Mengenai Saya

Foto saya

Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu dari saya untuk semuanya tanpa terkecuali. Perkenalkan Saya... Dengan Nama asli: Toso Wijaya. D.  Nama Lahir saya: Djaka Tolos. Dan Akrab di panggil Wong Edan Bagu atau WEB dalam dunia Spiritual Laku Ketuhanan. saya lahir di lereng gunung ciremai Cirebon jawa barat. Pada hari Rabu Pon, tgl 13/08/1959, Anak kedua dari empat bersaudara, yang lahir dari kedua orang tua, Bapak Bernama: Matsalim dan Ibu Bernaman Dewi Arimi.  Mulai dari Nenek moyang hingga ke bapak ibu sampai ke saya sendiri. Kami Suka Berspiritual. artinya... suka mempelajari hal-hal yang ga'ib. Tapi bukan sembarang Ghaib, karena Ghaib yang saya pelajari, adalah Ghaib-Nya Dzat Maha Suci Hidup (TUHAN). Bukan yang lain.  Karena itu Sejak usia 9 tahun, saya sudah mempelajari ilmu-ilmu katikjayan, kususnya ilmu kanuragan dan ilmu jaya kawijayan Warisan dari para leluhur saya di telatah tanah pasundan. Sebagai bekal untuk mengembara dalam melacak jejak Dzat Maha Suci yang Gha'ib.  

Dan setelah melalui berbagai macan dan banyak lika liku proses kehidupan. saya berhasil menemukan intisari pati Laku Spiritual Hakikat Hidup yang sebenarnya, dari semua dan segalanya tentang Hidup dan Kehidupan BerTuhan... dan sejak itulah, saya berhenti mengembara dan berpetualang. Lalu menekuni secara Khusus/Istiqomah Laku Spiritual Hakikat Hidup. Yang pelajarannya saya dapatkan, dikala puasa ngebleng di goa singabarong pulau nusa kambangan cilacap jawa tengah,  yaitu,,. Wahyu Panca Laku. Cara untuk Mempraktekan Wahyu Panca Gha'ib, yang hanya mempelajari Hidup dan kehidupan serta Dzat Maha Suci Hidup, bukan yang lainnya... disamping terus belajar dan belajar, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saya... Karena saya tidak suka Neko-neko. Saya membuka Pengobatan dan Konsultasi Alternatif Tradisional, mempraktekan ilmu pengobatan spesialist Stroke. Dengan Cara Terapi Pijat Urut dan Jamu Herbal Ramuan Sendiri. Yang pernah saya Pelajari dari beberapa orang Guru saya... Dan semoga, apa yang saya lakukan ini. bisa dan dapat bermanfaat pada diri saya sendiri dan buat semua saudara-saudari saya tanpa terkecuali..... Itulah sekelumit tentang saya dan mohon maklumnya jika terkesan berlebihan; Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu dari saya untukmu sekalian... _/!\_

Jumat, 18 Mei 2018

Mari Kita Bersama-sama Mengenal Ruh dan Jiwa Kita (Wejangan Bagian Kedua):

Mari Kita Bersama-sama Mengenal Ruh dan Jiwa Kita (Wejangan Bagian Kedua):
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di...
Candi Gedung Songo. Hari Jumat. Tanggal 18 Mei 2018.

Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasih-ku sekalian...
Setiap manusia pasti pernah berupaya mencari tahu, berbagai pertanyaan dasar, untuk mengetahui lebih dalam, dan lebih banyak lagi, pengetahuan dan pemahaman tentang identitas diri yang lebih popular dengan istilah jatidiri.

Hal ini adalah wajar, karena manusia memiliki rasa keingintahuan yang besar, tentang apapun, yang berkaitan dengan dirinya.

Dan dari keingintahuan yang besar ini juga, terdapat Cinta Kasih Sayang Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, dimana ini adalah satu bagian instrument pemahaman dasar, yang dibekali Tuhan kepada  ciptaan-Nya, agar manusia bukan hanya bisa mengenal dirinya,  namun juga bisa mengenal Tuhan-Nya dan mahluk ciptaan lainnya.

Lalu hingga saat ini sudahkah Anda mengenal diri Anda...?!
atau...
Apakah juga kita sudah mengenal dzat yang menciptakan kita...?!

Tentunya kita masih amat asing, bahkan dengan diri kita sendiri.

Maka dengan ini, semoga kita bisa diberi pemahaman/pengetahuan universal, walau hanya melalui tulisan saya, namun semoga saja bermanfaat. Berikut ini ilmu pengertian dan ilmu pemahaman serta ilmu pengetahuan terkait Judul artikelnya Mari Kita Bersama-sama Mengenal Ruh dan Jiwa Kita.

Hakikat Manusia;
Bagaimana manusia bisa mengenal pencipta-Nya jika ia sendiri tidak mengenal dirinya secara utuh...?!

Sebuah ilmu dibutuhkan untuk mencapai pengetahuan sejati sifat-sifat kemanusiaan pada umumnya.

Ilmu itu diberi nama atau disebut sebagai ilmu pengertian universal dan ilmu pemahaman universal serta ilmu pengetahuan universal.

Yang dalam istilah agamanya disebut sebagai ilmu Syareat. Tarekat dan Hakikat.

Tergabungnya Tiga pelajaran inilah, yang disebut atau dinamai sebagai ilmu pengenalan diri atau jati diri, ilmu yang digunakan untuk memahami identitas diri.

Dan...
Berikut ini definisi masing-masing unsur pada manusia;

Hakikat Manusia.
1). Wujud atau Jasad fisik;
Wujud atau Jasad fisik, adalah yang memiliki bentuk atau wujud atau sosok yang tergambarkan, yang diciptakan dari tanah, yang dibentuk menjadi daging, tulang lalu membentuk; badan, kaki, tangan, panca indera dan sebagainya.

2). Jiwa/Jiva atau Sukma;
Jiwa/Jiva atau Sukma, adalah sesosok mahluk dalam wujud halus, alam yang dibentuk dari  unsur alam min sulaatin min thiin atau ekstrak alam (sari-sari air, sari-sari angin, sari-sari api dan sari-sari tanah) yang hidup dan memiliki pemahaman, Pikiran, Perasaan, Intuisi, Emosi, dan Akal.

Bagian iilah yang di sebut sebagai sedulur papat atau kawula dalam  istilah keilmuannya.

3). Roh/ruh Atau Hidup;
Roh/ruh Atau Hidup, adalah satu kejadian yang tidak bisa di nalar dengan apapun, kalau harus saya uraikan kejadiannya agar lebih mudah di mengerti dan dipahami.

Kejadian uap atau gas yang keluar dari dalam Dzat, uap atau gas itu, berjalan ke seluruh bagian urat saraf di dalam tubuh manusia.

Unsur ini adalah bagian rahasia Dzat itu sendiri, manusia tidak akan bisa menggapainya/menjangkaunya.

Bagian inilah yang di sebut sebagai Pancer atau Gusti dalam  istilah keilmuannya. Dan...

Asal kejadian jiwa/Jiva atau Sukma inilah, yang perlu kita ikuti dan telusuri, dengan jalan berTaubat (Wahyu panca ghaib) dan dengan cara berIman (Wahyu panca laku).

Karena hanya dengan bagitu, kita akan mudah mengidentifikasi diri kita, jati diri kita, sehingganya kita  bisa menjangkau atau menggapai dimensi alam Roh/Ruh atau Hidup yang bersifat ghaib atau yang di rahasiakan oleh Dzat.

Dan di dalam Al-qitab pun sama, meng-isyaratkan bahwa unsur kejadian manusia terdiri atas tiga hal yang sudah saya uraikan diatas.

Yaitu;
Unsur badan atau jasad dari Tanah. Unsur Jiwa/Jiva atau Sukma dari empat anasir. Dan
Unsur Roh/Ruh atau Hidup dari Dzat. Seperti yang sudah saya expresikan dalam Vidio dan Artikel yang saya kabarkan di internet tentang turunnya Wahyu pertama dengan menggunakan kronologi  penciptaan ADAM.

Berikut tahapan pembentukan diri manusia menurut firman dan hadist yang tersurat di dalam al-qitab.

Mari Kita Bersama-sama Mengenal Ruh dan Jiwa Kita:
Ke1. Jiwa/Jiva atau Sukma;
Sebagai tahap awal, Dzat Maha Suci Tuhan/Allah mengambil sumpah kepada “jiwa” yang masih berada di alam ghaib.

Para jiwa ini belum dipasangkan ke dalam jasad, karenanya ia masih bebas beterbangan dan menunggu dipanggil untuk melaksanakan tugas.

Dzat Maha Suci Tuhan/Allah berfirman dalam surah (Al-Araaf; 172) yang maksudnya;
Dan Ingatlah, ketika Tuhan-mu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka seraya berfirman;
”Bukakankan Aku ini Tuhan mu”, mereka menjawab :”Bahkan engkau Tuhan kami, kami menjadi saksi”. Kami lakukan demikaian agar di hari akhirat kelak kamu tidak mengatakan; sesunggunya kami adalah orang-orang lalai terhadap keEsa'an Mu.

Kondisi jiwa yang sudah disumpah ini mengakui Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, sebagai Dzat yang menciptakannya, dan jiwa juga mau menjadi saksi atas segala perbuatan jasad selama di dunia pada hari akhir nanti.

Setelah proses pengambilan sumpah, tahap berikutnya Dzat Maha Suci Tuhan/Allah,  menjelaskan tentang tugas pokok,  dalam kehidupan di dunia kelak.

Bahwa ia akan mengembang dua tugas pokok, yang mencakup jalan ketaqwaan dan jalan kefasikan. Surah Asy Syams (91:7-10) Firmannya yang bermaksud;
“Dan demi nafs (jiwa) serta penyempurnaannya, maka Dzat Maha Suci Tuhan/Allah ilhamkan kepada nafs itu jalan ketaqwaaan dan kefasikannya, Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikannya dan sesungguhnnya rugilah orang yang mengotorinya"

Ini menunjukan bahwa sebelum jasad manusia di susun, Dzat Maha Suci Tuhan/Allah terlebih dahulu mempersiapkan unsure pokok yang paling utama bagi sosok manusia, yaitu Jiwa, yang sudah diberi pemahaman syareat, tarekat, hakikat keTuhanan dan keilmuan.

Jiwa yang telah mengaku dan mengenal arti keEsaan, keAgungan dan keBesaran Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, dengan sepenuh‐penuhnya Iman (Wahyu panca  laku).

Disamping itu juga, sudah mengerti fungsi dan tugas keruhaniahan, ia juga memiliki kemampuan pemahaman yang mendalam tentang ilmu Dzat Maha Suci Tuhan/Allah yang universal/luas, yaitu jiwa/nafs/sukma ini, bertugas untuk memberikan pemahaman memilih jalan yang akan ditempuh, apakah jalan itu menuju ketaqwaan atau menuju jalan kefasikan.

Dan jika manusia memiih pada jalan ketaqwaan, maka ia akan termasuk dalam golongan manusia beruntung, jika sebaliknya, maka ia akan menjadi manusia yang rugi.

Karena setiap jiwa sudah dibekali pemahaman dan kesadaran yang sama pada setiap hal yang dilakukannya.

Sebagaimana firman Dzat Maha Suci Tuhan/Allah dalam Surat at-Takwir ayat 1 berikut ini:
“Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.”
Dan setiap jiwa juga sudah dilengkapi dengan system kesadaran atas apa-apa yang dikerjakannya, apa yang dilalaikannya, dan apa yang di pilihnya.

Iman/wahyu panca laku yang melekat pada jiwa ini, adalah bahwa jiwa ini bersifat hidup dan mampu membuat keputusan sendiri, dan penuh kesadaran diri. Surat Al-Infitar ayat 1.
‘Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.”

Sampai disini, maka selesailah tahap pembentukan unsure Jiwa,  untuk kemudian dipasangkan pada wujud jasad manusia.

Unsure jiwa ini, kini sudah memenuhi syarat untuk mengemban tugas kehidupan sebagai manusia.

Mari Kita Bersama-sama Mengenal Ruh dan Jiwa Kita:
Ke2. Jasad/fisik;
Tahap kedua adalah proses penyusunan jasad/fisik wujud jasmani atau tubuh manusia.

Unsur jasad atau jisim terdiri dari seluruh angggota tubuh manusia, mulai dari ujung kaki hingga ujung rambut kepala pless bagian dalamnya, yaitu kepala, badan, tangan, kaki dll, yang terbuat dari salah satu unsure sari pati tanah liat, yang didalamnya mengandung unsure protein.

Ia dijadikan dari tanah liat yang sangat halus dan mempunyai bentuk dan wujud nyata, keadaan dan sifatnya; kasat mata, dapat di  raba/sentuh, dapat berubah bentuk, dapat rusak dan dapat dimusnahkan.

Diciptakannya jasad ini, dalam rangka sebagai media/sarana diletakkannya unsur sebelumnya, yaitu jiwa.

Sosok jiwa yang sebelumnya, sudah ditanamkan berbagai pemahaman dan pengetahuan dasar kehidupan, lalu dipasangkan ke dalam jasad/fisik manusia, sehingga jadilah ia sesosok mahluk yang sadar.

Didalam jasad ini Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, melengkapinya dengan akal dan hati.

Akal digunakan sebagai panduan dan perpustakaan utama. Sedangkan hati sebagai bagian halus yang merasa dan memahami.

Unsur hati juga terbagi menjadi dua sisi; Hati Ruhaniah dan Hati Jasmaniah. Hati Ruhaniah adalah sesuatu yang halus, hati yang merasa, mengerti, memahami, dan mengetahui, ia merupakan tempat bersemayamnya iman (Wahyu Panca Laku).

Hati Jasmani adalah sepotong daging yang terletak di dada sebelah kiri, fungsinya untuk mengatur sistem metabolime tubuh/jasad.

Lalu didalam hati ruhaniah juga disematkan dua macam hawa nafsu, yaitu pertama, Nafsu yang menuju jalan cahaya kebenaran (mutmainah yang di bantu oleh supiyah) dan nafsu yang menuju jalan kegelapan ( Amarah yang di bantu oleh aluammah).

Dua nafsu ini akan menjadi jarum penentu arah kehidupan manusia, jika jarum menunju pada arah cahaya, maka ia akan menuju pada Tuhannya, sedangkan jika menuju pada arah kegelapan, maka ia akan menuju pada kesesatan.

Sampai di sini, manusia sudah dikatakan bisa hidup mandiri, namun bagi Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, kedua unsure ini belumlah cukup.

Sebagai konsekuensi di takdirkannya manusia sebagai pemimpin di muka bumi, sebagai mahluk paling sempurna di banding makhluk-makhluk lainnya, maka Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, sekali lagi membekali manusia dengan unsure ke tiga. Yaitu Ruh/Roh (Suci kepunyaan-Nya).

Unsur ini juga dimiliki oleh mahluk lainnya, namun perbedaannya,  unsur ruhaniah yang dimiliki manusia ini, memiliki nilai khusus di mata Dzat Maha Suci Tuhan/Allah swt.

Ruh/Roh inilah, yang menyebabkan meningkatnya martabat anak manusia, sehingga menjadikan para malaikat/para ruh-ruh lainnya menghormatinya.

Yang kedua, ketinggian dzat yang disebut Ruh/Roh ini, terlihat dari bagaimana Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, mengatakannya bahwa ini Ruh/Roh-Ku (sebagian dari Ruh/Roh-Ku).

Dengan kehadiran Ruh/Roh-Nya yang suci itulah, manusia bisa menjadi khalifah dimuka bumi.

Mari Kita Bersama-sama Mengenal Ruh dan Jiwa Kita:
Ke3. Proses Penyatuan Ruh dan Jasad/jasmani;
Setelah selesai seluruh proses penyusunan lapisan materil jasad manusia dengan unsure jiwa, maka kemudian Dzat Maha Suci Tuhan/Allah, memulai proses penyatuan unsure Ruhanian dengan jasad/fisik manusia.

Namun sebelum Ruh ditiupkan oleh Dzat Maha Suci Tuhan/Allah ke dalam jasad manusia melalui proses-Nya.

"Ketika jasad Nabi Adam a.s telah tercipta dengan sempurna, maka Dzat Maha Suci Tuhan/Allah memerintahkan Ruh/Roh untuk memasuki jasad Nabi Adam a.s.

Maka dengan enggan ia menerima perintah tersebut, Ruh/Roh pun akhirnya memasuki jasad dengan berat hati, karena harus masuk ke tempat yang gelap.

Akhirnya Roh/Ruh mendapat sabda Dzat Maha Suci Tuhan/Allah;
"Jika seandainya kamu mau masuk dengan senang, maka kamu nanti juga akan keluar dengan mudah dan senang, tetapi bila kamu masuk dengan paksa, maka kamupun akan keluar dengan terpaksa".

Lalu Ruh/Roh memasuki melalui ubun-ubun, kemudian turun sampai ke batas mata, selanjutnya sampai ke hidung, mulut, dan seterusnya sampai ke ujung jari kaki.

Setiap anggota tubuh Adam yang dilalui Roh/Ruh menjadi hidup, bergerak, berucap, bersin dan memuji memuji serta lain-lainnya.

Bahkan di gambarkan dalam al-qitab, ketika Roh/Ruh sampai ke lutut, maka Adam sudah tergesa gesa ingin berdiri. Sebagaimana firman Dzat Maha Suci Tuhan/Allah;
"Manusia tercipta dalam ketergesa-gesaan" (Q.S.21:37).

Setelah Dzat Maha Suci Tuhan/Allah meniupkan Roh/Ruh-Nya kedalam jasad tersebut, dan setelah berada didalam, Roh/Ruh itu, memberikan suatu kelebihan tambahan mengenai kemampuan melihat, mendengar dan hati, dan bagian tambahan ini, yang menjadi bagian kesempurnaan manusia.

Mengapa...?!
Karena tiga kemampuan ini hanya disematkan pada manusia dan tidak pada mahluk lain, dan ketiga kemampuan ini, adalah salah satu sifat kemuliaan milik Dzat Maha Suci Tuhan/Allah yang Maha Segala-Nya.

Namun sayangnya, kebanyakan manusia tidak menyadarinya;
“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan kedalam tubuh/jasad Ruh/Roh-Nya, dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, tetapi kamu sedikit sekali bersyukur.”

Jadi setelah seluruh rangkaian pembentukan jasad yang sudah dilengkapi jiwa, mulailah masuk unsure Roh/Ruh-Nya kedalam jasad.

Sampai tahap ini, proses penyusunan jasad manusia sudah selesai dan dianggap sudah sempurna kejadiaannya, lalu Dzat Maha Suci Tuhan/Allah memerintahkan mahluk lain dan  para malaikat untuk bersujud kepada Adam as;
"Dan apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan meniupkan Roh/Ruh-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kalian kepadanya dengan bersujud.
(QS. Al Hijr:29).

Ketika Allah sudah menyempurnakan proses kejadian penyatuan jasad dan Ruh, maka perhatikan sepenggal kalimat yang menyiratnya kata-kata ‘meniupkan Roh/Ruh-Ku’ yang artinya bahwa didalam unsure Roh/Ruh ini, ada unsure suci, sehingga dikategorikan sebagai Makhluk paling sempurna di banding makhluk lainnya.

Jadi...
Roh/Ruh dalam diri jasad manusia  itu, bukan lah Dzat Maha Suci Tuhan/Allah itu sendiri, melaikan sesosok mahluk suci, yang sudah dibekali tiga kemampuan lebih. Yaitu; Sir. Dzat. Sifat atau Nur Allah. Nur Muhammad. Dan Nur Ilmu Muhammad atau Cinta Kasih Sayang.

Roh/Ruh itu kepunyaan Dzat Maha Suci Tuhan/Allah dan berasal dari-Nya, yang ditiup masuk ke dalam jasad manusia, dimana Roh/Ruh itu, dibekali kemampuan tambahan, yang tidak sama dengan yang di bekalkan pada Roh/Ruh yang ada pada hewan dan tumbuhan.

Roh/Ruh ini memiliki kemampuan penglihatan, pendengaran dan hati yang tajam, yang bersumber langsung dari-Nya.

Dan ketika manusia wafat, maka Roh/Ruh itu akan kembali ke pangkuan-Nya dalam keadaan sempurna tanpa proses apapun.
“akan tetapi di dalam diri manusia ada bashirah (yang tahu)" (QS 75:14).

Kata bashirah ini disebut sebagai yang tahu atas segala gerak manusia yang sekalipun sangat rahasia. Ia biasa menyebut diri (wujud)-nya adalah "Aku".

Unsur suci yang dimaksud disini adalah bahwa Dzat Maha Suci Tuhan/Allah menghembuskan tiga unsur suci yang ada pada 99 nama dan sifat terpuji Dzat Maha Suci Tuhan/Allah swt (asmanul husnah), yaitu Al – Samii’ (Maha Mendengar) dan Al – Bashiir (Maha Melihat) serta Hati yang berguna untuk merasa (mudah tersentuh, bergetar hatinya, bergejolak jiwanya) serta sebagai tempat datangnya ilmu, hikmah dan hidayah.

Ketiga unsure ini adalah unsure yang sangat suci dan memiliki tingkatan derajat yang tinggi, karena hanya manusia yang dilengkapi dengan sifat terpuji ini.

Dengan tujuan agar manusia dapat memiliki kemampuan penglihatan, pendengaran dan rasa/perasaan yang mendalam tentang hakikat keilmuan keTuhanan.

Itulah sebabnya kenapa kita disuruh melihat ke dalam diri (introspeksi diri) sebagimana firman Allah dalam surat az-Zariat ayat 21;
Yang Artinya;
"Dan di dalam diri kamu, apakah kamu tidak memperhatikannya.

Dzat Maha Suci Tuhan/Allah memerintahkan kepada manusia untuk memperhatikan ke dalam dirinya, disebabkan, karena di dalam diri manusia itu, Dzat Maha Suci Tuhan/Allah telah menciptakan sebuah mahligai, yang mana di dalamnya Dzat Maha Suci Tuhan/Allah telah menanamkan rahasia-Nya sebagaimana sabda rasul-Nya;
"Di dalam setiap rongga dada anak adam, terdapat segumpal daging, yang jika ia baik, maka baik pula seluruh tubuhnya. Sebaliknya, kalau ia buruk, maka buruk pula  seluruh tubuhnya. Dan segumpal daging itu, tersebut hati. Tempat
AKU menyimpan rahasia-Ku.
“Al-Insanu Siri Wa Ana Siruhu”
(Rahasia kalian adalah rahasia-Ku)

"Dalam setiap rongga anak adam, Aku ciptakan suatu mahligai yang di sebut dada. Di dalam dada ada hati (hati bagian luar), dalam hati, ada qalbu/benak (hati bagian dalam), di dalam qalbu/benak, ada fuad/nurani (hati paling dalam), dalam fuad/nurani, ada jiwa/ruh, di dalam jiwa/ruh, ada rasa, di dalam rasa ada hidup, di dalam hidup, ada Sir Dzat Sipat, dan di dalam Sir Dzat Sipat, ada Aku. Tempat Aku menyimpan Rahasia-ku"

“Al-Insanu Siri Wa Ana Siruhu”
(Rahasia kalian adalah rahasia-Ku)

Allah tidak menganugerahkan ini pada mahluk lainnya, dan inilah alasannya mengapa Dzat Maha Suci Tuhan/Allah memerintahkan mahluk lain (bangsa jin dan malaikat) untuk bersujud kepada Nabi Adam as kala itu.

Serta inilah juga alasannya, mengapa Dzat Maha Suci Tuhan/Allah hendak menjadikan manusia sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi.

Dan ini juga sebabnya, mengapa dalam berbagai firman-Nya Dzat Maha Suci Tuhan/Allah selalu mengisaratkan, bahwa Dzat Maha Suci Tuhan/Allah mengetahui apa-pun yang dikerjakan manusia, yang besar atau kecil bahkan yang nampak ataupun yang tidak nampak.

Karena tiga unsur suci tertanam dalam diri manusia, ketiga unsure ini yang menjadikan manusia sangat istimewa dan sempurna jika dibandingkan mahluk lainnya, tidak kah Anda-Anda tersentuh sadar lalu segera berTaubat dan berIman hanya kepada-Nya saja...?!

Apa saja keistimewaan ketiganya yang melekat pada manusia tersebut...?!

Jika manusia pandai memanfaatkan ketiga keistimewaan yang diberikan ini, maka manusia itu akan mampu menjadi apapun yang diinginkan Dzat Maha Suci Tuhan/Allah terjadi atas dirinya.

Seluruh organ tubuhnya akan bergerak hanya karena Dzat Maha Suci Tuhan/Allah dan atas kehendak Dzat Maha Suci Tuhan/Allah semata. Dzat Maha Suci Tuhan/Allah berfirman;
“Tidaklah seorang hamba-Ku mendekati-Ku dengan terus menerus bersikap taat kecuali Aku akan mencintai-Nya dan jika Aku mencintainya maka Aku akan menjadi telinganya yang dengannya dia mendengar dan menjadi lidahnya yang dengannya dia bicara dan menjadi tangannya yang dengannya dia menggenggam”

Apakah dengan ini masih kurang...?!
Silahkan di pikir dan di renungkan dengan sadar, agar supaya bisa menyadari apa yang sudah saya uraikan dengan tanpa tedeng aling-aling diatas.

Saya Wong Edan Bagu.... Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Toso Wijaya. D
Lahir: Cirebon Hari Rabu Pon Tanggal 13-08-1959
Alamat: Gubug Jenggolo Manik.
Oro-oro Ombo. Jl. Raya Pilangrejo. Gang. Jenggolo. Dusun. Ledok Kulon. Rt/Rw 004/001. Desa Pilangrejo. Kecamatan. Juwangi. Kabupaten. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Posting Komentar