Mengenai Saya

Foto saya

Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu dari saya untuk semuanya tanpa terkecuali. Perkenalkan Saya... Dengan Nama asli: Toso Wijaya. D.  Nama Lahir saya: Djaka Tolos. Dan Akrab di panggil Wong Edan Bagu atau WEB dalam dunia Spiritual Laku Ketuhanan. saya lahir di lereng gunung ciremai Cirebon jawa barat. Pada hari Rabu Pon, tgl 13/08/1959, Anak kedua dari empat bersaudara, yang lahir dari kedua orang tua, Bapak Bernama: Matsalim dan Ibu Bernaman Dewi Arimi.  Mulai dari Nenek moyang hingga ke bapak ibu sampai ke saya sendiri. Kami Suka Berspiritual. artinya... suka mempelajari hal-hal yang ga'ib. Tapi bukan sembarang Ghaib, karena Ghaib yang saya pelajari, adalah Ghaib-Nya Dzat Maha Suci Hidup (TUHAN). Bukan yang lain.  Karena itu Sejak usia 9 tahun, saya sudah mempelajari ilmu-ilmu katikjayan, kususnya ilmu kanuragan dan ilmu jaya kawijayan Warisan dari para leluhur saya di telatah tanah pasundan. Sebagai bekal untuk mengembara dalam melacak jejak Dzat Maha Suci yang Gha'ib.  

Dan setelah melalui berbagai macan dan banyak lika liku proses kehidupan. saya berhasil menemukan intisari pati Laku Spiritual Hakikat Hidup yang sebenarnya, dari semua dan segalanya tentang Hidup dan Kehidupan BerTuhan... dan sejak itulah, saya berhenti mengembara dan berpetualang. Lalu menekuni secara Khusus/Istiqomah Laku Spiritual Hakikat Hidup. Yang pelajarannya saya dapatkan, dikala puasa ngebleng di goa singabarong pulau nusa kambangan cilacap jawa tengah,  yaitu,,. Wahyu Panca Laku. Cara untuk Mempraktekan Wahyu Panca Gha'ib, yang hanya mempelajari Hidup dan kehidupan serta Dzat Maha Suci Hidup, bukan yang lainnya... disamping terus belajar dan belajar, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saya... Karena saya tidak suka Neko-neko. Saya membuka Pengobatan dan Konsultasi Alternatif Tradisional, mempraktekan ilmu pengobatan spesialist Stroke. Dengan Cara Terapi Pijat Urut dan Jamu Herbal Ramuan Sendiri. Yang pernah saya Pelajari dari beberapa orang Guru saya... Dan semoga, apa yang saya lakukan ini. bisa dan dapat bermanfaat pada diri saya sendiri dan buat semua saudara-saudari saya tanpa terkecuali..... Itulah sekelumit tentang saya dan mohon maklumnya jika terkesan berlebihan; Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu dari saya untukmu sekalian... _/!\_

Kamis, 21 September 2017

Wejangan Laku:

Wejangan Laku:
"Tentang Hati dan Isi Hati"
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Buleleng Singaraja Balu. Hari Jumat. Tanggal 15 September 2017.


Para Kadhang Kinasihku sekalian...
Tahukah Anda...?
Mengapa saya selalu berpesan. Jagalah hati mu... Jagalah hati mu... Jagalah hati mu... Hingga berulang kali di beberapa Artikel Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling yang saya sebar secara umum di internet...?!
Dibawah ini rahasia dibalik Pesan saya tentang jagalah hati mu.

Sabda Hidup;
“ingatlah, dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging, Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Tetapi, bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama hati!“

Firman Dzat Maha Suci Hidup;
"Dalam setiap rongga anak adam, Aku ciptakan suatu mahligai yang di sebut dada. Di dalam dada ada hati (hati bagian luar), dalam hati, ada qalbu/benak (hati bagian dalam), di dalam qalbu/benak, ada fuad/nurani (hati paling dalam), dalam fuad/nurani, ada jiwa/ruh, di dalam jiwa/ruh, ada rasa, di dalam rasa ada hidup, di dalam hidup, ada Sir Dzat Sipat, dan di dalam Sir Dzat Sipat, ada Aku. Tempat Aku menyimpan Rahasia-ku"

“Al-Insanu Siri Wa Ana Siruhu” Rahasia kalian adalah rahasia-Ku.
Hati, adalah satu-satunya poin penentu dari semua dan segala tujuan hidup manusia di dalam kehidupan dunia ini.
Singkatnya. Hati adalah alat untuk mencapai Tujuan Hidup Yang Sebenarnya.

Sebelum mengetahui kaitan antara Hati dan pencapaian tujuan Hidup yang sebenarnya, hendaknya terlebih dahulu, kita mengenali adanya kesadaran dalam diri kita.

Secara spiritual, manusia memiliki setidaknya tiga kesadaran;
1. Kesadaran fisik, dengan otak sebagai pusat (terletak di kepala). 2. Kesadaran jiwa atau sukma, dengan sedulur papat atau empat anasir sebagai pusat (terletak di antara alis).
3. Kesadaran roh, dengan pancer atau hidup sebagai pusat (terletak di dalam hati).

Kesadaran ini juga dikenal sebagai Kesadaran Super atau Supra atau Atman atau Murni.
Kesadaran roh, dengan roh sebagai pusat (yang terletak di dalam hati inilah, yang disebut sebagai diri sejati, dan diri sejati inilah yang di sebut sebagai Roh Suci, dan Roh Suci inilah Hidup.

Jadi...
Jelas bukan...?!
Bahwa Hidup itu, bersemayam di dalam hati.
Hidup adalah percikan dari Sang Pencipta Hidup. Sumber Sejati yang merupakan Roh terbesar atau dikenal sebagai Paramatman (The Greatest Atman) dalam filsafat Hindu atau Dzat Maha Suci dalam filsafat Islam.

Dari yang sudah saya jelaskan secara singkat namun jelas diatas, dapat di sadari bukan....

Bahwa di dalam tubuh manusia, terdapat sebuah hati dan di dalam hati dan roh, di dalam roh ada Roh Suci atau Hidup.
Raga, tidak bisa tanpa hati, hati tidak bisa tanpa ruh, ruh tidak bisa tanpa Roh Suci atau Hidup.

Dengan dasar pengertian tersebut, bisa kita ketahui bukan, bahwa, inti dari hati adalah Roh Suci atau Hidup. Hidup merupakan bagian terdalam dari hati, satu-satunya bagian diri yang mengetahui kebenaran sejati. Roh Suci atau Hidup atau Diri Sejati, tidak bisa ada tanpa adanya Laku.

Semasa kita hidup sebagai manusia, kesadaran fisik atau otak, adalah lapisan luar, dari kesadaran yang membungkus tingkat kesadaran yang lain.

Meskipun kesadaran dalam dan terdalam, yaitu jiwa dan roh tahu apa yang terjadi, namun tetap hanya kesadaran fisik yang dapat berinteraksi dengan lingkungan.

Kesadaran tinggi yaitu jiwa dan kesadaran yang lebih tinggi yaitu roh, yang terletak di dalam hati, tidak memiliki kesempatan berinteraksi langsung dengan lingkungan, kecuali di saat mengikuti rasa dari tingkat kesadaran yang lebih tinggi dengan otak, yaitu murni.

Begitu tubuh fisik berhenti bekerja (tidur), pusat kesadaran fisik (otak), akan pergi. Kesadaran jiwa, dengan hati dan roh di dalamnya, menjadi lapisan luar yang berinteraksi langsung dengan lingkungan.

Hal ini hanya dapat dan bisa di ketahui dengan kesadaran. Namun bagaimana mungkin bisa sadar.... Selagi tubuh fisiknya sedang tidur pulas menggerox.

Kesadaran jiwa ini, juga dikenal sebagai kesadaran perantara antarmuka, antara manusia dan roh yang menjadi isi hati-nya. Agar roh dapat menggunakan tubuh fisik manusia untuk belajar di bumi, sebagai manusia hidup seutuhnya dan sebenar-benarnya Utusan Dzat Maha Suci.

Wejangan Laku:
"Tentang Hubungan Kesadaran dengan Hati"

Mengingat bahwa hati sangatlah penting, itu tidak berarti bahwa tingkat kesadaran yang lain tidak penting. Kesadaran fisik dengan otak sebagai pusatnya, juga merupakan fasilitas yang luar biasa.

Otak merupakan bagian dari alat-alat spiritual yang diberikan oleh Dzat Maha Suci, sehingga kita dapat belajar melalui pengalaman, sebagai pelajaran spiritual di Bumi, untuk membantu kita ingat dan memilih Tuhan YME. Bukan yang lain.

Tetapi, tentu saja ada alat spiritual khusus yang membantu kita ingat dan memilih Tuhan YME, yang telah disediakan bagi kita untuk benar-benar meningkatkan hubungan kita kepada Tuhan YME, yaitu hati dan isinya, seperti yang sudah saya jelaskan di Wejangan Laku yang Kesatu.

Bahkan, saat otak memilih Tuhan YME, kita juga dapat dengan tepat menggunakan fasilitas khusus yang telah diberikan kepada kita yaitu isi hati, yang menghubungkan kita kepada Tuhan YME, serta dapat membantu Roh Suci atau Hidup, terhubung langsung dengan segala sesuatu yang diperlukan.

Hal ini adalah bagian dari hadiah indah dari tubuh fisik kita sebagai manusia.
Roh Suci atau Hidup atau Diri Sejati yang bersemayam di Dalam Hati kita ini, adalah Kita Yang Sebenarnya.

Siapakah Aku...?!
Mengapa Aku di sini...?!
Kemana Aku harus menuju...?!

Adalah pertanyaan yang kita hadapi dewasa ini. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penting tersebut, perlu kita sadari, siapa diri kita sebenarnya.

Apakah kita adalah tubuh fisik manusia yang sementara...?!
Atau jiwa...?!
Atau roh...?!

Siapa diri kita yang sebenarnya...?!
Manakah yang ada lebih dulu...?!
Tubuh fisik manusia yang sementara...?!
Atau jiwa...?!
Atau roh...?!

Sebagian besar menganggap tubuh fisik manusia yang sementara ini, sebagai kita yang sebenarnya.
Jika kita memandang tubuh fisik yang sementara ini, sebagai kita yang sebenarnya, sangatlah mudah untuk memahami mengapa kita memiliki begitu banyak kekhawatiran, keraguan dan ketakutan mengenai tubuh fisik yang sementara ini.

Yang pasti tubuh fisik manusia ini, suatu hari akan sakit, tua, dan mati. Ini hanya masalah waktu saja.

Sebaliknya, jika kita mulai menyadari bahwa diri kita yang sebenarnya bukanlah tubuh fisik manusia yang sementara ini, tetapi sesuatu yang kekal dan ilahi, yang tidak bisa mati, dan memiliki tujuan yang indah untuk ada; Maka tidak ada alasan untuk khawatir, ragu dan takut, tentang banyak hal seperti yang dilakukan oleh kebanyakan manusia.

Ya...
Diri kita yang sebenarnya, bukanlah tubuh fisik yang sementara ini, tetapi isi hati yang telah diberikan kepada tubuh fisik oleh Tuhan YME, sebagai alat spiritual atau sebagai sarana indah, sehingga kita bisa melakukan perjalanan laku spiritual, sebagai manusia seutuhnya, tanpa kekurangan suatu apapun dalam membantu Roh Suci atau Hidup atau Diri Sejati kita, kembali kepada Dzat Maha Suci asal usul kita.

Segala sesuatu yang kita alami dalam hidup sehari-hari, hanyalah sebuah kesempatan dan sarana untuk membantu Diri Sejati kita, untuk berhasil mencapai tujuan akhir dari keberadaan. Yaitu Dzat Maha Suci dalam kesempurnaan Abadi.

Beberapa waktu yang lalu, sebelum memiliki tubuh manusia ini, kita diciptakan sebagai sedulur papat kalima pancer atau empat Anasir dan Hidup (Wahyu Panca Ghaib).

Bahkan tubuh dan jiwa, sengaja diciptakan oleh Tuhan YME dan di bekalkan sebagai sarana indah, untuk membantu isi hati yaitu Roh Suci atau Hidup, yang sedang belajar untuk kembali kepada Dzat Maha Suci.

Ketika kita datang dari Sumber Cahaya Cinta Kasih Sayang Ilahi, kita ditakdirkan untuk bahagia secara sempurna, karena Sumber Cahaya Cinta Kasih Sayang Ilahi, adalah sumber sukacita dan kebahagiaan sejati yang sempurna.

Jika tidak menyadari siapa kita sebenarnya, kita akan bergerak menjauh dari sukacita dan kebahagiaan sejati yang sempurna itu.

Untuk mulai menyadari siapa diri kita sebenarnya, langkah pertama adalah membersihkan hati dari semua dan segala noda hati, langkah kedua adalah selalu menjaga hati, langkah ketiganya adalah selalu membuka hati untuk Dzat Maha Suci.

Ingat...!!! Hanya untuk Dzat Maha Suci. Bukan yang lain selain-Nya.

Maksudnya...
Hanya Cahaya Cibta Kasih Sayang Dzat Maha Suci Tuhan YME-lah, yang kita terima memasuki hati, karena hanya Cahaya Cinta Kasih Sayang Dzat Maha Suci itu sendiri, yang dapat membantu kita untuk menyadari siapa diri kita sebenarnya.

Masih ingat dengan wejangan saya tentang apa itu Suci dan Suci itu seperti apa...?!

Bahwasannya...
Suci itu bukan bentuk dan warna, bukan pula karena habis perpuasa, beribadah, bertapa atau sehabis berwudhu. Melainkan Kemurnian yang tidak bisa di campuri atau tercampuri oleh apapun, selain oleh Suci itu sendiri.

Niyat membersihkan Hati dari segala noda dan Belajar menjaga hati untuk tidak ternoda lagi serta Berusaha membuka hati hanya untuk Dzat Maha Suci. Dengan Wahyu Panca Ghaib yang di Ibadahkan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku.

Adalah Sistem Tercepat dan Tertepat untuk Membantu kita menyadari siapa diri kita yang sebenarnya. Hingga berhasil mencapai puncak keSempurnaan Sejati. 

Wejangan Laku:
"Tentang Kesadaran yang Lebih Tinggi atau Kesadaran Murni dan Pertumbuhan Spiritual"

Para Kadhang Kinasihku sekalian...
Sebagai manusia, kita tumbuh dari bayi menjadi dewasa dan sebagai makhluk spiritual.
Dari sudut pandang kesadaran spiritual, bertumbuh secara spiritual, berarti kesadaran kita tumbuh di luar kesadaran fisik sehari-hari kita.

Jiwa atau Sukma, secara spiritual dianggap sebagai kesadaran tinggi, karena getaran yang lebih tinggi dari kesadaran fisik sehari-hari kita, sedangkan Roh Suci atau Hidup, sebagai kesadaran tertinggi-nya atau lebih tinggi, yang sering saya sebut dengan istilah kesadaran murni.

Secara teknis, kesadaran Roh Suci atau Hidup, memiliki getaran energi yang lebih tinggi daripada getaran energi kesadaran jiwa, dan getaran energi kesadaran jiwa, memiliki getaran lebih tinggi daripada getaran energi kesadaran fisik.

Jadi, dengan kata lain, bahwa arah pertumbuhan spiritual, adalah tumbuh menuju ke kesadaran yang lebih tinggi, mulai dari kesadaran jiwa/sukma, lalu ke kesadaran Roh Suci/hidup hingga sampai ke kesadaran Dzat Maha Suci Hidup, yang menjadi titik akhirnya.

Hanya saat sadar sebagai Roh Suci/Hidup, kita dapat mengerti siapa kita yang sebenarnya dan memahami hubungan kita dengan Dzat Maha Suci.

Sadar sebagai Roh Suci/Hidup, merupakan langkah yang sangat penting dalam mencapai tujuan hidup yang sebenarnya (Wahyu Panca Ghaib-Wahyu Panca Laku).

Dengan demikian, mencapai kesadaran yang lebih tinggi, merupakan bagian terpenting dari pertumbuhan spiritual setiap manusia hidup di dunia ini.

Bagi banyak para pencari Tuhan melalui spiritual yang serius, bukanlah proses yang mudah, untuk mencapai kesadaran yang lebih tinggi secara tepat.

Sebab untuk hal itu, hati dan syahwat kita, harus selalu bersih dan terjaga, kalau masih kadang kala bersih terjaga kadang kala tidak bersih dan tidak terjaga, tidak akan pernah bisa, siapapun dia.

Karena itu, ada banyak yang telah mencari dengan menghabiskan banyak waktu dan usaha, tetapi tidak mendapatkan hasil yang tepat.

Namun sesungguhnya....
Untuk mencapai kesadaran yang lebih tinggi dengan tepat, bukanlah proses yang sulit, karena kita tidak perlu dan tidak harus dengan modal uang atau puasa serta sakti mandraguna. Cukup membersihkan hati dan syahwat lalu menjaganya secara kontinyu, agar tidak ternoda kotoran lagi.

Hanya dengan begitu, di ketahui atau tidak. Roh Suci atau Hidup yang pada hakikatnya e adalah Guru Sejati kita, utusan dari Dzat Maha Suci, akan menuntun-nya.

Dan di Saat Guru Sejati sudah berfungsi membimbing, saat itulah dapat dicapai kesadaran yang lebih tinggi. Kunci-nya Wahyu Panca Ghaib, gemboxnya Wahyu Panca Laku. Siapapun Anda. Pasti bisa. Buktinya. Saya bisa. Tidak ada bedanya antara saya dan Anda. Jadi.... Kalau saya bisa. Berati Anda lebih bisa. 

Wejangan Laku:
"Tentang Mencapai Kesadaran Roh Suci/Hidup atau Guru Sejati"

Untuk bisa mengerti atau memahami atau mengetahui bin Mengenal Dzat Maha Suci secara utuh/keseluruhan. Agar dapat kembali kepada-Nya secara sempurna.

Kita harus Mencapai Kesadaran Roh Suci atau Mencapai Kesadaran Hidup atau Kesadaran Guru Sejati terlebih dahulu.

Bagi kebanyakan orang, termasuk Putera Rama pada umumnya, mencapai kesadaran yang lebih tinggi, yaitu Kesadaran Roh Suci atau Hidup atau Guru Sejati.

Terdengar seperti misi yang tidak mungkin, bahkan tujuan yang sangat mustahil.

Namun... Laku Murni Menuju Suci. Menawarkan serangkaian lokakarya khusus, yang menjamin setiap orang, siapapun dia, untuk dapat mencapai kesadaran diri sejati ini. Dengan sistem yang sangat sederhana dan tanpa biaya bahkan syarat material apapun bentuknya.

Cukup Wahyu Panca Laku, yang di gunakan untuk Mengibadahkan Wahyu Panca Ghaib, tanpa puasa, tanpa tirakat, tanpa bertapa, tanpa ritual atau rialat uborampe, tanpa bersedekah apapun wujud bentuknya. Cukup Wahyu Panca Laku, yang di gunakan untuk Mengibadahkan Wahyu Panca Ghaib. Dijamin BiSa.

Kita tidak hanya akan mencapai kesadaran yang lebih tinggi dan bisa berkomunikasi dengan diri yang lebih tinggi.
Dalam Laku Murni Menuju Suci, jika sudah mencapai kesadaran diri sejati, berarti dapat sepenuhnya sadar sebagai diri yang lebih tinggi setiap saat diinginkan.

Karena sesungguhnya. Kita adalah penguasa diri kita sendiri, sejak perjalanan spiritual sejati, yang juga berarti penguasaan diri di semua tingkat kesadaran kita.

Sejak diri sejati atau hidup berada di dalam hati kita, maka perjalanan spiritual akan menjadi perjalanan hati, dan cara yang dilakukan oleh hati, selalu dipenuhi dengan ketenangan, kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman.

Hati adalah satu-satunya jalur untuk hubungan kita dengan Dzat Maha Suci. Setelah Hati Nurani atau kesadaran murni yang merupakan jalur/jalan untuk kebenaran sejati diaktifkan, kita akan mampu mewujudkan validitas dari segala sesuatu selama ini dianggap ghaib.

Hal ini adalah nyata, bukan sekedar teori/ide pengertian belaka. Hanya dengan Hati Nurani atau kesadaran murni, dapat dipelajari cara yang tepat untuk melampaui realitas kemanusia'an kita. Bersambung Ke Wejangan Laku keLima "Tentang ro dan Roh Suci atau Hidup.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
http://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya

Kamis, 14 September 2017

Wejangan Laku Yang Kedua. "Tentang Hubungan Kesadaran dengan Hati"

Wejangan Laku Yang Kedua.
"Tentang Hubungan Kesadaran dengan Hati" Sambungan Dari Wejangan Laku Yang Pertama "Tentang Hati dan Isi Hati"
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. 
Buleleng Singaraja Bali.  Hari Jumat. Tanggal 15 September  2017.

Mengingat bahwa hati sangatlah penting, itu tidak berarti bahwa tingkat kesadaran yang lain tidak penting. Kesadaran fisik dengan otak sebagai pusatnya, juga merupakan fasilitas yang luar biasa.

Otak merupakan bagian dari alat-alat spiritual yang diberikan oleh Dzat Maha Suci, sehingga kita dapat belajar melalui pengalaman, sebagai pelajaran spiritual di Bumi, untuk membantu kita ingat dan memilih Tuhan YME. Bukan yang lain.

Tetapi, tentu saja ada alat spiritual khusus yang membantu kita ingat dan memilih Tuhan YME, yang telah disediakan bagi kita untuk benar-benar meningkatkan hubungan kita kepada Tuhan YME, yaitu hati dan isinya, seperti yang sudah saya jelaskan di Wejangan Laku yang Kesatu.

Bahkan, saat otak memilih Tuhan YME, kita juga dapat dengan tepat menggunakan fasilitas khusus yang telah diberikan kepada kita yaitu isi hati, yang menghubungkan kita kepada Tuhan YME, serta dapat membantu Roh Suci atau Hidup, terhubung langsung dengan segala sesuatu yang diperlukan.

Hal ini adalah bagian dari hadiah indah dari tubuh fisik kita sebagai manusia.

Roh Suci atau Hidup atau Diri Sejati yang bersemayam di Dalam Hati kita ini, adalah Kita Yang Sebenarnya.

Siapakah Aku...?!
Mengapa Aku di sini...?!
Kemana Aku harus menuju...?!

Adalah pertanyaan yang kita hadapi dewasa ini. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penting tersebut, perlu kita sadari,  siapa diri kita sebenarnya.

Apakah kita adalah tubuh fisik manusia yang sementara...?!
Atau jiwa...?!
Atau roh...?!

Siapa diri kita yang sebenarnya...?! Manakah yang ada lebih dulu...?!

Tubuh fisik manusia yang sementara...?!
Atau jiwa...?!
Atau roh...?!

Sebagian besar menganggap tubuh fisik manusia yang sementara ini, sebagai kita yang sebenarnya.

Jika kita memandang tubuh fisik yang sementara ini, sebagai kita yang sebenarnya, sangatlah mudah untuk memahami mengapa kita memiliki begitu banyak kekhawatiran, keraguan dan ketakutan mengenai tubuh fisik yang sementara ini.

Yang pasti tubuh fisik manusia ini,  suatu hari akan sakit, tua, dan mati. Ini hanya masalah waktu saja.

Sebaliknya, jika kita mulai menyadari bahwa diri kita yang sebenarnya bukanlah tubuh fisik manusia yang sementara ini, tetapi sesuatu yang kekal dan ilahi, yang tidak bisa mati, dan memiliki tujuan yang indah untuk ada; Maka tidak ada alasan untuk khawatir, ragu dan takut, tentang banyak hal seperti yang dilakukan oleh kebanyakan manusia.

Ya...
Diri kita yang sebenarnya, bukanlah tubuh fisik yang sementara ini, tetapi isi hati yang telah diberikan kepada tubuh fisik oleh Tuhan YME, sebagai alat spiritual atau sebagai sarana indah, sehingga kita bisa melakukan perjalanan laku spiritual, sebagai manusia seutuhnya, tanpa kekurangan suatu apapun dalam membantu Roh Suci atau Hidup atau Diri Sejati kita, kembali kepada Dzat Maha Suci asal usul kita.

Segala sesuatu yang kita alami dalam hidup sehari-hari, hanyalah sebuah kesempatan dan sarana untuk membantu Diri Sejati kita,  untuk berhasil mencapai tujuan akhir dari keberadaan. Yaitu Dzat Maha Suci dalam kesempurnaan Abadi.

Beberapa waktu yang lalu, sebelum memiliki tubuh manusia ini, kita diciptakan sebagai sedulur papat kalima pancer atau empat Anasir dan Hidup (Wahyu Panca Ghaib).

Bahkan tubuh dan jiwa, sengaja diciptakan oleh Tuhan YME dan di bekalkan sebagai sarana indah,  untuk membantu isi hati yaitu Roh Suci atau Hidup, yang sedang belajar untuk kembali kepada Dzat Maha Suci.

Ketika kita datang dari Sumber Cahaya Cinta Kasih Sayang Ilahi, kita ditakdirkan untuk bahagia secara sempurna, karena Sumber Cahaya Cinta Kasih Sayang Ilahi,  adalah sumber sukacita dan kebahagiaan sejati yang sempurna.

Jika tidak menyadari siapa kita sebenarnya, kita akan bergerak menjauh dari sukacita dan kebahagiaan sejati yang sempurna itu.

Untuk mulai menyadari siapa diri kita sebenarnya, langkah pertama adalah membersihkan hati dari semua dan segala  noda hati, langkah kedua adalah selalu menjaga hati, langkah ketiganya adalah selalu membuka hati untuk Dzat Maha Suci.

Ingat...!!! Hanya untuk Dzat Maha Suci. Bukan yang lain selain-Nya.

Maksudnya...
Hanya Cahaya Cibta Kasih Sayang Dzat Maha Suci Tuhan YME-lah,  yang kita terima memasuki hati, karena hanya Cahaya Cinta Kasih Sayang Dzat Maha Suci itu sendiri,  yang dapat membantu kita untuk menyadari siapa diri kita sebenarnya.

Masih ingat dengan wejangan saya tentang apa itu Suci dan Suci itu seperti apa...?!

Bahwasannya...
Suci itu bukan bentuk dan warna, bukan pula karena habis perpuasa, beribadah, bertapa atau sehabis berwudhu. Melainkan Kemurnian yang tidak bisa di campuri atau tercampuri oleh apapun, selain oleh Suci itu sendiri.

Niyat membersihkan Hati dari segala noda dan Belajar menjaga hati untuk tidak ternoda lagi serta Berusaha membuka hati hanya untuk Dzat Maha Suci. Dengan Wahyu Panca Ghaib yang di Ibadahkan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku.

Adalah Sistem Tercepat dan Tertepat untuk Membantu kita  menyadari siapa diri kita yang  sebenarnya. Hingga berhasil mencapai puncak keSempurnaan Sejati. Bersambung Ke Wejangan Laku keTiga. "Tentang Kesadaran yang Lebih Tinggi atau Kesadaran Murni dan Pertumbuhan Spiritual"


Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
http://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya

Wejangan Laku. "Tentang Hati dan Isi Hati"

Wejangan Laku.
"Tentang Hati dan Isi Hati"
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. 
Buleleng Singaraja Bali.  Hari Jumat. Tanggal 15 September  2017.

Para Kadhang Kinasihku sekalian...
Tahukah Anda...?
Mengapa saya selalu berpesan. Jagalah hati mu... Jagalah hati mu... Jagalah hati mu... Hingga berulang kali di beberapa Artikel Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling yang saya sebar secara umum di internet...?!

Dibawah ini rahasia dibalik Pesan saya tentang jagalah hati mu.

Sabda Hidup;
“ingatlah, dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging,  Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Tetapi, bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama hati!“

Firman Dzat Maha Suci Hidup;
"Dalam setiap rongga anak adam, Aku ciptakan suatu mahligai yang di sebut dada. Di dalam dada ada hati (hati bagian luar), dalam hati, ada qalbu/benak (hati bagian dalam), di dalam qalbu/benak, ada fuad/nurani (hati paling dalam), dalam fuad/nurani, ada jiwa/ruh, di dalam jiwa/ruh, ada rasa, di dalam rasa ada hidup, di dalam hidup, ada Sir Dzat Sipat, dan di dalam Sir Dzat Sipat, ada Aku. Tempat Aku menyimpan Rahasia-ku"

“Al-Insanu Siri Wa Ana Siruhu” Rahasia kalian adalah rahasia-Ku.

Hati, adalah satu-satunya poin penentu dari semua dan segala tujuan hidup manusia di dalam kehidupan dunia ini.

Singkatnya. Hati adalah alat untuk mencapai Tujuan Hidup Yang Sebenarnya.

Sebelum mengetahui kaitan antara Hati dan pencapaian tujuan Hidup yang sebenarnya, hendaknya terlebih dahulu, kita mengenali adanya kesadaran dalam diri kita.

Secara spiritual, manusia memiliki setidaknya tiga kesadaran;

1. Kesadaran fisik, dengan otak sebagai pusat (terletak di kepala). 2. Kesadaran jiwa atau sukma,   dengan sedulur papat atau empat anasir sebagai pusat (terletak di antara alis).
3. Kesadaran roh, dengan pancer atau hidup sebagai pusat (terletak di dalam hati).

Kesadaran ini juga dikenal sebagai Kesadaran Super atau Supra atau Atman atau Murni.

Kesadaran roh, dengan roh sebagai pusat (yang terletak di dalam hati inilah, yang disebut sebagai diri sejati, dan diri sejati inilah yang di sebut sebagai Roh Suci, dan Roh Suci inilah Hidup.

Jadi...
Jelas bukan...?!
Bahwa Hidup itu, bersemayam di dalam hati.

Hidup adalah percikan dari Sang Pencipta Hidup. Sumber Sejati yang merupakan Roh terbesar atau dikenal sebagai Paramatman (The Greatest Atman) dalam filsafat Hindu atau Dzat Maha Suci dalam filsafat Islam.

Dari yang sudah saya jelaskan secara singkat namun jelas diatas,  dapat di sadari bukan....

Bahwa di dalam tubuh manusia, terdapat sebuah hati dan di dalam hati dan roh, di dalam roh ada Roh Suci atau Hidup.

Raga, tidak bisa tanpa hati, hati tidak bisa tanpa ruh, ruh tidak bisa tanpa Roh Suci atau Hidup.

Dengan dasar pengertian tersebut, bisa kita ketahui bukan, bahwa, inti dari hati adalah Roh Suci atau Hidup. Hidup merupakan bagian terdalam dari hati, satu-satunya bagian diri yang mengetahui kebenaran sejati. Roh Suci atau Hidup atau Diri Sejati, tidak bisa ada tanpa adanya Kesadaran Murni.

Semasa kita hidup sebagai manusia, kesadaran fisik atau otak, adalah lapisan luar, dari kesadaran yang membungkus tingkat kesadaran yang lain.

Meskipun kesadaran dalam dan terdalam, yaitu jiwa dan roh tahu apa yang terjadi, namun tetap hanya kesadaran fisik yang dapat berinteraksi dengan lingkungan.

Kesadaran tinggi yaitu jiwa dan kesadaran yang lebih tinggi yaitu roh, yang terletak di dalam hati,  tidak memiliki kesempatan berinteraksi langsung dengan lingkungan, kecuali di saat mengikuti rasa dari tingkat kesadaran yang lebih tinggi dengan otak, yaitu murni.

Begitu tubuh fisik berhenti bekerja (tidur), pusat kesadaran fisik (otak), akan  pergi. Kesadaran jiwa, dengan hati dan roh di dalamnya, menjadi lapisan luar yang berinteraksi langsung dengan lingkungan.

Hal ini hanya dapat dan bisa di ketahui dengan kesadaran. Namun bagaimana mungkin bisa sadar.... Selagi tubuh fisiknya sedang tidur pulas menggerox.

Kesadaran jiwa ini, juga dikenal sebagai kesadaran perantara antarmuka, antara manusia dan roh yang menjadi isi hati-nya. Agar roh dapat menggunakan tubuh fisik manusia untuk belajar di bumi, sebagai manusia hidup seutuhnya dan sebenar-benarnya Utusan Dzat Maha Suci.

Bersambung Ke Wejangan Laku Yang Kedua. "Tentang Hubungan Kesadaran dengan Hati"

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
http://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya

Rabu, 13 September 2017

Mengenang dan Menghormati Sejarah Leluhur:

Mengenang dan Menghormati Sejarah Leluhur:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Gianyar Bali. Hari Rabu. Tanggal 13 September 2017
Sebelumnya;
Mohon di maafkan jika apa yang saya uraikan ini, tidak sama dengan legenda yang ada dan diketahui oleh masyarakat Bali, karena saya hanya menceritakan berdasar koneksi rasa laku pribadi saya dengan jejak leluhur yang ada di Pura Tanah Lot saat berkunjung.
Sepenggal Cerita WEB Di.
"Pura Tanah Lot Bali"
Berawal dari zaman Kerajaan Majapahit kuno, hiduplah seseorang begawan yang bernama Dang Hyang Dwijendra atau Dang Hyang Nirarta.

Beliau dikenal sebagai Tokoh penyebaran ajaran Agama Hindu dengan nama “Dharma Yatra“. Di Lombok beliau dikenal dengan nama “Tuan Semeru” atau guru dari Gunung Semeru.

Pada saat beliau datang ke Bali untuk menjalankan misinya, Raja Dalem Waturenggong, yang berkuasa di Pulau bali saat itu, menyambut beliau dengan sangat hormat. Beliau menyebarkan agama Hindu sampai ke pelosok-pelosok Pulau Bali.

Pada Suatu ketika, saat beliau sedang menjalankan tugasnya, beliau melihat sinar suci dari arah tenggara, dan beliau mengikutinya sampai pada asalnya, yang ternyata berupa sumber mata air.
Tidak jauh dari tempat itu, beliau menemukan sebuah tempat yang sangat indah, yang disebut “Gili Beo” (Gili artinya Batu Karang dan Beo artinya Burung).

Jadi tempat itu adalah sebuah Batu Karang yang berbentuk burung. Ditempat inilah beliau melakukan persemedian dan pemujaan terhadap Dewa Penguasa Laut.

Lokasi tempat Batu Karang ini, masuk daerah Desa Beraban, dimana di desa tersebut, dikepalai oleh seorang pemimpin suci yang disebut “Bendesa Beraban Sakti”.

Sebelumnya masyarakat Desa Beraban menganut ajaran, sebut saja sebagai monotheisme yang kurang lebihnya percaya dan bersandar hanya pada satu orang pemimpin yang menjadi utusan Tuhan seperti Nabi.

Dalam waktu yang singkat, banyak masyarakat Desa Beraban ini, mengikuti ajaran Dang Hyang Nirarta. Hal ini membuat Bendesa Beraban Sakti sangat marah dan mengajak pengikutnya yang masih setia untuk mengusir begawan suci ini.

Dengan kekuatan spiritual yang dimiliki Dhang Hyang Nirarta, beliau melindungi diri dari serangan Bendesa Baraban dengan memindahkan batu karang besar tempat beliau bermeditasi (Gili Beo) ke tengah lautan.

Kemudian beliau memberi nama tempat itu “Tanah Lot” yang berarti Tanah di tengah Laut.
Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular, yang mengitari batu karang, sebagai pelindung dan penjaga pura.

Ular ini masih ada hingga sekarang, saya melihatnya sendiri secara nyata, dan secara ilmiah, ular ini termasuk jenis ular laut, yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular kobra.

Akhirnya Bendesa Beraban mengakui kesaktian dan kekuatan spiritual dari Dang Hyang Nirarta.

Selanjutnya...
Bendesa Beraban menjadi pengikut setia dan ikut menyebarkan ajaran Agama Hindu kepada penduduk setempat.

Sebagai tanda terima kasih, sebelum melanjutkan perjalanan, beliau memberikan sebuah keris kepada Bendesa Beraban yang dikenal dengan nama “Keris Jaramenara atau Keris Ki Baru Gajah”.
Saat ini keris itu disimpan di Puri Kediri yang sangat dikeramatkan dan di upacarai setiap hari raya Kuningan. Upacara tersebut di adakan di Pura Tanah Lot setiap 210 hari sekali, yakni pada “Buda Wage Lengkir” sesuai dengan penanggalan Kalender Bali.

Dan Pura Tanah Lot yang sekarang ini, telah menjadi salah satu objek wisata di Bali, yang sangat terkenal hingga ke mancanegara. Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu.

Pura Tanah Lot ini, merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan.
Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam.

Pura Tanah Lot adalah Jenis Pura Gaya arsitektur Candi Hindu. Lokasi di Kabupaten Tabanan Bali. Desa Beraban. Kecamatan Kediri. Indonesia.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
http://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya

PETUNJUK DAN BIMBINGAN SPIRITUAL HAKIKAT HIDUP. DALAM LAKU MURNI MENUJU SUCI “KUNCI THE POWER” Level Tiga:

PETUNJUK DAN BIMBINGAN SPIRITUAL HAKIKAT HIDUP.
DALAM LAKU MURNI MENUJU SUCI “KUNCI THE POWER” Level Tiga:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Gianyar Bali. Hari Rabu. Tanggal 13 September 2017.


MIJIL Toto Lenggah:
Mijil Toto Lenggah. Adalah Praktek Menata Diri Sejati secara spiritual, mulai dari Lahir hingga Bathin atau mulai dari Raga hingga ke Jiwa atau gelar dan gulung, atas semua yang telah Dzat Maha Suci Anugerahkan atau Dzat Maha Suci Wahyu-kan kepada kita sebagai Abdi Hidup-Nya, dengan penuh kesadaran Wahyu Panca Laku/IMAN. Jadi, mijil toto lenggah itu, adalah merupakan praktek menata diri sejati, tentang Pusaka Pribadi Sejati. Busana Pribadi Sejati Dan Sabda Pribadi Sejati, secara spiritual lahir bathin-jiwa raga, atas Wahyu yang telah di anugerahkan kepada kita, sebagai Putera Rama yang sedang menuju ke arah-Nya, karena Cinta Kasih Sayang, bukan karena hal lainnya. agar supaya Laku Sipat dan Sikap kita senantiasa tertata, terarah, tertuntun, terkontrol, terkoneksi secara sadar, sehingganya, apapun yang di perbuat dan di lakukan, bisa tepat sasaran, tidak melesed, apa lagi keluar dari jalur atau jalan yang sudah di sediakan oleh Dzat Maha Suci kepada setiap hamba yang sedang menuju kepada-Nya.


PRAKTEKNYA:
Langkah Pertama... 
Adalah Patrap PALUNGGUH PAMBUKA;
Palungguh adalah upaya menenangkan rasa yang tidak dan perasa’an, yang tidak
nyaman, agar menjadi enak dan nyaman. 


Caranya,,, setelah berada di tempat/ruang semedi. Dalam keada’an duduk siap bersamadi, tempelkan telapak tangan kanan, ke dada sebelah kiri, dimana terdapat detak jantung. Seperti yang nampak pada gambar dibawah ini;
Lalu baca “PALUNGGUH PAMBUKA” 3x.
PALUNGGUH PAMBUKA;
Sedulur Papatku
Lungguho ingkang prayugo.
Ragane arso tentrem.
Sun sangoni basuki.
Kalis ing sambikolo.
Kanti teguh rahayu selamet.
Dibaca... 3x.

Lalu tarik napas panjang dan pelan serta dalam melalui hidung, lalu keluarkan napas panjang dan pelan serta dalam pula melalui mulut, lakukan cara ini hingga tiga kali berturut-turut, hingga terasa plong/lega. 


Langkah Kedua... 
Adalah Patrap KUNCI;
Robah Patrap Palungguh, menjadi patrap Kunci, dengan tetap duduk rileks dan santai
menikmati rasa plong/lega hasil palungguh tadi. Satukan dan pertemukan kedua telapak tangan, lalu letakan tepat didepan wajah, kedua ibu jari, menempel tepat dibawah kedua lubang hidung, sedangkan kedua jari telunjuk, tepat berada di tengah kening atau diantara kedua alis, sementara kedua siku tangan, lurus sejajar dengan pundak. Seperti yang nampak pada gambar dibawah ini;
Lalu baca “KUNCI” 7x.
KUNCI untuk Lelaki;
Gusti ingkang moho suci.
Kulo nyuwun pangapuro dumateng gusti ingkang moho suci.
Sirolah datolah sipatolah.
Kulo sejatine sateriyo.
Nyuwun wicaksono nyuwun panguwoso.
Kangge tumindake sateriyo sejati.
Kulo nyuwun kangge hanyirna’ake tumindak ingkang luput.
Dibaca... 7.x.


KUNCI untuk Wanita;
Gusti ingkang moho suci.
Kulo nyuwun pangapuro dumateng gusti ingkang moho suci.
Sirolah datolah sipatolah.
Kulo sejatine wanito.
Nyuwun wicaksono nyuwun panguwoso.
Kangge tumindake wanito sejati.
Kulo nyuwun kangge hanyirna’ake tumindak ingkang luput.
Dibaca... 7.x.


PENJELASAN;
Bacalah Kunci dengan perlahan dan santai/rileks, jangan terburu-buru, hayati setiap kalimat yang terbaca dalam hati, dengan penghayatan rasa, ingat...!!! dengan penghayatan rasa, bukan dengan perasa’an “sebab” di antara celah-celah baca’an Kunci, ada Wahyu Panca Laku/iman yang tersebut Manembahing Kawula Gusti, yang proses cengkok dan endingnya Manembahing Kawula Gusti tersebut, harus kita mengerti dan pahami serta kita ketahui, agar mengerti dan paham serta tahu, apa yang di sebut Kunci yang memiliki Laku manembahing kawula gusti tersebut.


Ingat...!!!
Patrap Kunci itu, pada hakikatnya, adalah Manembahing Kawula Gusti, karena itu, cara bacanya jangan terburu-buru, harus tawaduk, sopan santun, tata-titi-surti ngati-ati, santai, pelan dan penuh penghayatan rasa, yang semakin di hayati, akan semakin terasa prosesnya, yang detik demi detik, menjalar di sekujur tubuh kita, mengalir bersama aliran darah kita, terus rasakan, dan rasakan lebih dalam getarannya, di barengi dengan membaca
Kunci hingga selesai 7x.


Langkah Ketiga... 
Adalah Patrap PAWELING;
Setelah selesai membaca Kunci 7x. Robah Patrap Kunci, menjadi Patrap
Paweling, caranya; dengan tetap rilek dan santai, turunkan kedua tangan secara
bersama’an, secara perlahan, dengan tetap penuh penghayatan rasa, ke bawah, hingga
berada tepat di tengah dada. Seperti gambar yang nampak dibawah ini;
Lalu baca “PAWELING” 3x.
PAWELING;
Siji-siji - loro-loro - telu telonono.
Siji sekti - loro dadi - telu pandito.
Siji wahyu - loro gra’trahino - telu rejeki.
Dibaca... 3.x.


PENJELASAN;
Setelah selesai membaca Paweling 3x. Lalu diam sejenak. Rasakan Getaran dari tekanan kedua energi yang ada di kedua telapak tangan, dengan tetap penuh penghayatan rasa, terus rasakan dan rasakan terus hingga beberapa waktu lamanya. Ingat...!!! Patrap Paweling, pada hakikatnya, adalah Manunggaling Kawula Gusti, artinya, harus benar-benar merasakan kemanunggalannya kawula dan gusti tersebut. Jika kita mampu berhasil menghayati getaran dari tekanan kedua energi yang ada di kedua telapak tangan kita, maka kita akan mengerti, memahami dan mengetahui kemanunggalan kawula gusti kita.


Langkah Ke’empat... 
Adalah Patrap MIJIL TOTO LENGGAH;
Setelah merasa cukup dalam merasakan proses cengkok dan ending serta klimaxnya Paweling yang hakikatnya adalah kemanunggalan kawula gusti, lalu robah patrap Paweling menjadi Patrap Mijil, dengan cara, tetap rileks dan santai, geser tangan kiri ke samping pinggul kiri,  sedangkan tangan kanan, tetap berada di posisinya semula. Ibu jari tangan kiri, menempel pada tulang rusuk yang paling bawah, yang paling pendek, sedangkan jari telunjuk tangan kiri, lurus mengarah ke pusar perut/wudel. Seperti yang nampak pada gambar di bawah ini;


Lalu baca MIJIL TOTO LENGGAH 1x.
MIJIL TOTO LENGGAH;
.....) Asmo sejati. Jeneng siro mijilo.
Panjenengan ingsun kagungan karso.
Arso noto, natak’ake lan nglenggahake sakabehing.
Pusoko-pusoko pribadi sejati, busono-busono  pribadi  sejati,  lan  sabdo-sabdo
pribadi sejati. Paringane kanjeng romo sejati, maring badan pribadi sejati.
Reksanen murih kelaksanan di podo tumoto.
Mapan lenggah, kanti setoto becik.
Di tompo ngurbani rogo pribadi sejati.
Kawibawane arso ingsun agemi.
Kangge lakune badan ing sedino-dino.
Murih katekan sediyane. kanti teguh rahayu selamet.
Dibaca... 1.x.

Penjelasan;
Tanda titik-titik di Mijil atau Palungguh, yang ada di level satu dua dan tiga ini. di isi Asmo sejati-nya, bagi Putera yang sudah memiliki Asmo sejati, namun bagi pemula, yang belum mengetahui siapa Asmo-nya, tanda titik-titik tidak perlu di baca, bacanya, cukup di mulai dari Asmo sejati saja. Karena kalimat Asmo sejati itu, adalah sabda sementara bagi yang belum memiliki atau belum mengetahui siapa Asmo-nya.


PENJELASAN;
Setelah membaca mijil toto lenggah 1x. Lalu Diam... dan robah posisi kedua tangan, yang semula Patrap Mijil, menjadi seperti yang nampak pada gambar dibawah ini;


Lalu....
Buka Mata hati/bathin, tutup mata lahir, bebaskan semua Panca indera, pikiran, angan-angan, jangan sampai ada satupun tekanan atau beban, bebaskan dan merdekakan. Mungkin, pikiran atau angan-angan, teringat hal-hal di luar sana, misal, ingat pekerja’an, teman, pacar, anak, isteri, suami, hutang, motor, mobil dll, biyarkan, bebaskan, merdekakan untuk beberapa menit, maksimal lima menit. Jangan lebih. 


Setelah lima menit...
Lalu tarik napas panjang dan pelan serta dalam melalui hidung, lalu keluarkan napas panjang dan pelan serta dalam pula melalui mulut, lakukan cara ini hingga tiga kali berturut-turut, hingga terasa plong/lega atau tidak plong/lega. Maksudnya... setelah melakukan ini, bisa plong/lega atau tidak plong/lega. Ingat...!!! jangan sampai lupa. Bahwa Sejatinya Patrap Mijil, adalah Sampurnaning Kawula Gusti. Jadi....


Segera tundukan kepala, tundukan pula ego kita, tanggalkan semua bentuk takut dan ragu serta bimbang. Kemudian berkatalah secara sadar dalam hati, dengan nada lirih dan jujur apa adanya. Seperti Contoh Di Bawah INI;


“ Tuhan... saya salah, saya dosa, saya memang salah ya Tuhan, saya memang dosa, sungguh saya bodoh, tidak mengerti apa-apa, tidak paham apa-apa, tidak tahu apa-apa, tidak bisa apa-apa, tapi saya selalu sok ngerti, sok paham, sok tahu, sok bisa, sok pintar, padahal saya bodoh dan dungu, goblog, tidak punya kuasa apa-apa dan tidak bisa apa-apa, kini saya sadar dan bertaubat serta berserah diri hanya kepada-Mu wahai yang Maha Segalanya, sesembahan yang tiada duanya”


“Saya Pasrahkan anak-ku, istri/suami-ku, pacar/kekasih-ku, keluarga-ku, saudara/saudari-ku, masalah-ku, keperluan-ku, kepentingan-ku, kebutuhan-ku, hutang-ku, jiwa raga-ku, dunia akherat-ku, hidup mati-ku dan semuanya serta segalanya tentang-ku. Saya serahkan dan saya pasrahkan hanya kepada-Mu wahai Dzat Maha Suci sesembahan-ku yang tunggal dan Maha Segalanya, sungguh saya tiada daya dan upaya apapun jika tanpa-Mu, mulai sekarang, semua dan dan segalanya, terserah-Mu, apapun keputusan-Mu, aku terima, mulai saat sekarang ini. Saya akan tunduk dan turut hanya kepada-Mu saja”


“Karena saya berasal dari-Mu dan Milik-Mu, maka saya akan mengabdi dan kembali hanya kepada-Mu saja. Engkau jadikan apapun diri ini di dunia dan di akherat nanti, saya tetap siap sebagai abdi setiamu”    

(Pemberitahuan; Bahasa yang saya contohkan diatas, bisa diubah sesuai sikon pribadi masing-masing, dan gunakanlah bahasa yang paling di mengerti, misal bahasa suku setempat, yang pasti, kurang lebih intinya seperti yang saya maksud dalam contoh diatas)

Lalu Diam...
Jika Anda bisa berhasil berkata Jujur apa adanya kepada Dzat Maha Suci dan sungguh-sungguh pasrah dan berserah diri lahir dan bathin serta bertaubat kepada Dzat Maha Suci. Seperti yang saya contohkan diatas. Air mata Anda akan menetes/berlinang, membanjiri pipi, dada, hingga kedua kaki Anda yang sedang bersimpuh. Jika air mata mulai menetes, diawal atau di pertengahan ungkapan seperti yang saya contohkan diatas, jangan berhenti, terus dan terus katakan berulang kali, apa yang saya contohkan diatas, sampai selesai, sampai puas, sampai plong, sampai lega, hingga tak ada lagi yang bisa di katakan, kecuali linangan air mata. Nikmati dan Rasakan Linangan Air mata yang semakin di rasakan semakin berderai tersebut. Rasakan lebih dalam, dan lebih dalam lagi, terus rasakan dan nikmati dengan sadar, jangan hanyut dan terlena, berusahalah untuk tetap sadar. Tidak larut dalam tangisan. Jika Anda sadar, dan benar-benar sadar, sesadar-sadar. Makan Anda akan mengetahui Klimaxnya Patrap Mijil Sowan.  


Klimaxnya apa...?!
Klimaxnya adalah Tenteram.
Tenteram itu apa...?!
Tenteram itu Sampurna.
Sampurna itu bagaimana...?!
Sampurna itu semuanya dan segalanya.


Intinya,,, di dalam Patrap Semedi Mijil Sowan, adalah mempelajari cengkok dan endingnya Manembahing Kawula Gusti. Manunggaling Kawula Gusti. Leburing Kawula Gusti dan Sampurnaning Kawula Gusti. Agar supaya bisa mengetahui Klimaxnya Sampurnaning Pati Urip.


Kalau kita kisa berhasil mengetahui Klimaxnya Sampurnaning Pati Urip. Kita akan Memperoleh alias mendapatkan kesempurna’an dan Merasakan Sejatinya Tenteram, yang nantinya bisa Menenteramkan Kehidupan lahir dan bathin kita sendiri dan semuanya serta segalanya yang terkait dengan diri pribadi kita, seperti anak istri keluarga tetangga dll, termasuk kepentingan, kebutuhan, keperluan dan masalah apapun selesai, dengan sangat indah tanpa masalah.


Apa itu sejatinya tenteram...?! 
Seperti apa rasanya Tenteram?
Kok sebegitu pentingnya... 


Apa itu sejatinya tenteram...?! 
Tenteram adalah sikon asal usul kita sebelum dicipta menjadi menusia Hidup oleh Dzat Maha Suci Tuhan kita, dan di dalam sejatinya Tenteram itulah, Dzat Maha Suci Tuhan kita berada.


Seperti apa rasanya Tenteram?
Rasanya tenteram itu, seperti di waktu kita mencapai puncak klimax sa’at berhubungan badan (SEKS) dengan orang yang kita cintai/sukai.


Bisa ketebak kan...? 
Rasanya...?


Itulah Wujud Gambarannya Tenteram. Itulah RasaTenteram yang saya maksud. Saking Tentramnya, sampai-sampai disaat klimax, semuanya dan segalanya terlupakan, tak satupun yang di ingat saat klimax, bahkan dirinya sendiri, lelaki atau bukan, sudah tidak tahu lagi. Itulah tenteram, itulah intisari pati dari semua dan segalanya yang di cari dan di lakukan oleh semua makhluk hidup.

Dan Itulah yang dicari sa’at kita bersamadi menerapkan Wahyu Panca Ghaib. Gambaran Rasanya seperti di Sa’at kita klimax (seks), tapi Prakteknya tidak seperti sa’at klimax (seks), karena tenteram yang di hasilkan sa’at klimax (seks), membuat kita lupa diri, lupa semuanya, lupa segalanya.


Disini, dalam menerapkan Wahyu Panca Ghaib ini, kita mencari Tenteram yang sebenarnya, bukan yang semu, tidak lupa diri seperti di sa’at klimax (seks). Melainkan dengan sadar, sesadar-sadarnya, semakin kita sadar, semakin kita mengerti apa itu Dzat Maha Suci Tuhan, semakin murni kesadaranya, semakin memahami bagaimana itu Dzat Maha Suci Tuhan, semakin sering mengalami tenteram secara sadar dan murni, maka akan bisa mengetahui semua dan segalanya tentang Dzat Maha Suci Tuhan secara jelas dan nyata, detail serta PASTI. Bukan katanya atau nanti atau ghaib.


Caranya bagaimana? 
Caranya Ada tiga tahap atau level atau tingkatan, dan tingkat/level/tahap Pertama-nya. Seperti yang sudah saya Uraikan diatas, bukan yang lain. Yaitu Laku Murni Menuju Suci Alias Wahyu Panca Ghaib di Ibadahkan dengan menggunakan Wahyu Panca Laku.


Langkah kelima... 
Adalah Patrap “PALUNGGUH PANUTUP”
Kondisikan tangan kanan menempel di dada sebelah kiri, seperti langkah awal. secara  perlahan Sembari membaca PALUNGGUH PANUTUP tiga kali.


“PALUNGGUH PANUTUP” 3x;
.....) Asmo Sejati
Lungguho ingkang prayugo.
Ragane arso tentrem.
Sun sangoni basuki.
Kalis ing sambikolo.
Kanti teguh rahayu selamet.
Dibaca... 3x.
                  
Dan SELESAI. Lakukan Patrap Mijil Sowan ini, tiap hari atau tiap malam dengan MERDEKA, tanpa terikat waktu dan arah menghadap di saat Bersamadi. Sampai benar-banar mengetahui Klimaxnya Mijil Toto Lenggah yang sangat luar biasa seperti yang sudah saya maksud dalam uraian diatas.


Duh... Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.
                                 
Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet..  BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
http://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya