

(firman/utusan Tuhan di dalam diri kita, ya Hidup kita itu)

Untuk hal itu, kita tak perlu neko-neko, karena hanya perlu menggali rasa yang meliputi seluruh tubuh kita. Cukup sederhana kan...?!


Menggali Rasa yang meliputi seluruh tubuh saya...?!


Rasa apa Pak WEB...?!


Rasa apa saja.


Rasa apa saja...?!


Ya... Semua Rasa, segala Rasa yang berada di seluruh/sekujur tubuh kita. Rasa enak dan tidak enak, seperti pahit, getir, manis, asam, panas, dingin, gatal, gerah, sejuk dll.


Karena rasa sejati atau sejatinya rasa yang menjadi klimaxnya, itu di  liputi kesempurnaan rasa yang beraneka ragam dan macamnya itu kan...

Yang namanya sempurna, itu kan, lengkap bin komplit, jadi, suka tidak suka, mau tidak mau, kita harus siap melampaui semua rasa dan segala rasa yang menjadi pembungkus rasa yang sebenarnya itu.


Karena Dzat Maha Suci itu Esa, yang berarti baik buruk enak tidak enak itu berasal dari-Nya, kita harus bisa mau siap menerima dan menikmati semua dan segala rasa-rasa itu dengan syukur, apapun rasa yang kita dapatkan ketika laku murni menuju suci, tanpa menganalisa, tanpa mengeluh dan tanpa protes.

Kalau kita bisa berhasil menelan semua rasa itu tanpa komentar apapun, rasa sejati atau sejati nya rasa, akan kita temukan. Yaitu;
1. Rasa Sadar.
2. Rasa Kesadaran.
3. Rasa Kesadaran Murni.

Nah...
Rasa Sejati atau Sejati nya Rasa inilah yang menjadi intisaripatinya, bisa mengklimaxkan Rasa Sejati atau Sejati nya Rasa tersebut;
1. Rasa Sadar.
2. Rasa Kesadaran.
3. Rasa Kesadaran Murni.

Makan akan menyaksikan di mana Dzat Maha Suci sebenar, sebab karena menyaksikan di mana Dzat Maha Suci itu sebenarnya, maka  akan mengenal-Nya dengan selamat dan sempurna.

Dan kalau sudah mengenal Dzat Maha Suci yang di sebut-sebut sebagai Tuhan selama ini;
Kita akan mengerti, memahami, mengetahui. Bahwa;
Ajaran Nabi Muhammad Saw itu. Bukanlah agama Islam, namun di dalam agama Islam. Terkandung ajaran Sang Rasullullah/Utusan Allah.


Kita akan mengerti, memahami, mengetahui. Bahwa;
Ajaran Nabi Isa Putra Mariyam itu. Bukanlah agama Kristen, namun di dalam agama Kristen. Terkandung ajaran Sang Anak Allah.


Kita akan mengerti, memahami, mengetahui. Bahwa;
Ajaran Sakyamuni itu. Bukanlah agama Buddha, namun di dalam agama Buddha. Terkandung ajaran Sang Hyang Buddha.


Kita akan mengerti, memahami, mengetahui. Bahwa;
Ajaran Krishna itu. Bukanlah agama Hindu, namun di dalam agama Hindu. Terdapat ajaran Sang Avatara Wisnu.


Kita akan mengerti, memahami, mengetahui. Bahwa;
Ajaran Romo Semono Sastrohadijoyo itu. Bukanlah Organisasi, Kepercayaan Kapribaden, namun di dalam Organisasi, Kepercayaan,  Kapribaden. Terkandung ajaran Kanjeng Romo Sejati Gusti Prabu Herucokro Semono.


Kanjeng Romo Sejati Gusti Prabu Herucokro Semono...?!


Siapa dan apa itu Kanjeng Romo Sejati Gusti Prabu Herucokro Semono...?!


Kanjeng Romo Sejati Gusti Prabu Herucokro Semono Adalah Pusaranya semua dan segala Ruh Suci atau Ruh Kudus atau Guru Sejati atau Asmo Sejati atau Hidup yang tak lain dan bukan adalah yang di sebut Tuhan dengan berbagai nama-nama indah dan mewah-Nya.


Kesimpulannya Ketiga:
Untuk memperoleh kesempurna'an Hidup di dunia hingga akherat dengan cinta kasih sayang Dzat Maha Suci yang sempurna. Itu...

Bukan di tentukan karena memeluk Agama Atau Kepercayaan/Keyakinan apapun.

Namun untuk mendapatkan kesempurna'an Hidup di dunia hingga akherat dengan cinta kasih sayang Dzat Maha Suci yang Sempurna. Itu...

Mau Taubat dan Bersedia berIman hanya kepada-Nya apa tidak...?!

Kalau mau dan bersedia, ya harus Laku Murni Menuju Suci.


Sebab kita berasal dari suci-Nya Dzat Maha Suci, jadi, kita harus mau menerapkan/mengibadahkan ajaran-ajaran agama dan kepercayaan/keyakinan tersebut dengan menggunakan Wahyu Panca Laku/Iman.


Wahyu Panca Laku/Iman...?!


Apa itu dan bagaimana Wahyu Panca Laku/Iman itu Pak WEB...?!


Wahyu Panca Laku/Iman.
Adalah Sipat dan Sikapnya;
Sedulur Papat Kelima Pancer nya kita sendiri, yang tak lain dan tak bukan. Adalah;
Wahyu Panca Ghaib yang menjadi isi raga/tubuh/wujud kita sendiri.
Tersebut;
1. Sari-sarinya air - Mutmainah.
2. Sari-sarinya angin - Aluamah.
3. Sari-sarinya api - Amarah.
4. Sari-sarinya bumi - Supiyyah.
5. Ruh Suci atau Ruh Kudus atau Ruh Tuhan - Hidup.
|
|
!
Wahyu Panca Ghaib;
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Mijil.
4. Singkir.
5. Asmo

Wahyu Panca Laku/Iman;
1. Pasrah kepada Tuhan.
2. Menerima keputusan Tuhan.
3. Merasakan kenyataan Tuhan.
4. Menebar cinta kasih sayang Tuhan.
5. Mempersilahkan kuasa Tuhan.

Itulah sipat dan sikapnya sedulur papat kalima pancer atau Wahyu Panca Ghaib nya diri pribadinya kita sendiri.


Adakah kelima Sipat dan Sikap ini ada di dalam diri Kita...?!


Kalau belum ada, apa lagi tidak ada, berati, mau ngototnya macam/kayak apapun, mengaku percaya alias yakin bin haqul yakin kepada Tuhan ples adanya Tuhan.

Sesungguhnya kita belum berIman, sebab karena itu, segera berTaubat dan berImanlah, selagi masih ada waktu dan belum terlambat.

Untuk bisa berWahyu Panca Laku alias berIman seperti yang sudah saya uraikan diatas tadi.

Siapapun dia dan bagaimanapun dia, suka tidak suka, cocok tidak cocok harus mau berTaubat.


Kalau tidak dengan berTaubat.
Jika belum berTubat.
Mana Mungkin Bisa;
1. Pasrah kepada Tuhan.
2. Menerima keputusan Tuhan.
3. Merasakan kenyataan Tuhan.
4. Menebar cinta kasih sayang Tuhan.
5. Mempersilahkan kuasa Tuhan.

Iya apa iya...?!
Hayo...!!!


Adakah kelima Sipat dan Sikap ini di dalam diri Kita...?!


Jika Ada...
Sudah pasti dia akan selalu Menjaga Pikirannya, karena mengerti, paham dan tahu, bahwa Pikirannya akan menjadi Perkata’annya, Perkata’annya, akan menjadi Perbuatannya, Perbuatannya akan menjadi Kebiasa’annya, Kebiasa’annya akan membentuk Karakternya, Karakternya akan membentuk Nasibnya, Nasib akan menentukan Hatinya, Hatinya akan menentukan Rasanya, Rasanya akan menentukan Lakunya, Lakunya akan menentukan Tuhan-nya.
Tuhan-nya. Tuhan hantu, apa hantu Tuhan, atau hantu-hantuan, apa Tuhan-Tuhanan.


Itulah Laku Murni Menuju Suci; Yang sering saya selipkan di setiap Artikel yang mengabarkan Bab Taubat-Wahyu Panca Ghaib) dan Iman-Wahyu Panca Laku).

Mempraktekan. Meng-Ibadahkan. Menjalankan Wahyu Panca Ghaib dengan Menggunakan Wahyu Panca Laku. Adalah;
Mengenal Tuhan dengan Menggunakan Tuhan itu sendiri.

Sebab Tuhan itu Dzat Maha Suci, yang tidak bisa di campuri dengan apapun dan tidak bisa tercampuri oleh apapun. Jadi...

Kalau hendak ke Tuhan, ya harus mau menjadi Tuhan.

Menjadi Tuhan...?!
Wah...!!!
Kafir...!!!
Sesat...!!!
Murtad...!!!

Seeeeeeeetttttttt.....
Tunggu dulu, jangan asal ngejeplak gitu, menjadi Tuhan itu, bukan berarti mengaku Tuhan atau menjadi Tuhan, melainkan menerapkan Sifat-sifat dan Sikap-sikap Tuhan di kehidupan kita sehari-hari, gitu mas brow mbak brow. He he he . . . Edan Tenan.

Dengan uraian saya diatas, yang singkat namun padat dan jelas Tanpa Tedeng Aling-aling.

Nah, ini dia...
Yang selama ini di sebut-sebut sebagai Manunggaling Kawula Gusti. Ya;
Wahyu Panca Ghaib ini.

Tapi, Wahyu Panca Ghaib yang di ibadahkan atau di jalankan atau di praktekan dengan Wahyu Panca Laku/Iman lo ya...

Bukan yang di ibadahkan atau di jalankan atau di praktekan dengan kebencian, fitnah, sirik, iri, dengki, dendam, hasut, ego, pamrih, munafik dan sejenisnya. Bukan!


Sebab karena, kalau Wahyu Panca Ghaib tidak di ibadahakan dengan Wahyu Panca Laku atau Iman, dia tidak bisa manunggal, tidak bisa  menyatu dan tidak bisa bersatu padu.

Dia akan beralih fungsi sendiri-sendiri, yang di luar kesadaran akan menimbulkan kebencian, fitnah, sirik, iri, dengki, dendam, hasut, ego, pamrih, munafik dan sejenisnya.

Maka dari itu, tidak sedikit dari kita yang sudah ibadahkan atau di jalankan atau di praktekan Wahyu Panca Ghaib, namun masih tetap asyik mencari-cari kesalahan dan kekurangan orang lain, untuk di nilai, lalu di bedakan, agar supaya punya alasan untuk bisa;
Bencian, fitnah, sirik, iri, dengki, dendam, hasut, ego, pamrih, munafik dan sejenisnya.

Semuga Wejangan Tanpa Tedeng Aling-aling yang kesekian kalinya dari saya ini, bermanfaat guna sebagai penambahan wawasan kecerdasan spiritual kita di dalam Laku Murni Menuju Suci-Nya. Dan...


Dari Lubuk Hati❤️saya Yang Paling Dalam Mengucapkan Salam Rahayu Penuh❤️Cinta Kasih Sayang❤️ Selamat🙏Selamat🙏Selamat🙏 Rahayu🙏Rahayu🙏Rahayu🙏Damai🙏Damai🙏 Damai🙏 Tenteram🙏
Saya❤️
Wong Edan Bagu❤️
Ngaturaken Sugeng Rahayu🙏
lir Ing Sambikolo🤝
Amanggih Yuwono🤝
Pinayungan Mring Ingkang Maha Suci🙏
Basuki❤️
Yuwono❤️
Teguh❤️
Rahayu❤️
Slamet❤️🙏❤️
BERKAH SELALU Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom saya yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup🙏Om Shantih Shantih Shantih Om - Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu🙏
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Terima Kasih🤝❤️🤝
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Tidak ada komentar: