Mengenai Saya

Foto saya

Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu dari saya untuk semuanya tanpa terkecuali. Perkenalkan Saya... Dengan Nama asli: Toso Wijaya. D.  Nama Lahir saya: Djaka Tolos. Dan Akrab di panggil Wong Edan Bagu atau WEB dalam dunia Spiritual Laku Ketuhanan. saya lahir di lereng gunung ciremai Cirebon jawa barat. Pada hari Rabu Pon, tgl 13/08/1959, Anak kedua dari empat bersaudara, yang lahir dari kedua orang tua, Bapak Bernama: Matsalim dan Ibu Bernaman Dewi Arimi.  Mulai dari Nenek moyang hingga ke bapak ibu sampai ke saya sendiri. Kami Suka Berspiritual. artinya... suka mempelajari hal-hal yang ga'ib. Tapi bukan sembarang Ghaib, karena Ghaib yang saya pelajari, adalah Ghaib-Nya Dzat Maha Suci Hidup (TUHAN). Bukan yang lain.  Karena itu Sejak usia 9 tahun, saya sudah mempelajari ilmu-ilmu katikjayan, kususnya ilmu kanuragan dan ilmu jaya kawijayan Warisan dari para leluhur saya di telatah tanah pasundan. Sebagai bekal untuk mengembara dalam melacak jejak Dzat Maha Suci yang Gha'ib.  

Dan setelah melalui berbagai macan dan banyak lika liku proses kehidupan. saya berhasil menemukan intisari pati Laku Spiritual Hakikat Hidup yang sebenarnya, dari semua dan segalanya tentang Hidup dan Kehidupan BerTuhan... dan sejak itulah, saya berhenti mengembara dan berpetualang. Lalu menekuni secara Khusus/Istiqomah Laku Spiritual Hakikat Hidup. Yang pelajarannya saya dapatkan, dikala puasa ngebleng di goa singabarong pulau nusa kambangan cilacap jawa tengah,  yaitu,,. Wahyu Panca Laku. Cara untuk Mempraktekan Wahyu Panca Gha'ib, yang hanya mempelajari Hidup dan kehidupan serta Dzat Maha Suci Hidup, bukan yang lainnya... disamping terus belajar dan belajar, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saya... Karena saya tidak suka Neko-neko. Saya membuka Pengobatan dan Konsultasi Alternatif Tradisional, mempraktekan ilmu pengobatan spesialist Stroke. Dengan Cara Terapi Pijat Urut dan Jamu Herbal Ramuan Sendiri. Yang pernah saya Pelajari dari beberapa orang Guru saya... Dan semoga, apa yang saya lakukan ini. bisa dan dapat bermanfaat pada diri saya sendiri dan buat semua saudara-saudari saya tanpa terkecuali..... Itulah sekelumit tentang saya dan mohon maklumnya jika terkesan berlebihan; Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu dari saya untukmu sekalian... _/!\_

Rabu, 16 Agustus 2017

Semua Akan Indah Pada Waktunya

Semua Akan Indah Pada Waktunya:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Semarang Jateng. Hari Rabu. Tanggal 16 Agustus 2017.

Apapun alasannya dan siapapun dia, kalau sedang laku murni menuju suci. Suatu hari di dalam lakunya itu, akan mengalami suatu hal yang mungkin terjadi di luar kehendaknya, dan di saat seperti itu, lalu mempertanyakan hal-hal yang terjadi di luar kehendak itu.

Contoh;
Mengapa ini harus terjadi...?!
Mengapa Tuhan ijinkan aku mengalami semua ini...?!
Mengapa aku yang harus melaluinya...?!
Apa salahku, hingga aku harus mengalami hal ini...?!
Mengapa cobaan ini begitu berat...?!
Apa laku-ku tidak tepat...?!
Apa Doaku salah...?! Dll.

Para Kadhang Kinasihku Sekalian...
Jika ini terjadi pada dirimu, sadarilah dengan iman-mu, bahwa kita tidak sendiri. Baca baik-baik hingga selesai uraian saya di bawah ini. Dan saya akan mencotohkan diri saya sendiri.

Semua orang di dunia ini, termasuk saya sendiri dulu, pernah mengalaminya, tidak peduli dia sedang laku murni menuju suci atau tidak.

Ketika sesuatu yang buruk terjadi dalam kehidupan saya, tak henti-hentinya saya bertanya, dan menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi dalam hidup saya, serta mencoba mencari pembenaran atas diri saya.

Namun Tuhan diam. Tidak ada jawaban, tak ada tanda dari langit atau bumi, apalagi tepukan hangat di bahu atau suara lembut membisik di telinga. Tidak...!!!

Hingga suatu ketika, saya menyadari, bahwa benarlah adanya, bahwa hidup ini, adalah misteri Illahi.

Artinya, kita tak bisa memahami semua peristiwa yang terjadi. Ada kalanya, kita hanya diijinkan untuk menjalaninya tanpa perlu bertanya apa-apa.

Sebuah firman mengatakan; Tidak selembar daunpun jatuh tanpa kehendak-Nya.

Sebuah pepatah lama berbunyi; Segala yang tersembunyi adalah milik Tuhan. Dan segala yang terbuka, dinyatakan adalah urusan kita.

Para kadhang kinasihku sekalian...
kita tidak perlu mengerti semuanya. Kita tidak perlu memahami semuanya.

Jika Tuhan tidak menyatakannya, biarlah hal itu tetap jadi misteri-Nya. Biarlah hanya Dia yang tahu, mengapa semuanya harus terjadi.

Kalau toh Dia tidak menjawab, tetap saja Dia tidak berhutang penjelasan apapun pada kita, karena kita hanyalah ciptaan-Nya.

Bagaikan tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah Tuhan berhak melakukan apapun tanpa perlu menjelaskan maksud dan rencana-Nya dalam hidup kita di kehidupan ini.

Pernah naik kapal terbang..?! Atau...
Pernahkan naik kapal laut...?!

Kalau Pernah...
Apakah Anda harus kenal dengan pilotnya sebelum penerbangan...?!

Apakan Anda harus kenal sang nahkoda sebelum memutuskan untuk berlayar...?!

Tidak, bukan...?!
Mengapa demikian...?!

Karena kita yakin, sang pilot atau nahkoda, tidak akan salah arah.
Sebelum menerbangkan kita, dia pasti punya jam terbang yang cukup tinggi, sehingga dianggap mampu untuk menghadapi keadaan apapun di udara.

Bukankah demikian Tuhan kita itu...?!

Kenapa kita harus tahu semua jawaban...?!

Kenapa kita harus memahami semua...?!

Serahkan Sajalah segala kekuatiranmu itu kepada-Nya...!!!
Pasrahkan Sajalah semua ketakutanmu itu kepada-Nya...!!!

Karena DIA yang memelihara kita. Tuhan lebih dari sekedar pilot atau nahkoda berpengalaman manapun. Bahkan samudera dan badai pun diam dalam hardikan-Nya.

Jalankan saja IMAN-mu (Wahyu Panca Laku-ku)
Membersihkan Hati dari noda, lalu merawat dan menjaganya agar tidak ternoda lagi, itulah urusan kita.
Kelak, pada saatnya, kita akan mengerti, bahwa semua indah pada waktu-Nya.

Sekarang mungkin Para kadhang belum mengerti, karena belum bertemu dengan Sang Guru Sejati, tapi tidak apa. Jalani saja tanpa bertanya. Namun saat nanti, jika sudah berhasil menemui Sang Guru Sejati. Apapun itu, akan dinyatakan kepada kita, dengan penuh Cinta Kasih Sayang.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
http://facebook.com/tosowidjaya
www.wongedanbagu.com

Jumat, 11 Agustus 2017

Benar dan Baik itu, relatif:


Benar dan Baik itu, relatif:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Semarang Jateng. Hari Kamis. Tanggal 10 Agustus 2017.

Para kadhang Kinasih,,, Tahu tidak..?! Tentang apa penyebab konflik terbesar diseluruh dunia...?!
Penyebab Konflik Terbesar di seluruh dunia, terutama pada diri pribadi kita. Adalah Benar dan Baik.
Perang dunia I dan II dll, terjadi karena masing masing membela apa yang benar bagi mereka.
Konflik keagamaan, kebudayaan, kepercayaan, bahkan jabatan, juga terjadi karena masing masing membela apa yang benar bagi mereka.

Anda berantem sama pacar Anda. Anda bertengkar dengan istri Anda. Anda berduel sama teman Anda. karena masing masing merasa benar. Begitu juga dengan yang di sebut Baik.

Ketika tulisan saya tidak menyinggung ego Anda, ketika saya menulis hal-hal yang sependapat dengan Anda, menampilkan photo rapi dan ganteng. Anda pasti mengatakan saya Baik.

Akan tetapi, ketika saya menulis hal-hal yang Anda tidak setujui, bahkan tulisan saya menyerang ego Anda, apa lagi dengan photo yang telanjang dan jelek, spontan Anda katakan saya tidak Baik.
Ketika seorang maling ayam, mencuri seekor ayam dari tetangganya, menurut dia, adalah Baik, buat si maling, tapi Tidak benar dimata hukum.

Ketika seorang pelacur menjajakan tubuhnya kepada hidung belang, menurut mereka adalah baik, buat si pelacur (karena mendapatkan uang tidak dengan mencuri atau menipu) dan bagi si hidung belang (Karena mendapatkan tubuh mulus), tapi Tidak Benar menurut norma hukum agama dan negara serta susila di masyarakat.

Masih banyak lagi benar dan baik penyebab konflik lainnya, yang intinya, inilah yang dibela sampai titik darah penghabisan oleh hampir semua orang di dunia.

Setiap Benar atau Kebenaran, adalah relatif. Begitupun dengan yang disebut Baik atau Kebaikan.
Tergantung dan Bergantung cara dan sistem melihat atau memandangnya dari sudut subyek yang mana.

Andai saja semua orang tahu, bahwa yang di sebut Benar dan yang bilang Baik itu adalah relatif. Tergantung dari sudut pandang siapa dan Bergantung dari sudut pandang mana. Wow....
Coba renungkan dengan kesadaran nalar logikanya kita....
Apa jadinya, ketika konflik terjadi, dan mereka sadar bahwa yang sedang mereka bela hingga titik darah penghabisan itu, adalah sebuah kerelatifan belaka.

Yupzzzz....
Sejak kapan sih, kita harus tau. Mana yang benar mana yang salah...?!
Mana yang baik mana yang jahat...?!
Mana yang sukses mana yang gagal...?!
Kenapa hal-hal ini selalu ada pasangannya...!?
Apakah mutlak itu juga ada pasangannya...!? Ada lawan katanya...!?
Anda akan Terjebak lamaaaaa.... Dalam Permainan Catur Dunia ini. Jika tidak BerWahyu Panca Laku (iman). He he he . . . Edan Tenan.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
http://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com
http://facebook.com/tosowidjaya

Minggu, 06 Agustus 2017

RAHASIA DI BALIK KAMA SUTERA:

RAHASIA DI BALIK KAMA SUTERA:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Hari Minggu. Tanggal 6 Agustus 2017.
PERINGATAN (Artikel ini Khusus Untuk Dewasa dan Sedang menjalankan Laku Spiritual - Mohon dibaca dengan seksama hingga selesai. Supaya tidak gagal Paham)

1. SIROLAH-Perjalanan dari makhluk menuju Tuhan;
Para Kadhang kinasih dan Sedulurku sekalian. Ketahuilah, manusia di sunahkan untuk hidup berdampingan dengan lawan jenis, alian lelaki dan wanita bin suami istri. Bukan hanya untuk berevolusi saja, bikin anak atau melampiaskan nafsu atau memuaskan syahwat atau berseks ria, sebab itu dan karena itu, jika pasangannya tidak cantik tak usa,,,ya, kalau pasangannya tidak tampan,,, kelaut ye. Heeemmmm...

Hubungan Seks bukan hanya Hubungan Biologis, tetapi Melibatkan Mental-Emosional, bahkan ada Peran Tuhan secara langsung dibaliknya. Hewan melakukan hubungan seks, karena instink hewaninya, karena dorongan fisik hewaninya, karena kebutuhan biologis hewaninya. Yang terjadi,,, sepenuhnya interaksi fisik hewan. Lain dengan manusia, yang menyandang gelar sebagai mahluk paling sempurna di banding mahluk lainnya.

Serendah-rendahnya kesadaran manusia, keinginan dia untuk bersenggama, untuk ngeseks, tidak semata-mata karena kebutuhan biologis. Selain fisik, terjadi pula interaksi mental-emosional antara Dzat Maha Suci dan Hidup yang berada di dalam fisik tubuh manusia.

Bila seseorang bisa melakukan hubungan seks, tanpa keterlibatan mental-emosional, dia tidak lebih baik dari hewan. Dia masih bersifat hewani. Bahkan, kendati suka-sama-suka, senang-sama senang, bila sepasang anak manusia naik ranjang, dan langsung melakukan hubungan seks. Mereka tidak lebih baik dari sepasang ayam atau sepasang anjing, apa lagi ngeseksnya di bawah pohon pisang, dan meniru gaya hewan, gel,,,hewan-lah. Maksimal Interaksi yang terjadi, hanyalah antara badan dan badan, sama seperti hewan-hewan itu.

Ingin mengenal guru sejati, agar supaya bisa makrifatullah, mengenal, mengerti, memahami dan mengetahui Dzat Maha Suci Tuhan, seperti yang di firmankan di dalam kitab-kitab, apapun nama kitabnya, jangan harap bisa, apa lagi sok aku, hanya karena hapal doanya, hadistnya, firmanya, ayatnya dan tahu caranya. Kalau seksnya tidak ubahnya hewan.

Seorang pelaku spiritual, khususnya hakikat hidup, termasuk saya. Buka berati tidak butuh seks, atau tidak ingin seks, atau menghindari seks. Bukan... sama sekali bukan. Hanya saja, bagi seorang palaku spiritual hakikat hidup, seks, bukanlah hal yang penting lagi, sudah bukan yang utama lagi, karena yang utama dan penting bagi seorang pelaku spiritual hakikat hidup. Adalah Guru sejati alias Rasul Bin Hidup, karena dengan Mengetahui guru sejati, bisa mengetahui Dzat Maha Suci seluruhnya.

Kalau harus ngeseks, maka cara seks-nya, bukan seks hewan, melainnya seks-nya manusia hidup yang berIman. Dia akan mencari waktu yang tepat untuk melakukannya, lalu bersepakat dengan pasangannya, lalu mandi terlebih dahulu, diawali dengan doanya, lalu berpakaian rapi dengan menggunakan wewangian yang nyaman, lalu bersemedi/ bersembahyang, lalu menemui dan menghampiri pasangannya, lalu mengucapkan salam, lalu berdoa bersama, laku bercumbu, baru,,, ngeseks. Di sepanjang proses ngeseksnya. Masing-masing kesadarannya terkontrol, mereka tidak lupa Tuhan, hanya karena seks tersebut, Tuhan tetap ada di dalam hatinya, dari awal hingga akhir proses seks, klimax/orgasme, sesudahnya, berdoa lagi, lalu mandi lagi, lalu bersemedi/bersembahyang lagi. Sehingganya; Selesai ngeseks. Selesai pula semua permasalahan dalam kehidupan rumah tangganya di Dunia.

Itulah kenyata’an yang saya ketahui sa’at Praktek Laku Spiritual Hakikat Hidup di TKP, dan Bukan-kah di dalam agama yang kita anut, juga mengajarkan seperti itu...?!   

Para Kadhang kinasih dan Sedulurku sekalian...
Jaga dan memperbaiki kehidupan seks kalian, kalau memang benar ingin mengetahui guru sejati, supaya bisa mengenal dzat maha suci secara sempurna (kalau memang benar ingin-inna lillaahi wa inna ilaihi rojiun). Jika tidak... Jangankan guru sejati bin dzat maha suci alias inna lillaahi wa inna ilaihi rojiun. Surga Neraka saja, tidak akan kalian peroleh. Sekalipun amal ibadahmu baik dan setinggi gunung, sungguh saya telah membuktikan. Dan buktinya tidak akan bisa, karena kita bukan manusia, melainkan hewan, yang tidak memiliki guru sejati untuk menuju sempurna.

Senggama antara suami-isteri (pasangan jenis atau lawan jenis atau sesama jenis bahkan non jenis), antara sepasang anak manusia khsusunya, harus melibatkan seluruh kesadaran mereka. Interaksi fisik saja tidak cukup. Belum cukup. Harus terjadi interaksi mental-emosional. Harus ada kesadaran murni dalam cinta kasih sayang antara mereka. Harus ada rasa tanggung jawab lahir bathin dan dunia akherat.

Tidak bisa berhubungan seks dengan siapa saja, di mana saja dan kapan saja. INI Terlepas dari hukum agama dan negara, seks semacam itu, hanya membuktikan bahwa anda masih dikuasai oleh instink-instink hewani. “Anda belum cukup manusiawi” Jadi, sehebat apapun bahasa pengetahuan spiritual Anda. Anda masih belum apa-apa dan bukan apa-apa “MAAF”  melainkan hewan-hewan yang keluar dari hutan belantara, lalu terjebak di tengah kota asing.

2. DATOLAH-Perjalanan bersama Tuhan di dalam Tuhan;
Al-Kisah...
Bhandasura dan Pasukannya. Berniyat mengeringkan Cairan Tubuh Manusia. Ketika kerajaan sudah mapan, Bhandasura mengadakan pertemuan dengan kedua saudara dan para menterinya. Bhandasura berkata:

Dewa adalah musuh kita, selama Kamadeva masih hidup, mereka meneruskan garis keturunan dengan baik. Mereka juga telah menikmati banyak kesenangan, karena adanya kama (nafsu).

Kini keberuntungan ada di pihak kita. Kita lahir dari abu Kamadeva. Para dewa kini tengah berupaya untuk melahirkan Kamadeva, dan peristiwa itu jangan sampai terjadi. Mari kita membunuh para dewa.

Akan tetapi, jika kita masih dalam bentuk seperti ini, kita sulit untuk menang. Mari kita mewujud sebagai angin/udara, dan memasuki tubuh mereka.

Setelah masuk ke dalam tubuh mereka, kita keringkan cairan tubuh mereka, terutama air maninya. Jika air mani tersebut mengering, maka mereka tidak bisa meneruskan keturunan, mental-emosional mereka tidak berkembang, dan juga kekuatan mereka berkurang secara otomatis!” Seluruh komandan balatentara asura bersorak dengan penuh sukacita atas ajakan Bhandasura.

Semua Makhluk Kehilangan Gairah. Bhandasura dan pasukannya kemudian mulai memasuki kepala para dewa dan mengeringkan otak mereka. Mereka juga merasuk ke dalam wajah dan merampok kecantikan dan ketampanan para dewi dan dewa. Semua pria dan wanita di surga, menjadi mandul dan menjemukan. Selain itu, para dewa-dewi juga kehilangan rasa cinta kasih sayang. Bahkan tanaman dan hewan pun, mulai mengalami nasib yang sama. Vishukra bersama rombongannya turun ke bumi,  dan orang-orang di bumi, berhenti tersenyum.

Penduduk bumi kehilangan rasa kebahagiaan dan rasa hormat, menjadi seperti batu yang tidak memiliki kehidupan dan rasa perasaan. Vishanga bersama rombongannya memasuki Rasaatala dan menciptakan keadaan serupa, dari lima elemen alami.

Tanah adalah kombinasi dari semua elemen, sedangkan ruang adalah tempatnya kehidupan, sehingga elemen yang pengaruhnya sangat besar adalah air, api dan angin. Ketiga elemen tersebut membentuk “ rasa ”, cairan kehidupan. Rasa adalah awal keberadaan kehidupan. Rasa membentuk darah. Darah membentuk daging. Daging membentuk tulang. Tulang membentuk sumsum. Sumsum membentuk veerya (sperma/ovum). Dari veerya datang Kanti (cahaya), Utsaaha (antusiasme), Ullasa (kebahagiaan), Dharma (kebenaran), Daya (cinta kasih-sayang), Preeti (cinta), Buddhi (kemapuan intelegensia), Vikasa (pembangun), Parakrama (keberanian), Shastra Vijnana (pengetahuan), Kala Asakti (seni), Soundarya Drishti (ketepatan kecantikan) dan lain-lain.

Pada tumbuhan; Rasa meningkatkan energi api yang berupa potensi di dalam tumbuhan. Energi api menghasilkan bunga dan buah-buahan. Karena berpotensi api, maka kayu kering akan cepat terbakar. Veda mengatakan bahwa makhluk mengalami kebahagiaan jika “rasa” itu hadir.

Bhandasura memahami hal ini. Para asura di bawah pimpinan Bhandasura masuk ke dalam semua makhluk dan mengeringkan “rasa”. Bahkan matahari, bulan dan bintang telah kehilangan kecemerlangannya. Demikian Vasanta menyampaikan penjelasan kepada Dewi Rati, dan kemudian mengatakan bahwa sudah semakin dekat waktu Kamadeva hidup kembali. Dewi Rati segera bertapa dengan tekun.

Yang Menghuni Penciptaan tetap Kena Pengaruh. Mengalami bencana tidak punya gairah diri, Brahma dan semua dewa menghadap Sri Vishnu. Kata Viṣhṇu berasal dari Bahasa Sanskerta, akar katanya vish, yang berarti “menempati” atau  “memasuki” atau “mengisi”, dan mendapat akhiran nu. Kata Vishnu kira-kira artinya sebagai berikut; “Sesuatu yang menempati segalanya”.

Adi Shankara dalam Vishnu Sahasranama, mengambil kesimpulan dari akar kata tersebut, dan mengartikannya sebagai “yang hadir dimana pun”. Mereka menemui Sri Vishnu yang berada dalam keadaan sushupti “deep sleep”.

Vishnu berkata kepada para dewa;
Ini semua adalah permainan jahat Bhandasura. Kita semua adalah causal body, dan walaupun Saya, Brahma dan Shiva mewujudkan penciptaan, kami masih terpengaruh oleh Bhandasura, karena kami masih menghuni penciptaan. Akan tetapi ada yang berada di luar manifestasi penciptaan, dia disebut Maha Shambhu dimana Parashakti terus-menerus mendampinginya. Dia tanpa bentuk, tidak tergantung dan tidak berubah. Dia tidak akan dapat dipengaruhi oleh Bhandasura. Mari kita semua menghadapnya...!!!!!!!

Lalu Para dewa memasuki Chinmaya Akasha yang bebas, murni dan bebas dari lima elemen alami. Dan mereka melihat Maha Shambhu dan Parashakti.

Maha Shambhu atau dikenal sebagai Adi Shiva adalah perwujudan dari kesadaran tertinggi. Para dewa melihat wujudnya menyerupai Shiva, memiliki tiga mata, kapala tengkorak di satu tangan dan trisula di tangan yang lain. Mereka melihat Maha Shambhu tersenyum dan mengatakan, “Walaupun tak berwujud, aku sengaja mewujud menyerupai Shiva agar dikenali kalian semua.”

Maha Shambhu berkata;
Aku paham mengapa kalian ke sini. Ada tiga macam pralaya dalam kehidupan ini; 1. Avaantara Pralaya, 2. Maha Pralaya, 3. Kama Pralaya, dan Aku bertanggung jawab menyelamatkan dunia dari Maha Pralaya.

Vishnu bertanggung jawab menyelamatkan dari Aavantara Pralaya, Lalita Parameshvari yang akan menyelamatkan dunia dari Kama Pralaya. Ketiga macam Pralaya berlangsung dalam pola siklus dalam setiap Kalpa. Kama Pralaya atau Kaamika Pralaya, telah terjadi karena matinya ‘Kama’ dan tindakan Bhandasura mengeringkan rasa. Hanya Lalitha Devi yang dapat menyelamatkan situasi saat ini. Oleh karena itu, berlindunglah dalam dirinya. Mohon Dia untuk membantu kalian.

Mendengar ini, para dewa tidak tahu harus berbuat apa, dan mohon Maha Shambhu untuk mengajari mereka, tentang bagaimana meminta bantuan Parashakti. Maha Shambhu menjelaskan bahwa mereka harus mengadakan acara ritual Maha Yaga, sebuah ritual pengorbanan lewat api. Pada saat api tersebut menyala, mereka semua harus meloncat ke dalam api. Mereka harus memiliki pengabdian mutlak. Para dewa, selanjutnya melakukan acara Maha Yaga, dan mereka semuanya meloncat ke dalam api persembahan.

Selanjutnya Parashakti Lalita Parameshvari mencipta Parambrahma (Brahma Yang Besar) dengan nama Kameshvara. Lalita Parameshvari atau sering disebut sebagai Bunda Ilahi atau Bunda Tripurasundari adalah “aku”-nya. Kameshvara adalah nama lain dari Paramashiva (Shiva Yang Besar). Bunda Ilahi menciptakan kembali seluruh alam semesta, dan membuat Kamadeva hidup kembali. Lalitha Parameshvari memiliki empat senjata. Yaitu; Ikshu Dhanus, busur dari batang tebu, disebut Pushpa Banas, anak panah dari lima macam bunga, Paasha, tali pengikat cinta kasih sayang, dan Ankusha (alat pengait gajah).

Bila dewa lain hanya memberikan blessings dengan lambang satu telapak memberi anugerah, maka Bunda Lalitha langsung bertindak dengan senjata di semua tangan untuk membantu devotinya.

Bhandasura dan Pasukannya dikalahkan Bunda Lalitha Devi beserta Pasukannya.
Demikianlah yang terjadi, Bunda Lalitha Devi (Dia yang bangkit dari api pengetahuan dan kebenaran sejati) mengalahkan “Bhandasura” (sifat “keterikatan” dalam diri). Balatentara Bunda Ilahi, membunuh Vishanga, saudara Bhanda yang merupakan keinginan untuk hal-hal yang bersifat fisik. Balatentaranya juga membunuh Vishuka, saudara Bhanda yang merupakan personifikasi dari “ignorance” ketidaktahuan. Bunda Tripurasundari atau Parashakti, adalah yang mencipta Ganesha, penghancur rintangan untuk memusnahkan hambatan “penundaan” yang dibuat oleh Vishuka.

Para Kadhang kinasih dan Sedulurku sekalian...
Itulah sejarah tentang Sperma. Itulah kisah soal mani. Hasil dari pengetahuan spiritual saya di TKP. Sperma/mani itu, yang ada di dalam diri seorang lelaki, yang disebut liquid energy. Inilah energi yang paling murni dan paling dahsyat. Energi ini pula yang membuat manusia menjadi kreatif. Sperma/mani/liquid energy yang berada di dalam tubuh manusia lelaki yang masih diberkahi/diberkati Hidup ini, yang mungkin Anda sia-siakan di setiap waktu dan tempat.  

Melakukan Segala Sesuatu Sebagai Persembahan kepada Bunda Ilahi, akan menolong mereka, yang berkarya tanpa pamrih, yang melakukan segala sesuatu, sebagai persembahan/pengabdian. “Bukan aku, bukan aku!” Yang mempersembahkan, yang dipersembahi, dan persembahan itu sendiri adalah Dia.

Dari pagi hingga malam, sejak matahari terbit hingga matahari terbenam, sejak membuka mata, hingga memejamnya, menyangkut hal-hal kecil dan sepele, hingga kegiatan-kegiatan besar dan penting, lakukan itu sebagai persembahan/pengabdian. Bukan saja makanan dan minuman, tetapi bacaan, pikiran, rasa, perasaan… persembahkan semuanya kepada DIA…

Namun sebelumnya, bertanyalah kepada diri sendiri, “Patutkah kupersembahkan semua itu kepada-Nya...?! Bila kita belum memiliki cinta kasih sayang sebagai seutuhnya manusia hidup (seks hewani) Heeemmmm... jawabannya, ada pada diri Anda sendiri, sebab, yang mengetahui sistem ngeseks Anda. Ya Anda sendiri.

Persembahkan apa yang Anda miliki, termasuk segala kebencian yang selama ini bersarang di dalam hati Anda, lalu dengan jujur berucap. Ya Tuhan,,, hanyalah ini yang kumiliki. Tak ada sesuatu lain yang berharga. Tak ada sesuatu apa pun lagi yang kumiliki, berkenanlah untuk menerima apa yang kumiliki ini. Dan, Anda pun akan kaget sendiri, bahwa dalam kejujuran itu, kebencian Anda seketika berubah menjadi cinta kasih sayang.

3. SIPATOLAH-Mengalami Tuhan/bersama;
Seks adalah sesuatu tindakan yang magis . Sebab pada hakikatnya, perilaku seks adalah mengelola energi universal, energi alam dan energi individu. Ketika kita berbicara tentang seks yang mistis, kita berbicara tentang pengetahuan menggunakan energi seksual dalam diri kita, agar mampu kita menej untuk bersatu dengan Ilahi (manunggal). Ada beberapa gembox dalam hal ini, yang selama ini di ingkari oleh hampir semua manusia, karena alasah hina dan memalukan, dan kunci untuk mengetahui gembox itu, Adalah,  mengakui bahwa kita adalah seks.

Rasa dan Perasaan seksual itu, bukan sesuatu yang terpisah. Seks adalah diriku dan diriku adalah seks. Marilah kita kaji hubungan intim antara seksualitas dan ekstase mistik ini dengan iman. Kesenangan seksual sesungguhnya selalu bersifat ruhani. Tetapi budaya kita telah menyempitkan makna seks itu ke satu tindakan reproduksi, mekanistis, kadang-kadang hanya untuk menuruti hasrat kelamin saja, dan sangat sedikit kasus, dengan kenikmatan yang luar organik, hingga mencapai tahap emosional, dan seterusnya.

1. Bagi orang-orang awam. Seks adalah reproduksi, mekanistis. Kuncinya adalah bagaimana caranya agar dianggap syah oleh lingkungan dan bangsa serta segaranya, supaya tidak di anggap kumpul kebo atau zina.

2. Bagi orang-orang awam yang ingkar. Seks adalah pelampias/pemuas syahwat/nafsu kelamin. Kuncinya adalah bagaimana mampu menghadirkan Tuhan di dalamnya. Kuncinya adalah bagaimana mendapatkan pasangan yang cantik/tampan dan seksi/gagah serta 123456789 jumlahnya jika masih kurang memuaskan servisnya.

3. Bagi kalangan spiritual. Seks adalah pengabdian, ibadah, dan kepasrahan. Kuncinya adalah bagaimana mampu menghormati dan menghargai serta berEtika di dalamnya.

4. Bagi para mistikus, seks adalah seni, puisi, musik, ekstasi. Kuncinya adalah bagaimana mampu mengelola energi seksual. Dalam energi itu, terletak wujud citra diri ideal. Maksudnya; Kepribadian seorang manusia lelaki dan wanita yang sempurna.

5. Bagi orang-orang suci, khususnya pelaku hakikat hidup. Seks adalah laku spiritual untuk bersua dengan Shang Hyang Dzat Maha Suci. Kuncinya adalah sebagaimana mampu kesadarannya, menguasai diri secara lahir bathin, dalam mengelola energi untuk menghadirkan dzat maha suci, sejak awal proses hingga akhir prosesnya.

Banyak dari kita sudah tahu, bahwa seks itu, sebenarnya sesuatu yang harus disinari dengan kebijaksanaan. Di dalam hubungan seks, sering terjadi pengalaman yang ajaib, mistis dan artistik. Kita bisa mulai menghargai keindahan tubuh pasangan sebagai manifestasi Kemaha sempurnaan Ilahi, sebagai ungkapan dari batin yang terdalam. Lelaki/Wanita kita menghadirkan Tuhan di dekat kita. Dan Tuhan akan mengekspresikan kekuatan internal bahwa manusia ada dalam jangkauan-Nya.

Kesenangan seksual pada hakikatnya, adalah momen terbesar yang intensif, yaitu saat ruh kita dan Ilahi menyatu dalam manifestasi fisik. Pengetahuan tentang seks yang magis ini, dalam sejarah telah diajarkan secara rahasia di tempat-tempat ibadah. Oleh sebab itu, seks adalah merupakan sebuah laku yang menekankan pentingnya eksistensi subjek, dan yang harus ditangani secara serius agar dapat mencapai kesempurnaan.

Sangat disayangkan bila seks hanya dimaknai secara fisik biologis belaka. Bila ini terjadi, kita hanya menjadi pesenam seks. Seks sejati adalah laku spiritual memasukkan kebersihan hati kedalam kepekaan batin, untuk saling merangsang pintu-pintu energi supranatural.

Untuk melakukan seks yang bermutu tersebut, kita harus mengubah cara kita berpikir dan merasa. Manusia modern, dan khususnya yang tinggal di Barat, perlu memodifikasi struktur pemikirannya, yaitu rasa dan perasaan, untuk masuk ke dalam dunia hati dan batin, di mana terletak hakikat pengetahuan dan pengalaman langsung untuk bermesraan dengan Ilahi.

Pengalaman langsung tidak memerlukan evaluasi, atau argumen, tidak memihak, tetapi integrasi sistem ruhani kita. Ide yang absurd bila hubungan seksual hanya linier, di mana masing-masing pasangan mencari sesuatu yang disebut ORGASME. Tapi yang perlu diingat bahwa sesungguhnya momen kegembiraan terbesar dalam pengalaman seks, adalah mencapai yang tidak terbatas, dan yang tidak bisa dimaknai oleh kata-kata.

Inilah kenikmatan seksual sesungguhnya. Ecstase adalah pengalaman berkomunikasi dengan sesuatu yang mistis dalam satu waktu. Seks dan Ekstase adalah dua sisi dari hal yang sama. Energi yang diproduksi ekstasi seksual, adalah sama dengan energi yang mengarah pada ekstase mistik.

Energi seksual, adalah gambar/esensi/lukisan kesempurnaan kita, sebelum wujud kita di cetak,  sebagai manusia yang dalam tradisi mistik Kabbalah disebut “Adam Kadmon atau Asma Sejati.” Sehingga sangat bijaksana bila kita tidak membuang percuma energi seksual, dan memaknai seks sebagai bentuk kendaraan batin menuju ke yang lebih tinggi, hingga tumbuh kesadaran dari dalam tubuh bagian dalam kita, (hati dan batin kita atau ruh dan Ruh kita).

Setelah mengetahui dan memasuki tubuh batin ini, seorang yang bermain seks akan memasuki dimensi universal kehidupan umat manusia secara keseluruhan, yang sama sekali tak dikenal sebelumnya. Namun kristalisasi manusia baru ini, adalah semua ciptaan, ciptaan yang menyerupai pembentukan alam semesta, karena kita adalah alam semesta.

Pengalaman seksualitas sebagai penggabungan ruh menjadi satu Ruh dengan pasangan kita, memungkinkan kita untuk bergabung dengan “ hati dan bathin” / rasa pangrasa Tuhan. Yang Maha Bathin. Kita akan terbang menuju alam keabadian. Kuncinya adalah tidak hanya mengelola dan menyalurkan energi ke dalam prosenya, tetapi membutuhkan kondisi yang berbeda dari pikiran sehari-hari. Yaitu kesadaran murni.

Jadi kita beralih sebentar untuk bicara tentang perubahan memaknai kembali pikiran dan perasaan. Karena hal ini juga, mensyaratkan bahwa kita mencintai, mengasihi dan menyayangi pasangan kita, bukan karena perlu klimax atau butuh argasme, sehingganya, di dalam proses ada rasa salin menghormati dan menghargai pasangan (tidak egois atau menang sendiri atau cari enak sendiri), karena seks bukan senam seksual. Bukan ajang atau arena untuk beratraksi menunjukan kejantanan atau kewanitaan.

Dalam khasanah Yoga, berhubungan seks, berarti kita sedang bekerja sama dengan “ular suci dan Ibu Kundalini”, yang bersemayam di dalam tulang ekor, cakra dasar, sehingga kita merasakan panggilan dari Yang Maha Mutlak untuk memanunggalkan Kawulo lan Gusti.

Jadi kita perlu menekankan, bahwa seks tidaklah melepas energi seksual secara gegabah. Seks bukanlah hanya memasukkan alat kelamin ke pasangan, dengan beraneka ragam gaya,  sebagaimana pandangan orang Barat, yang tidak meyakini adanya ruh dan Ruh, tidak yakin adanya Tuhan. Jadi tidak salah bila disebut bahwa orang Barat sebenarnya tidak mengetahui apa hakikat orgasme. Yang mereka ketahui hanyalah perasaan menyenangkan pasca-orgasme. Tapi tidak semua orang barat seperti itu. Buktinya... ada Buku Bimbingan Laku Spiritual Hakika Hidup “Kunci The Power” karya saya. Tersebar di Barat sejumlah hampir tiga ratus buku. Sejak awal hingga sekarang, kalau setiap pemegang buku menyampaikan kelainnya sepuluh orang saja, atau lebih... berati sudah banyak jumlahnya.

Sementara bagi orang Timur seperti kita, yang percaya adanya Tuhan, maka tidak salah bila dikatakan bahwa seks tidak boleh hanya di maknai sebagai berejakulasi/orgasme/klimax saja, melainkan harus menjaga dan mempertahankan air mani, jika harus keluar, tidak di sembarang waktu dan tempat, caranyapun dengan laku spiritual/iman, bukan dengan pengalaman nonton vidio seks. dan yang lebih penting lagi, adalah sikap internal hati dan external bathin kita, yang memungkinkan kita, menggabungkannya dengan semua unsur di alam semesta...

Mengubah air mani menjadi energi laku spiritual yang kreatif, menghaluskan, memperkokoh tulang belakang, mengisi aura dengan percikan bunga api Ilahi, untuk memulai proses penciptaan alam semesta. Pengaturan seks dengan kesadaran murni ini, membawa kita untuk mengkristalkan tubuh astral agar bercahaya. Bukan-kah Agama-Agama yang kita anut selama ini, juga mengajarkan aturan atau tata kramanya orang bersetubuh/senggama...?!

Tubuh astral yang saya maksud di atas, atas tengah dan bawah badan kita ini, sudah merupakan desain kodrat energi seksual pada diri manusia, sebab itu, ketika alat kelamin terbangun, maka kita telah memulai regenerasi dan pembentukan badan astral tersebut. Dalam sebuah tindakan seksual, masing-masing mitra gaib ini, menjadi magnet. Pleksus adalah beban yang kemudian akan meningkatkan pertukaran sentuhan. Pentingnya mencapai eksitasi, agar kita mampu menghaluskan jiwa, dan membuka pikiran ke kuasa hidup kita pada dzat maha suci, sehingga Dia mulai mengisi energi bathin pada masing-masing pasangan.

Pembukaan emosional yang sempurna, maksudnya berbungkus kesadaran murni, akan menempatkan hubungan seks yang menggairahkan. Ini adalah pintu gerbang ke alam surga. Rasa dan Perasaan ini, adalah makanan ruhani dan kebutuhan jiwa kita, yang akan menjadi energi terbesar menghadapi kehidupan di alam nyata.

Seseorang harus mencapai orgasme saat melakukan hubungan seksual, tak kenal lelah dengan di dahului dengan rangsangan refleks belaian, penuh kesadaran cinta kasih sayang dan  kelembutan iman.

Pemeliharalah hal ini dan singkirkan pikiran seks yang seperti hewan. Pertahankan seks sebagai hal yang murni spiritualitas, layaknya tindakan seks itu adalah sebuah upacara keagamaan yang sejati. Inilah pengetahuan saya tentang seks yang batiniah, yang berhasil saya dapatkan, saat berpetualang tempo dulu. Seks magis antara suami dan istri, di dasarkan pada unsur potensi seks. Ada hormon paten atau vitamin yang diperlukan untuk hidup, tapi benar rasa perasaan kau dan aku, dan oleh karena itu, pertukaran yang paling baik, adalah adanya pertukaran rasa afektif erotis, antara lelaki dan wanita.

Memang seseorang awalnya cukup kesulitan belajar Seksual Magis seperti ini, seperti halnya saya dulu. Dulu,,, untuk memperoleh ilmu pengetahuan super rahasia ini, berbagai seks pernah saya lakukan, mulai dari pasangan jenis, sesama jenis, hingga yang bukan sejenis, seperti onani, hayal, bahkan dengan hewan. Sungguh Tidaklah mudah belajar tentang seks magis atau seks murni. Tapi bukan berati Anda harus meniru masa lalu lelaku saya lo... Bukan. Ini hanya sekedar info sebagai penambahan wacana pengetahuan anda, anda tak perlu meniru saya, karena anda memiliki laku pribadi sendiri. 

Jadi... Cukup Dengan Wahyu Panca Ghaib yang di Jalankan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku. Yang Artinya dan Maksudnya. Membersihkan Hati dan kelamin pless menjaganya. Selesai... Tidak perlu neko-neko dan macem-macem seperti lelaku saya dulu, sewaktu masih dalam proses pencarian. Cukup saya saja. Semuanya sudah saya tebus. Panjenengan tinggal membersihkan hati dan kelamin, lalu menjaganya dengan Wahyu Panca Ghaib yang di Jalankan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku.

Ketikan kelamin ereksi/tegang. Apabila energi seks mulai bangkit dan terkumpul, ghairah dengan hasrat seks yang menggebu-gebu, maka wilayah yang paling sensitif, yang berupa saraf, mengalir mempengaruhi bawah sadar. Badan terasa panas, jantung berdegup kencang, nafas berat dan laju, fikiran sangat fokus, tidak lagi memikirkan perkara lain dan sebagainya, selain soal orgasme/klimax. Ini adalah tanda-tanda energi seks sedang meningkat dan membesar serta berkumpul menjadi satu kesatuan yang kuat. Dan hampir atau nyaris tidak ada manusia yang mampu menghindarinya, apa lagi menolaknya. Prosesnya, energi ini, akan terkumpul semuanya di air mani, yang mana kemudian akan 'terbuang' keluar dari badan kita.

Namun Sungguh sangat di Sayangkan sekali, sangat kurang orang yang mengetahui akan memanfaatkan energy seksual ini. Energy seksual ini bisa mengahasilkan kesehatan, kemakmuran, keselamatan, keberhasilan dalam mengatasi sebuah masalah, meningkatkan kesadaran murni laku spiritual, bahkan kemanunggalan kawula gusti secara sempurna. Umumnya, energy seksual ini, hanya terbuang mubazir, sia-sia dalam kenikmatan badan yang hanya berlangsung beberapa saat ketika mencapai orgasme. Paling bermanfaat, hanya sekedar untuk menanam benih ke rahim, agar terlahir sang ahli waris atau keturunan, jika tidak, dianggapnya kurang sempurna bahkan tidak sempurna.

Padahal... 'Energy flows where attention goes'. Energi mengalir di mana perhatian pergi. He he he . . . Edan Tenan. Semua masalah persoalan dunia, sepekik dan serumit serta sengeri dan separah apapun, bisa di selesaikan dalam kurun waktu beberapa detik saja, yaitu Orgasme/Klimax dari sebuah energy seksual ini. Tapi bukan asal orgasme/klimax dan caranya bukan cara seks hewan. Melainkan Orgasme/Klimax yang di hasilkan dari sebuah laku spiritual dengan kesadaran murni secara internal dan external, dan sadar sesungguhnya, tergantung pada suasana jiwa kita. Organ intim yang berupa lilin astral ini, harus benar-benar bebas dari segala macam kemunafikan, kefanatikan, penolakan, dan devaluasi kehidupan dalam segi apapun.

Kesimpulannya:
Cinta Kasih Sayang, yang merupakan urutan kelima dalam dimensi Wahyu Panca Laku atau IMAN. Adalah kunci yang dapat membuka gembox pintu kesempurnaan sejati. Minimalkan kerugian dengan menganggap seks itu hanya sekedar rekreasi (hiburan) kebutuhan syahwat/nafsu kelamin, dan prokreasi (mendapatkan keturunan).

Karena Seks yang sesungguhnya, adalah kehangatan energi cinta kasih sayang Dzat Maha Suci yang Maha Dahsyat Sempurna-Nya, yang mengejawantahkan sebagai diri kita, menjadi manusia sejati. Maka... Seks itu Laku Suci-Laku Murni. Karena di dalamnya terdapat  pengelolaan kesadaran murni, untuk membuka jalur ruhani (kawula gusti kita) dalam menuju Ruh alam semesta, dan jalur khusus bebas hambatan dan syarat apapun, bagi Ruh Suci/Guru Sejati/Hidup yang lebih di kenal dalam istilah Laku-nya sebagai Asma Sejati (kontho/kanthi warno/warni atau rupo/rupi), menuju Dzat Maha Suci asal usul kita secara sempurna, tanpa proses, tanpa habatan apapun.

Campuran kecerdasan spiritual kerinduan seksual dengan antusiasme ruhani, datang bagaikan  sihir, tak terduga, dan sukar di tolak atau di kuasai, kesadaran magis Inilah, jalan rahasia yang mengarah untuk pelepasan ruh dan Ruh (kawula gusti) kita, kelak jika ajal telah tiba. Inilah yang disebut belajar mati sedurunge mati atau belajar mati sak jeroning urip. Inilah yang di sebut Kitab Kama Sutera, yang di kemas dengan sebutan skaral Serat Sastra Jendra Hayuning Rat Pangruwating Diyu, agar terkesan tidak saru dan tidak mudah di ketahui serta rahasiakan sepanjang sejarah selama ini. Inilah yang di sebut-sebut sebagai Aji Mundi Jati Sasangka Jati. Puncaknya segala lelaku dan laku serta Imu dan Spiritual Tinggal Tinggi/Pungkasan.

Duh... Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.
                                 
Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet..  BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
http://putraramasejati.wordpress.com/
http://facebook.com/tosowidjaya
http://webdjakatolos.blogspot.com/

Rabu, 02 Agustus 2017

Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling. Tentang Guru Sejati. Bagian KeSembilan

Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling. Tentang Guru Sejati. Bagian KeSembilan:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Pautera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Kerawang Jabar. Hari Rabu. Tanggal 2 Agust 2017.

Salam Rahayu selalu Para Kadhang Kinasihku Sekalian di manapun berada. Maaf... Masih ingatkah dengan Artikel saya di awal tahun 2015 yang lalu...?!

Judulnya;
"Serat Sastra Jendra Hayunigrat Pangruwating Diyu"
Dan di dalam artikel tersebut. Saya sempatkan untuk memberi peringatan, agar menjaga kelamin sebaik mungkin, jangan sampai mencecerkan sperma di sembarang waktu dan tempat.

"Serat Sastra Jendra Hayunigrat Pangruwating Diyu"
Secara harfiah arti dari Serat Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu. Adalah sebagai berikut;
Serat = Ajaran.
Sastra = Ilmu.
Jendra = Pengetahuan. Hayuningrat = Kesempurnaan Semesta Alam.
Pangruwating = Merubah atau Perubahan.
Diyu = Keburukan.

Istilah jawa kuno-nya, disebut;
Ngelmu wadining bumi kang sinengker Hyang Jagad Pratingkah. Artinya; Ilmu rahasia dunia atau alam semesta yang dirahasiakan dan berasal dari Tuhan.

Pangruwating barang sakalir. Artinya; Dapat membebaskan dan menyelamatkan segala sesuatu.
Kawruh tan wonten malih. 

Artinya; Tiada ilmu pengetahuan lain lagi yang dapat dicapai oleh manusia.
Pungkas-pungkasaning kawruh.

Artinya; Ujung dari segala ilmu pengetahuan atau setinggi-tingginya ilmu yang dapat dicapai oleh manusia.

Sastradi. Artinya; Sastra Adiluhung atau ilmu yang luhur.

Jadi...
Maksud dari; Serat Sastrajendra Hayuningrat Pangurwating Diyu.
Adalah ajaran ilmu pengetahuan tentang kesempurnaan semesta alam untuk merubah segala Keburukan.

Serat Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu, adalah sebuah kitab tanpa tulis yang berasal langsung dari Tuhan, dan di sembunyikan  di dalam diri manusia hidup.

Serat Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu, merupakan rahasia dari segala ilmu pengetahuan yang dapat menyelamatkan manusia itu sendiri dan dunia semesta isinya.
Dalam tradisi sastra Jawa Kuno, istilah Serat Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu, dikenal dalam teks Uttarakanda Jawa Kuno.

Teks Uttarakanda Jawa Kuno, adalah, gubahan dari teks Uttarakanda Sansekerta pada akhir 10 Masehi. Teks Uttarakanda Jawa Kuno berisi tentang kisah Rahwanotpatti atau kelahiran Rahwana. 
Isinya tentang keinginan Sumali untuk mengawinkan putrinya yang berwajah ayu dan seksi, bernama  Dewi Sukesi dengan Wisrawa, dengan harapan supaya ia memperoleh keturunan yang menyerupai  Waisrawana, seorang dewa cemerlang.

Pada zaman Majapahit tahun 1379 M, kisah Rawanotpatti ini digubah kembali oleh Mpu Tantular menjadi Kakawin Arjunawijaya.

Yang inti kisahnya. Prabu Sumali mengumumkan sayembara bahwa siapa yang bisa menjabarkan ilmu Serat Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu, akan menjadi suami dari Dewi Sukesi.
Sedangkan Ilmu yang disayembarakan ini,  adalah ilmu yang hanya diketahui oleh para dewa. 
Di kerajaan Lokapala, Prabu Danaraja meminta ayahnya Begawan Wisrawa untuk meminang Dewi Sukesi.

Berangkatlah Begawan Wisrawa ke negeri Alengka untuk meninang Dewi Sukesi.
Karena ilmu yang diajarkan oleh Begawan Wisrawa adalah ilmu rahasia, maka penjabaran ilmu tersebut dilakukan di tempat tertutup oleh Begawan Wisrawa dan Dewi Sukesi.

Pada saat menjabarkan ilmu tersebut, terjadilah keributan di kahyangan, akibat ilmu tersebut.
Untuk mencegah ilmu itu tersebar, Batara Guru dan Dewi Uma, menyusup ke dunia.
Batara Guru masuk ke dalam raga  Begawan Wisrawa, sedangkan Dewi Uma masuk ke dalam Dewi Sukesi. Lalu terjadilah hubungan intim di antara Begawan Wisrawa dan Dewi Sukesi.

KESIMPULANNYA;
Pelajaran Tentang Guru Sejati, bukanlah suatu hal yang sepele. Karena guru sejati inilah, yang di sebut-sebut sebagai ilmu sejati atau ilmu suci atau puncaknya segala ilmu. Yaitu "Serat Sastra Jendra Hayunigrat Pangruwating Diyu" atau disebut juga sebagai Aji Mundi Jati Sasongko Jati. Yang kesemuanya itu, berada di dalam lingkaran cinta kasih sayang.

Dan ini, terkait erat dengan yang namanya klimax dalam kejadian proses seks, sedangkan seks, adalah sesuatu yang  selama ini teramat tabu di otak kita yang moderen ini.

Medar Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling tentang Guru Sejati. Berati saya mengungkap proses detailnya "Serat Sastra Jendra Hayunigrat Pangruwating Diyu" atau disebut juga sebagai Aji Mundi Jati Sasongko Jati. Yang kesemuanya itu, berada di dalam lingkaran cinta kasih sayang.
Mengungkap proses detailnya "Serat Sastra Jendra Hayunigrat Pangruwating Diyu" atau disebut juga sebagai Aji Mundi Jati Sasongko Jati. Yang kesemuanya itu, berada di dalam lingkaran cinta kasih sayang.

Berati saya harus mengungkap detailnya Proses Seks, mulai dari awal hingga ke  Klimaxnya, secara syariat dan hakikatnya.

Sedangkan Pemirsa yang membaca Artikel saya, 80%nya, bukan pelaku yang sedang saya  bimbing, pelaku yang saya bimbing, mungkin hanya 20% nya saja, karena sebagian besarnya, tidak mengenal internet atau tidak menggunakan sosmed. Artinya, lebih banyak orang yang tidak sedang saya bimbing.

Jadi... Mohon maafkan, saya tidak akan menyebarkan Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling tentang Guru Sejati. Bagian keSembilan, yang merupakan Puncak atau Intisaripatinya Laku Pengenalan Guru Sejati ini, secara umum di internet. Sebab saya tahu... Nantinya akan menimbulkan kontroversi di kalangan umum yang masih sangat awam di bab ini.

Saya akan medar dan mengajarkannya secara langsung. Tidak melalui media apapun.
Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu, serta Salam Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
http://webdjakatolos.blogspot.com
http://facebook.com/tosowidjaya
http://putraramasejati.wordpress.com