Mengenai Saya

Foto saya

Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu dari saya untuk semuanya tanpa terkecuali. Perkenalkan Saya... Dengan Nama asli: Toso Wijaya. D.  Nama Lahir saya: Djaka Tolos. Dan Akrab di panggil Wong Edan Bagu atau WEB dalam dunia Spiritual Laku Ketuhanan. saya lahir di lereng gunung ciremai Cirebon jawa barat. Pada hari Rabu Pon, tgl 13/08/1959, Anak kedua dari empat bersaudara, yang lahir dari kedua orang tua, Bapak Bernama: Matsalim dan Ibu Bernaman Dewi Arimi.  Mulai dari Nenek moyang hingga ke bapak ibu sampai ke saya sendiri. Kami Suka Berspiritual. artinya... suka mempelajari hal-hal yang ga'ib. Tapi bukan sembarang Ghaib, karena Ghaib yang saya pelajari, adalah Ghaib-Nya Dzat Maha Suci Hidup (TUHAN). Bukan yang lain.  Karena itu Sejak usia 9 tahun, saya sudah mempelajari ilmu-ilmu katikjayan, kususnya ilmu kanuragan dan ilmu jaya kawijayan Warisan dari para leluhur saya di telatah tanah pasundan. Sebagai bekal untuk mengembara dalam melacak jejak Dzat Maha Suci yang Gha'ib.  

Dan setelah melalui berbagai macan dan banyak lika liku proses kehidupan. saya berhasil menemukan intisari pati Laku Spiritual Hakikat Hidup yang sebenarnya, dari semua dan segalanya tentang Hidup dan Kehidupan BerTuhan... dan sejak itulah, saya berhenti mengembara dan berpetualang. Lalu menekuni secara Khusus/Istiqomah Laku Spiritual Hakikat Hidup. Yang pelajarannya saya dapatkan, dikala puasa ngebleng di goa singabarong pulau nusa kambangan cilacap jawa tengah,  yaitu,,. Wahyu Panca Laku. Cara untuk Mempraktekan Wahyu Panca Gha'ib, yang hanya mempelajari Hidup dan kehidupan serta Dzat Maha Suci Hidup, bukan yang lainnya... disamping terus belajar dan belajar, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saya... Karena saya tidak suka Neko-neko. Saya membuka Pengobatan dan Konsultasi Alternatif Tradisional, mempraktekan ilmu pengobatan spesialist Stroke. Dengan Cara Terapi Pijat Urut dan Jamu Herbal Ramuan Sendiri. Yang pernah saya Pelajari dari beberapa orang Guru saya... Dan semoga, apa yang saya lakukan ini. bisa dan dapat bermanfaat pada diri saya sendiri dan buat semua saudara-saudari saya tanpa terkecuali..... Itulah sekelumit tentang saya dan mohon maklumnya jika terkesan berlebihan; Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu dari saya untukmu sekalian... _/!\_

Kamis, 16 November 2017

Sadar-Kesadaran-Kesadaran Murni:
(Satriya 55. Satriya Paningit. Ratu Adil).
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Hari Senin. Tanggal 13 November 2017.

Apapun itu, berasal dari tiga bahan saja, begitulah cara Dzat Maha Suci menciptakan semua dan segalanya. Apakah tiga hal yang menjadi bahan semua dan segalanya yang di ciptakan Dzat Maha Suci...?!

Tetap sama, seperti yang sudah saya uraikan di banyak artikel yang saya kabarkan melalui media sosial (internet).
Yaitu...

Sir. Dat. Sipat atau Nur Allah. Nur Muhammad. Nur Ilmu Muhammad atau Cinta Kasih Sayang. Dan tiga bahan ini, sesungguhnya tersimpan di dalam diri setiap Manusia yang masih hidup. Hanya saja, beda sebutannya.

Di dalam diri manusia hidup. Tersebut Sadar. Kesadaran. Kesadaran Murni.
Sadar. Kesadaran. Kesadaran Murni yang ada di dalam diri manusia hidup ini, jika ambil oleh Dzat Maha Suci untuk menciptakan suatu hal, makan menjadi tersebut; Sir. Dat. Sipat atau Nur Allah. Nur Muhammad. Nur Ilmu Muhammad atau Cinta Kasih Sayang.

Nah...
Sadar. Kesadaran. Kesadaran Murni inilah yang sering saya sebut-sebut sabagai Laku Murni Menuju Suci.
Di dalam Laku Murni Menuju Suci. Terdapat Satriya 55.
Yaitu;
Wahyu Panca Ghaib.
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.
Dan.
Wahyu Panca Laku.
1. Pasrah kepada Tuhan.
2. Menerima keputusan Tuhan.
3. Mempersilahkan kuasa Tuhan.
4. Merasakan kenyataan Tuhan.
5. Menebar cinta kasih sayang Tuhan.
Itulah Satriya 55, yang pernah menggemparkan dunia di Tahun 2000 hingga sekarang. Dengan sebutan sakralnya-Satriya Paningit atau Ratu Adil.

Jadi...
Satriya Paningit atau Ratu Adil itu, bukan sesosok lelaki tampan, gagah, berwibawa, rambutnya panjang atau pendek, berkuda putih, berpakaian pangeran, yang memiliki sipat arip bijaksana dan memiliki sikap yang jujur dan tegas serta sakti mandraguna dan bla,,,bla,,,bla,,, lainnya.

Satriya Paningit atau Ratu Adil. Adalah; Sadar. Kesadaran. Kesadaran Murni-Nya setiap manusia hidup, dan berada di setiap diri manusia hidup itu sendiri, sejak di lahirkan kedunia hingga sekarang.

Jika seorang manusia hidup sudah tercerahkan, pasti Sadar, kalau sudah sadar, pasti memiliki Kesadaran, kalau sudah memilik Kesadaran, pasti Kesadaran nya Murni. Karena Hanya Dzat Maha Suci yang menjadi isi hatinya.

Jika isi hatinya hanya Dzat Maha Suci, di jamin pasti memiliki sipat arip bijaksana dan memiliki sikap yang jujur dan tegas bahkan sakti mandraguna tentunya.

Laku Murni Menuju Suci yang di dalamnya ada Satriya 55 atau Satriya Paningit atau Ratu Adil. Inilah satu-satunya sarana termudah atau Jalan Pulang Terdekat Dan Termudah Menuju Dzat Maha Suci Hidup atau keSempurnaan Dunia Akherat.

Kaedah Laku Murni Menuju Suci ini, adalah melangkah menuju yang paling dekat dari dirinya, yaitu
Yang Maha Dekat.

Dan jalan ini...
Sesungguhnya Berpandukan Al-Quran. Jika Al-Quran yang menjadi masalah untuk mempermasalahkan ketulusan niyat cinta kasih sayang saya yang saya sampaikan secara umum.

Di dalam Al Quran Allah menunjukkan jalan menujunya dengan sangat sederhana dan mudah.
Gunakan Sadar-Kesadaran-Kesadaran Murni Mu, dan mari kita perhatikan cara Tuhan menunjukkan para hamba yang mencari-Nya.

Pertama;
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah, bahawasanya Aku adalah dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku, dan hendaklah mereka itu beriman kepada-Ku,
agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS. Al Baqarah:186)

Kedua;
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan menusia dan mengetahui apa yang di bisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya” (QS. Al Qaaf:16)
Dua ayat di atas, mengungkapkan keadaan Tuhan sebagai wujud yang sangat dekat, dan kita diajak untuk memahami pernyataan tersebut, secara sempurna, dari keseluruhan sisi pandangan manusia (universal).

Jadi...
Laku Murni Menuju Suci yang sering saya tawarkan dan kabarkan secara umum di media sosial itu. Bukan karangan Wong Edan Bagu, melainkan Firman Tuhan yang tersurat di dalam Al-Quran, yang berhasil saya ungkap dan sudah saya Buktikan secara langsung Di TKP. Begono brow...

Saat pertanyaan terlontar, di manakah Allah...?!
Maka Allah menjawab; Aku ini dekat, kemudian jawaban meningkat sampai kepada,
Aku lebih dekat dari urat leher kalian. Atau di mana saja kalian menghadap di situ wujud wajah-Ku… dan Aku ini maha meliputi segala sesuatu.

Kerana Allah sudah sangat dekat, kita tidak perlu mencarinya jauh-jauh, melalui alam-alam yang amat luas dan membingungkan, alam itu sangat banyak dan bertingkat-tingkat serta berlapis-lapis.

Tidak perlu kita memikirkannya, apa lagi menebak-nebak apa itu bagaimana ini. Cukup berserah diri. Pasrah kepada-Nya. Lalu. Menerima keputusan-Nya. Lalu Mempersilahkan kuasa-Nya. Lalu. Merasakan kenyataan-Nya.

Lalu membersihkan dan Menjaga Hati dan Syahwat dengan Cara. Menebar Cinta Kasih Sayang-Nya. Kepada siapun dan apapun serta dimanapun hingga kapanpun.

Hanya dengan begitu, secara automatik kita akan diperlihatkan dan dipersaksikan kepada kerajaan Tuhan yang amat luas dan luar biasa, dan hanya dengan itu kita bisa mencapai kesempurnaan dunia wal akherat.

Kembali ke Pokok. Yaitu tentang Sadar-Kesadaran-Kesadaran Murni.
Dan saya menguraikannya dengan bahasa awam, supaya lebih mudah di mengerti, di pahami dan di cerna.

1. Sadar;
Sadar itu, kaitannya dengan diri pribadi, istilah spiritualnya di sebut laku pribadi, di dalam laku pribadi ini, memiliki tiga tingkatan iman atau Wahyu panca laku. 1. Pasrah kepada Tuhan-nya. 2. Menerima keputusan Tuhan-nya. 3. Mempersilahkan kuasa Tuhan-nya.

Jadi...
Orang sadar. Pasti mau berserah diri kepada Tuhannya. Yaitu; 1. Pasrah kepada Tuhan-nya. 2. Menerima keputusan Tuhan-nya. 3. Mempersilahkan kuasa Tuhan-nya.

Kalau tidak bisa 1. Pasrah kepada Tuhan-nya. 2. Menerima keputusan Tuhan-nya. 3. Mempersilahkan kuasa Tuhan-nya. Berati belum sadar.

Dan orang yang bisa 1. Pasrah kepada Tuhan-nya. 2. Menerima keputusan Tuhan-nya. 3. Mempersilahkan kuasa Tuhan-nya. Pasti memiliki Kesadaran..

2. Kesadaran;
Kesadaran itu, kaitannya dengan umum, dunia seisinya, istilah spiritualnya di sebut laku universal, di dalam laku universal ini, memiliki satu tingkatan iman atau Wahyu panca laku. Ke 4, yaitu Merasakan kenyataan Tuhan-nya.

Jadi...
Orang yang sudah memilik Kesadaran. Pasti mengerti dan Paham. Bahwa tidak selembar daunpun yang jatuh tanpa kehendak-Nya, sehingganya bisa tahu, dimana saja dan kemana saja dia menghadap, disitu ada wajah Tuhan-nya.

Karena mengerti dan paham Bahwa tidak selembar daunpun yang jatuh tanpa kehendak-Nya.

Karena tahu dimana saja dan kemana saja dia menghadap, disitu ada wajah Tuhan-nya.

Dia tidak akan mengotori hati dan syahwatnya, tidak akan membenci apapun, tidak akan sirik, tidak akan iri, dengki, dendam, hasut, menilai, membedakan, mengarang, merancang, menebak atau menyangkan, menduga-duga dan mengira-ngira. Karena sudah jelas dan nyata di saksikan dan di rasakan ya sendiri. Bahwa semua itu adalah Tuhan Sendiri.

Kalau masih mengotori hati dan syahwatnya, masih membenci, sirik, iri, dengki, dendam, hasut, mencela, menghina, melecehkan, meremehkan, menilai, membedakan, mengarang, merancang, menebak atau menyangkan, menduga-duga dan mengira-ngira.

Berati Kesadarannya belum Tercerahkan, karena belum Sadar. Jadi, mana mungkin memiliki kesadaran. Sehingganya, merasa perlu mengotori hati dan syahwatnya, masih membenci, sirik, iri, dengki, dendam, hasut, mencela, menghina, melecehkan, meremehkan, menilai, membedakan, mengarang, merancang, menebak atau menyangkan, menduga-duga dan mengira-ngira kalau ada waktu dan kesempatan serta jika itu di perlukan.

Dan kalau kesadarannya masih per orangan, per individu, per golongan, per kotak-kotak alias belum universal/global/semua dan segalanya, bukan kesadaran namanya, karena kesadaran, adalah universal, semuanya dan segalanya terkait.

3. Kesadaran Murni;
Kesadaran Murni itu, tidak ada kaitannya dengan apapun. Kecuali Tuhan, dalam.istilah spiritualnya, di sebut sebagai laku khusus. Di dalam laku khusus, hanya terdapat satu tingkatan iman atau Wahyu panca laku, yaitu yang. Ke 5. Menebar cinta kasih sayang.

Jadi...
Orang yang kesadaran nya sudar murni. Sudah tidak punya lagi kemelekatan di hatinya, sudah tidak ada lagi keterikatan dalam dirinya, sudah tidak ada lagi ketertarikan dalam jiwanya, bahkan sudah tidak ada lagi niyat dan tujuan selain asal usul Sangkan Paraning dumadi atau Inna lillaahi wa Inna illaihi raji'un. ( Inilah tanda orang yang sudah bertemu guru sejati nya dan mengenal Tuhan nya. Berjuang dan Berkorban lah untuk mendekat dan menemui nya, apapun risikonya, anda pasti selamat dan tercerahkan secara sempurna atas limpahan cinta kasih sayang nya. (PERCAYALAH)

Kalau masih memiliki kemelekatan dan keterikatan apapun jenis dan bentuknya serta masih memiliki niyat dan tujuan selain Dzat Maha Suci. Berati kesadarannya belum murni. Sebab kesadarannya belum tercerahkan dan akibat dari belum sadar.

Dan kemelekatan di hatinya, sudah tidak ada lagi keterikatan dalam dirinya, sudah tidak ada lagi niyat dan tujuan selain asal usul Sangkan Paraning dumadi atau Inna lillaahi wa Inna illaihi raji'un.
"Hai jiwa jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhan mu,
dengan redha meredhai
ketika Puting Peliung-Sakaratul Maut Melanda"
"…Barang siapa yang sungguh-sungguh datang kepada Kami,
pasti kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami… (QS: Al ankabut: 69 ).

Ini membuktikan, bahwa di menuju kepada Tuhan. Tidak perlu lagi melalui proses pencarian atau menelusuri jalan-jalan yang di temukan oleh kaum ahli spiritual kalau menirunya. Kerana mereka di dalam perjalanannya harus melalui tahap-tahap alam-alam.

Atau untuk bisa menemui Tuhan, harus mampu memfanakan alam-alam selain Tuhan dengan semata yang wujud. Untuk bisa fana harus bertapa sekian bulan/tahun, harus menggunakan uberampe sejati yang minimal maharnya jutaan. Bla... Bla... Bla...!!!

Tidak Usah...!!!
Tidak Perlu...!!!
Ini Lo yang mudah, dekat, tingkat dan saya jamin berhasil sampai tepat sasaran. Tidak akan meleset atau gagal.

Bertaubatlah...
Menggunakan Wahyu Panca Ghaib.
Berserah dirilah...
Menggunakan Wahyu Panca Laku.
BERES.

Kerana semua berada dalam genggaman-Nya. Kerana Dia meliputi segala sesuatu. Kerana Dia ada di mana saja kita berada, dan Dia sangat dekat.

Mari melangkah bersama saya WEB kepada yang paling dekat dulu dari diri kita. Yaitu Hidup, utusan Sang Maha Hidup yang bersemayam dalam diri kita sendiri. Bukan melangkah dari yang paling jauh dari diri kita. (alam-alam atau ilmu-ilmu).

Duh... Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup..._/\_.... Aaamiin. Terima Kasih. Terima Kasih Dan Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
"PESANGGRAHAN"
PESONA JAGAT ALIT
+WEB+
Angudi Dayaning Sedulur Papat Kalima Pancer.
ALAMAT:
Desa. Karangreja. RT/Rw. 02/03. Kec. Tanjung. Kab. Brebes. Jawa Tengah Indonesia. 52254.
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
http://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya
PEMBUKTIAN:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Hari Rabu. Tanggal 15 November 2017.

Terima kasih Romo...
Engkau telah merestui dan memberkahi berdirinya "PESANGGRAHAN PESONA JAGAT ALIT" pada hari ini. Hari Rabu Tanggal 15 November 2017.

Para Kadhang Kinasihku Sekalian. Hari ini. Hari Rabu Tanggal 15 November 2017 "PESANGGRAHAN PESONA JAGAT ALIT" Telah Selesai Di Dirikan.

Mulai sekarang. Siapapun yang ingin menemui saya untuk belajar secara langsung. Tidak akan mengalami kesulitan lagi. Karena saya sudah punya Tempat untuk Beristirahat Sejenak. Selagi hayat ini, masih di kandung badan saya.

Jadi...
Mulai sekarang juga, siapapun yang ingin menemui saya untuk belajar secara langsung. Saya persilahkan datang kapanpun waktunya di "PESANGGRAHAN PESONA JAGAT ALIT" Gratis...!!!

Alamat:
Desa. Karangreja. 
RT/Rw. 02/03. Kec. Tanjung. 
Kab. Brebes. Jawa Tengah.
Indonesia. 52254.

Rute Jalannya. Dari Pantura Pertigaan Tengguli Brebes. Masuk Arah Selatan Ke Luwung Bata Mundu. Dari Pertigaan SMP Negeri 2 Tanjung. Luwung Bata. Belok Kiri Arah Timur Menuju Ke Desa Karangreja. Luruh Terus Ikuti Jalan Sampai Ke Makam Umum Desa Karangreja. Sebelum Makam. Lokasi Pesanggrahan Bertempat.

PEMBUKTIAN;
Apa yang saya uraikan di bawah ini. Adalah Merupakan Pembuktian dari Saya untukmu sekalian yang butuh dan perlu Bukti. Mohon jangan di salah arah dan artikan.

Para Kadhang Kinasihku Sekalian. Ketahuilah...
Pesanggrahan ini. Menghabiskan Biaya Dana 17 Juta. Ada banyak Kadhang yang ikut membantu pendana'an dalam pembangunan Pesanggrahan ini.

Ada yang nyumbang seratus ribu, ada yang dua ratus ribu, ada yang seratus lima puluh ribu, ada yang lima ratus ribu, ada yang satu juta, ada yang dua juta, ada yang satu juta lima ratus.

Ada juga yang cuma sms atau wa nya saja yang hendak membantu, namun bentuk bantuannya tidak ada.

Ada yang membatu doa, ada yang membantu mengawasi dari jarak jauh dan jarak dekat. Ada yang membantu tenaga. Ada yang membantu makanan dan minuman.

Dan dengan penuh Rasa Hormat Cinta Kasih Sayang saya Ucapkan-banyak...7x Terima kasih atas partisipasi dan semua bentuk Bantuannya.

Percayalah; Bantuan Panjenengan Semuanya, apapun bentuknya. Akan mempermudah Laku Panjenengan dalam Laku Murni Menuju Suci-Asal Usul Sangkan Paraning Dumadi.

(Dan Pesanggrahan ini. Bukan milik Pribadi Saya, melainkan milik semua Kadhang Kinasih saya, yang Laku Murni Menuju Suci).

Dan terkumpulnya jumlah dana bantuan dari banyak Kadhang. Semuanya Delapan Juta tiga ratus ribu rupiyah. Selebihnya. Uang Pribadi Saya Sendiri.

Di balik Pembangunan Pesanggrahan ini. Demi Kadhang yang ingin belajar mengenal Tuhan melalui sedulur papat kalima pancernya sendiri, secara pribadi dan lebih dalam.

Sebab itu dan karena itu. Saya dirikan Pesanggrahan ini. Agar mereka tidak mengalami kesulitan dalam mencari saya atau menemui saya untuk belajar secara langsung.

Sebab, sebaik-baiknya belajar jarak jauh, baik itu melalui buku maupun tulisan saya di internet. Jauh lebih baik belajar secara langsung.

Untuk bisa mendirikan Pesanggrahan ini. Tuhan menguji dan menempa saya dengan cara memunculkan banyak pilihan yang tidak mudah untuk di simpulkan.

Diantaranya;
(1). Adik kandung Saya Taurina di Sulawesi saya, mengalami kesulitan ekonomi, karena sedang musim hujan, jadi sulit perkerjaan. Dia minta kiriman uang dari saya, bahkan berkata minjam/hutang, nanti kalau kerja di kembalikan. Namun saya tidak membalas SMS dan Telephonnya.

Karena uangnya sudah saya biyarkan untuk membangun Pesanggrahan ini.

(2). Anak saya Ria Susanti, yang sedang kuliah, minta kiriman uang untuk bayar bulanan, dan sekarang sudah di DO dari kampus tempatnya kuliah, karena sudah dua bulan dan hampir tiga bulan ini, uang bulanan belum terbayar, jangan kirim uang, membalas sms, wa atau telephon dari anak saya saja, tidak saya lakukan, karena uangnya saya gunakan untuk membangun Pesanggrahan ini.

(3). Adik saya Rokhim, di Banten, yang beberapa hari yang lalu saya kunjungi seorang syiar dari pulau Sumatera. Sedang sakit keras, tapi tidak bisa berobat, karena tidak punya uang. Dia minta kiriman uang dari saya, bahkan memohon minjam/utang kepada saya, namun sms atau Telephonnya tidak saya gubris, karena uangnya sedang saya gunakan untuk membangun Pesanggrahan ini, kabar terakhir kemaren, anaknya juga ikut sakit, karena mikir bapaknya sakit, namun tidak bisa berobat.

Ini Laku Pembuktian Dari saya untukmu sekalian. Saya telah mengorbankan tiga hal yang sudah saya uraikan diatas, demi berdirinya Pesanggrahan untuk kepentingan umum guna belajar bersama bab kesempurnaan dunia akherat.

Kita tunggu saja apa yang terjadi nantinya setelah ini.

(1). Apakah adik saya Taurina di Sulawesi akan membenci saya...?! Karena masalah ini...!!!

(2). Apakah anak saya Ria Susanti akan marah dan kecewa atau membenci saya, karena putus sekolah, disebabkan hampir tiga bulan tidak mampu bayar sekolah kemudian di DO...?!
Karena masalah ini...!!!

(3). Apakan adik saya Rokhim di Banten, akan menghembuskan napas terakhirnya, karena sakit tak mampu berobat, kemudian anak dan istrinya kecewa lalu membenci saya...?! Karena masalah ini...!!!

Sebelum ini, di hampir setiap laku, saya selalu seperti ini dan begini, khususnya dulu, ketika saya masih lelaku, dan ini yang kesekian kalinya saya lakukan, hal ini, seharusnya sudah tidak saya lakukan lagi, karena saya sudah tidak dalam pencarian, melainkan membimbing bagi yang mau.

Namun tetap saya lakukan. Sebagai Contoh dan Pembuktian. Dari yang namanya Perjuangan Dan Pengorbanan Seorang yang sedang Belajar dalam menuju Asal Usul Sangkan Paraning Dumadi.

Semuanya dan Segalanya ada dalam keKuasa'an Dzat Maha Suci. Kita tunggu saja Buktinya. apa yang akan terjadi nantinya.

Jika saya mengalami kehancuran keluarga, karena telah menyampingkan mereka demi mementingkan Pesanggrahan ini. Jangan sekali-kali, percaya Wong Edan Bagu lagi...

Kalau yang terjadi justru sebaliknya. Percaya atau tidak Percaya, itu Hak Anda. Yang pasti dan jelas. Saya telah memberi kan bukti akan Arti dan Makna serta Luar Biasanya sebuah Perjuangan dan Pengorbanan Bagi Seorang yang ingin mengenal Guru Sejati untuk mengetahui Tuhan-nya. Agar Sempurna Dunia Akherat nya.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Pesanggrahan Pesona Jagat Alit.
Alamat; Desa. Karangreja. RT/Rw. 02/03. Kec. Tanjung. Kab. Brebes. Jawa Tengah Indonesia. 52254.
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
http://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya

Jumat, 10 November 2017

MAUNYA NAFSU KEPADA TUHAN-NYA:

MAUNYA NAFSU KEPADA TUHAN-NYA:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Hari Jumat. Tanggal 10 November 2017.

Para Kadhang dan Saudara-saudari Kinasihku sekalian. Di dalam Laku Murni Menuju Suci. Tingkatkan dan tingkatkan terus menerus kesadaran kita, dengan cara Mengibadahkan Wahyu Panca Ghaib menggunakan Wahyu Panca Laku.

Karena disitu, diantara Hati dan Syahwat, ada Nafsu yang cenderung Memaksa Dzat Maha Suci Mengikuti Seleranya....

Manusia hidup memiliki kecenderungan untuk memasuki wilayah yang sudah dijamin Tuhan, dikarenakan adanya dorongan nafsunya.

Nafsu kita ingin memproyeksi supaya Tuhan mengikuti selera kita.
Ada satu kisah yang pernah saya alami beberapa tahun yang lalu, sewaktu saya masih dalam proses perjalanan pencarian jatidiri, pada waktu itu, nama saya sebagai Djaka Tolos, cukup di kenal dalam dunia spiritual keIlmuan.

Pikir saya, apapun yang saya pelajari, kalau saya bisa Istiqomah, terus menerus secara tetap. Misal sholat tahajud atau sholat dhuha atau membaca ayat kursi atau yasiin atau sholawat atau wirid atau puasa, secara terus menerus selama setahun atau dua tahun atau tiga tahun, pasti apapun yang ingin saya gapai bisa tercapai, nasib berubah dll.

Namun dalam kenyataannya, keinginan saya bisa mengenal jatidiri, guru sejati, tidak juga berhasil, nasib saya yang berguru kesana sini, juga tidak berubah-rubah, tetap saja di jadikan bola oleh para guru saya, di suruh begini, begitu, di perintah itu, ini dll.

Setahun Dua tahun. Tiga tahun. Empat tahun. Lima tahun. Enam tahun. Tujuh tahun. Delapan tahun. Akhirnya mulai kendor tahajudnya, tahajudnya-dhuhanya-ayat kursinya-yasiin nya-sholawatnya-wiridnya-puasanya.

Padahal, saya tahu kalau tahajud, dhuha, ayat kursi, yasiin, sholawat, wirid. Itu lebih utama daripada tujuan dan perubahan nasib yang saya maksud. Tapi kok...?!

Lalu...
Di suatu ketika, saya datang kepada Gus Dur, yang sebagai Guru Spiritual Tauhid saya.
Karena saya sedang Laku Murni Menuju Suci, mau tidak mau, suka tidak suka, kan saya harus jujur apa adanya dalam semua hal kepada siapapun dan dimanapun, khususnya terhadap Sang Guru.
Lalu saya bercerita kepada Gus Dur yang sebagai Guru Tauhid saya.

Gus,,, kan saya sudah tahu syare'at dan hakikatnya sholat, jadi, selama ini saya tidak sholat, la wong sudah ngerti syare'at nya, sudah paham hakikatnya dan sudah tahu maksud tujuan, namun saya melakukan yang sama Persih dengan sholat. Sepundi Gus...?!

Jawab Gus Dur sederhana saja;
Ya tidak apa-apa, sampean kan maunya Allah yang nyembah sampean.
Seketika saya langsung tertunduk, tidak berani lagi menatap wajah Gus Dur.

Karena saya tahu....
Kalimat tersebut dalam sekali.

Ini adalah gambaran umumnya manusia hidup.
Maunya Tuhan yang mengikuti keinginan kita, seakan-akan kita yang menjadi Tuhan. Ini mesti ditegaskan secara jujur, bloko suto, blak kotak opo anane, tanpa tedeng aling-aling, dalam tekad hidup kita di kehidupan ini.

Saya serius terhadap hal-hal yang sudah dijamin oleh Tuhan, namun saya sembrono terhadap hal-hal yang dituntut oleh Tuhan.

Hal ini menunjukkan butanya mata hati saya pada saat itu.
Manusia banyak sekali yang serius terhadap hal-hal yang sudah dijamin Tuhan, seperti yang pernah saya alami dulu dan saya uraikan diatas, padahal itu bisa membuat kabur mata hatinya, dan ini merupakan salah satu wujud keanehan dari manusia.

Manusia inginnya menentukan jaminan-jaminan, misalnya soal pahala. Manusia sering membayangkan pahala, terlebih membayangkan surga dan seisinya.

Padahal apapun yang kita bayangkan, besok di akherat tidak sama sekali seperti yang pernah kita bayangkan akan terjadi seperti yang di bayangkan. Contoh buktikan yang sudah saya alami dan terurai diatas.

Sehebat-hebat apapun bayangan kita tentang masa depan, tentang pahala, tentang surga, pasti kenyataannta tidak seperti yang kita bayangkan.

Karena itu...
Tidak usah dibayangkan seperti apa,,, tidak perlu membayang bagaimana,,, juga tidak penting di tebak dan di kira apa lagi di rancang-rancang.

Contoh;
Jika ibadahku maksimal, ya di buat minim-minimnya berJihat ngebom hotel atau geraja atau pura atau masjid. Di surga nanti saya akan di layani 41 bidadari, lalu merakit bom sambil membayangkan tentang bidadari. Oh... Nanti satu mijitin tangan, satunya kaki, satu kepala, satunya,,, satunya,,, satu lagi... Gundul-mu kroak.

Ngelamun-nya...
Emangnya roh/ruh itu berjenis kelamin... !!!
Gede Panjang Kuat.
Begitu...!!! 

Apa lagi kalau sewaktu di dunia pernah urut ke Mak erat. Pasti di akherat nanti bakal lebih gede, lebih panjang, lebih kuat dan tahan lama. He he he . . . Edan Tenan. Ngimpi...!!!

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
"PESANGGRAHAN"
PESONA JAGAT ALIT
+WEB+
Angudi Dayaning Sedulur Papat Kalima Pancer.

ALAMAT:
Desa. Karangreja. RT/Rw. 02/03. Kec. Tanjung. Kab. Brebes. Jawa Tengah Indonesia. 52254.
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
http://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya

MAUNYA TUHAN KEPADA HAMBANYA:

MAUNYA TUHAN KEPADA HAMBANYA:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Hari Kamis. Tanggal 9 November 2017.

Huh...!!!
Begini salah...!!!
Begitu salah...!!!

Ini dan itu sudah, tapi belum juga tercapai...!!!
Sebenarnya. Apa sih, maunya Tuhan terhadap kita...?!

He he he . . . Edan Tenan.
Manusia diciptakan untuk beribadah, sedangkan tujuan dari  Ibadah, adalah untuk menumbuhkan Iman.

Dibalik iman ada ketakwa'an, di balik ketakwaan ada kesuksesan/keberhasilan, di balik kesuksesan/keberhasilan, ada kesempurnaan. Dan kesempurnaan inilah yang Tuhan inginkan dari kita.

Tuhan ingin kita Sukses/Berhasil mencapai kesuksesan atau keberhasilan dunia dan akhirat, secara sempurna, bukan secara abal-abal. Sebab itu Tuhan mempermudah cara dan tidak mempersulit kita.
Dan adalah kepunyaan Allah Timur dan Barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah Wajah Allah" (Al-Baqarah:115).

"Kursi Allah meliputi langit dan bumi" (Al-Baqarah:255).

"Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan" (Ar-Rahman:27).

“Allah Menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak Menghendaki kesukaran bagimu” (Al-Baqarah: 185).

“Tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (Al-Baqarah: 286).

“Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak Membersihkan kamu dan Menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur” (Al-Ma’idah:6).

“Allah hendak Memberikan keringanan kepadamu, karena manusia diciptakan (bersifat) lemah” (An-Nisa:28).

Lalu....
Kenapa dan mengapa kita mempersulit diri sendiri...?!
"INI MAUNYA TUHAN KEPADA KITA"

Pertama yang dimaui oleh Dzat Maha Suci dari hambanya.
Adalah PENGAKUAN;
Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa" (Al-Ikhlas:1).

Kedua, adalah PERTAUBATAN;
"Wahai orang-orang yang beriman. Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya..." (At-Tahrim:8).

"Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, Maka Sesungguhnya dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat" (Qs. Al-Israa:25).

Ketiga, adalah PEMBERSIHAN;
"...AKU tidak bisa berada di bumi ataupun di langit, tapi AKU bisa berada dalam hati seorang mukmin yang benar..."
“Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya kembali kepada Allah" (Asy-Syuuro: 40).

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri” (Al-Isra:7).

Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit; "Maka dengan surat itu, bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir" (At-taubah:125).

“Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari, demi bulan apabila mengiringinya, demi siang apabila menampakkannya, demi malam apabila menutupinya (gelap gulita), demi langit serta pembinaannya (yang menakjubkan), demi bumi serta penghamparannya, demi jiwa serta penyempurnaan(ciptaan)nya, maka Dia Mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya, sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu)” (As-Syams:1-9).

Ke'empat, adalah PENGABDIAN;
"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku" (Adz-Dzariyat:56).

"Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja" (Al-Ankabuut:56).

Ke'lima adalah  KETERGANTUNGAN;
"Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan" (Al-Fatihah:5).

Ke'enam, adalah PENDEKATAN;
”Dan kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. tetapi kamu tidak melihat” (Al-Waqi’ah:85).

"Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya" (Qaff:16).

"Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah; "Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung" (At-taubah:129).

"Aku tergantung persangkaan hamba kepadaKu. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku. Kalau dia mengingatku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diri-Ku. Kalau dia mengingat-Ku di keramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka. Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari” (HR bukhari, no. 7405 dan Muslim, no. 2675).

Ketujuh, adalah PENGEMBALIAN;
"Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami” (Al-Mukminun:115).

"Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali" (Al-Baqarah 2:156).

Para Kadhang Kinasihku Sekalian...
Dengan Cara apa kita menuruti keTujuh mau-Nya Tuhan itu...?!
Kalau bukan dengan Wahyu Panca Ghaib...!!!

Bisa kah kita menggunakan Wahyu Panca Ghaib jika Tanpa Wahyu Panca Laku atau Iman atau Sedulur Papat Kalima Pancer...?!

Ketahuilah, sesungguhnya dalam jasad terdapat segumpal daging, apabila dia baik, maka jasad tersebut akan menjadi baik, dan sebaliknya, apabila dia buruk, maka jasad tersebut akan menjadi buruk, Ketahuilah segumpal daging tersebut adalah Hati.
1. Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari.
2. Demi bulan apabila mengiringinya.
3. Demi siang apabila menampakkannya.
4. Demi malam apabila menutupinya (gelap gulita).
5. Demi langit serta pembinaannya (yang menakjubkan).
6. Demi bumi serta penghamparannya.
7. Demi jiwa serta penyempurnaan(ciptaan)nya.
Maka Dia Mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaan-Nya. Sungguh beruntung orang yang menyucikannya jiwa itu. (As-Syams:1-9).

Duh... Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup..._/\_.... Aaamiin. Terima Kasih. Terima Kasih Dan  Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
"PESANGGRAHAN"
PESONA JAGAT ALIT
+WEB+
Angudi Dayaning Sedulur Papat Kalima Pancer.

ALAMAT:
Desa. Karangreja. RT/Rw. 02/03. Kec. Tanjung. Kab. Brebes. Jawa Tengah Indonesia. 52254.
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
http://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya

Kamis, 02 November 2017

Perjalanan Ma'rifatullah-Laku Murni Menuju Suci:

Perjalanan Ma'rifatullah-Laku Murni Menuju Suci:
(Artikel Ulangan)
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Hari Kamis. Tanggal 2 November 2017.

Di dalam perjalanan Ma’rifatullah, (Mengenal akan Allah), atau dalam bahasa spiritualnya sebagai Laku Murni Menuju Suci, maka siapapun dia, harus di mulai dengan Mengenal akan Diri sendiri. (Diri yang sebenar-benarnya Diri). Begitu kata para Ahli/Arif.

Sebab diri yang dikatakan sebenar-benarnya diri itu, yang memiliki hubungan langsung dengan Tuhan-Nya. Sebab Dia adalah Rasul/Utusan Tuhan.

Tentu bagi mereka yang sudah paham tentang Ma’rifat, telah mengetahui yang mana sih….?! diri yang harus di kenal itu...

Akan tetapi bagi mereka-mereka yang telah kenal akan dirinya, banyak yang tidak menyadari, bahwasannya, apa yang telah dilaluinya/diketahuinya tentang kedirian sejati itu, masih sebatas Kulit dalam pandangan Spiritual  Laku Murni Menuju Suci.

Kenapa demikian...?!
Karena diri yang banyak diketahui oleh sebagian penuntut Ma’rifatullah, itu masih terbatas kepada diri yang ada pada dirinya sendiri. Bahkan ada juga yang sebatas pada pandangannya kepada orang yang diistimewakan dan diagungkannya.

Sedangkan Ma’rifat yang sebenarnya. Adalah Laku Murni Menuju Suci, dan sesempurna-sempurnanya Ma’rifat, adalah  D laku Murni Menuju  Suci. Sebab hanya Laku Murni Menuju Suci-lah terdapat Universal.

Maksudnya; tidak ada batasanya dan tidak terbatasi oleh diri sendiri saja maupun orang-orang tertentu saja, melainkan menyangkut semuanya dan mengenai segalanya.

Setiap orang yang berada di dalam lingkaran Ma’rifat, merujuk kepada Sumber Pengetahuan Dzat Maha Suci yang menjadi Sumber Hakikatullah yang di sebut dengan “Nur Allah. Nur Muhammad. Nur Ilmu Muhammad” atau Sirolah Datolah Sifatolah.

Sebagaimana dalil dan firman yang telah dipahami oleh mereka-mereka yang ber paham Ma’rifat bahwa “Nur Allah. Nur Muhammad. Nur Ilmu Muhammad” atau Sirolah Datolah Sifatolah, itulah, awal dari segala sesuatu.

Dengan Tiga Nur atau Tiga Sir itulah, maka terciptalah Seluruh sekalian Alam beserta isinya. Seperti yang sudah saya wedar kan baik secara langsung, Vidio maupun Artikel.

Rosulullah Saw bersabda;
“Bahwasannya Allah Swt telah menjadikan Ruh-ku daripada Dzat-Nya, sedangkan sekalian Alam beserta isinya, terbit dari pada Nur-ku (Nur Muhammad)”.

Rosulullah Saw juga Bersabda;
“Sesungguhnya Aku adalah Bapak sekalian Ruh, sedangkan Adam adalah Bapak dari sekalian batang tubuh (Jasad)”.

Dari dua Sabda Utusan diatas, telah menguraikan bahwa Hakikat "Nur Muhammad" itu, tidak hanya ada pada satu diri saja, yaitu Nabi Muhammad misalnya, melainkan ada pada setiap yang maujud. Karena Nur Muhammad, bukanlah wujud manusia, melainkan Hidup, yang menghidupi wujud.

Sehingga tak terbatas bagi Nur Muhamad itu, melainkan meliputi sekalian Alam termasuk pada masing-masing diri sendiri. (pribadi)

Jika seseorang mengenal akan Allah melalui Nur-Nya. Yaitu Nur Muhammad atau Roh Suci Alias Hidup yang ada pada dirinya sendiri, maka masih belum lah dikatakan mengenal akan Dzat Maha Suci yang meliputi sekalian Alam.

Begitu juga jika seseorang mengenal akan Dzat Maha Suci melalui Nur-Nya. Yaitu Nur Muhammad atau Roh Suci Alias Hidup, yang ada pada orang-orang tertentu yang diistimewakannnya dan diagungkannya, misal Ustadz-ustadznya, Guru-gurunya, Syaikhnya ataupun Mursyidnya,  maka sesungguhnya ia masih terhijab oleh sesuatu yang dipandangnya.

Karena seperti yang sudah saya jelaskan diatas. Ma’rifatulah yang sebenarnya adalah Laku Murni Menuju Suci, dan Laku Murni Menuju Suci itu. Universal...

Contoh Misal;
“Syuhudul Wahdah Fil Katsroh"
Memandang yang Satu (Nur-Sir) ada pada yang banyak.

"Syuhudul Katsroh Fil Wahdah”
Memandang yang banyak ada pada yang Satu (Nur-Sir).

Jelasnya. Saya katakan sekali lagi... Bahwa seseorang yang mengenal Dzat Maha Suci sebatas pandanganya kepada dirinya sendiri atau orang tertentu yang diistimewakan dan diagungkannya,  maka mereka itu mengenal Dzat Maha Suci masih sebatas Kulit saja, jika di Padang menurut  pemahaman Marifatullah yang sesungguhnya yaitu laku murni menuju suci.

Jika demikian...
Bagaimana mungkin ia akan sampai kepada keikhlasan tertinggi atau kesadaran murni, dan bagaimana mungkin ia mengatakan telah bertemu dengan Dzat Maha Suci, sedangkan di halaman Istana Dzat Maha Suci saja, (Tenteram) Dia belum memasukinya, karena masih terdinding/terhijab pandangannya dari sesuatu selain Dzat Maha Suci.

Saya tegaskan...!!!
Jika Anda benar-benar ingin menjumpai Dzat Maha Suci dan bertemu dengan Dzat Maha Suci. (LIQO’) maka lepaskanlah semua dan segala yang melekat di hatimu,  lepaskan semua pandangan pikiranmu dan segala pandangan hatimu dari semua dan segala sesuatu apapun.

Ketahuilah...!!!
Bahwa untuk sampai kepada Dzat Maha Suci hanya bisa dengan melalui Lima Tahapan. Yaitu;
1. Pasrah kepada-Nya.
2. Menerima keputusan-Nya.
3. Mempersilahkan keuasa-Nya.
4. Merasakan kenyataan-Nya.
5. Menebar Cinta Kasih Sayang-Nya.

Untuk bisa menaiki tahapan demi  tahapan tersebut, agar sampai kepada Kamalullah (Kesempurnaan Pati lan Urip)

Wajib baginya untuk membersihkan Hati dan Syahwat dari noda kotoran dunia. Lalu menjaganya agar tidak ternoda dan  kotor lagi. Sebab Hati itulah muara tempat pertemuannya, karena Syahwat itulah, satu-satunya yang mampu membolak-balik kan hati. Maksud....?!

Jika masih ada pandangan yang terbatas atau dibatasi tentang Hakikat Nur Muhammad atau Roh Suci itu, pada beberapa diri saja, maka belumlah pantas baginya menyandang sebutan Putera Rama, melainkan masih sebagai Putera yang pada hakikatnya masih dalam perjalanan proses pencarian.

Mursyid Murobbi atau Putera Rama, tidak hanya ada pada satu diri saja, melainkan meliputi setiap wujud yang hidup. Siapa yang sanggup mematikan Diri. Itulah Langkah Awal menuju Diri Sejati (Sateriya Sejati) belum Sejatinya Diri (Sejatine Sateriya).

Sebab itu dan Karena itu;
Jangan tertipu dengan apa yang dipandang atau terpandang. Karena semuanya itu hanyalah bayang-bayang. Tidak terpisah Al-Haq dengan selayang pandang.
Tujulah kepada satu yang ada di dalam pandang. He he he . . . Edan Tenan.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Alamat; Desa. Gintung Lor. Blok. 1. Rt/Rw. 006/001. Kec. Susukan. Kab. Cirebon. Jawa Barat. Cirebon Indonesia 45166.
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
http://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya

Hakikat Tidak Ada Guru Dan Murid di Dalam Laku Murni Menuju Suci:

Hakikat Tidak Ada Guru Dan Murid di Dalam Laku Murni Menuju Suci:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Hari Rabu. Tanggal 1 November 2017.

Ketika hati mulai bercahaya, ketika jiwa mulai merasakan, ketika akal silau dengan pancaran Nur-Nya. saat itu lidah terasa kelu untuk bersuara, perasaan lenyap entah kemana, raga hampir-hampir tak berdaya, bahkan jiwa raib di dalam kegaiban-Nya.

Samudera ketenteraman telah menghanyutkan dirinya dan  menghempaskan batinnya pada karang-karang kesempurna'an dan membawanya kepada sebuah pulau kesadaran murni.

Mereka-mereka yang telah sampai pada kesadaran murni, itu telah melepaskan segala sesuatunya, terbebas dari semua kemelekatan,  apa saja, baik dirinya lahir batin maupun yang diluar dirinya.

Pandangan Syuhudnya hanya lah Dzat Maha Suci, yang tiada jarak dan tiada antara.

Telah dilewatinya Pos-pos atau warung-warung atau toko-toko jiwa mulai dari Pos-warung-toko roh,   sampai kepada Pos-warung-toko Roh Suci.

Disini baginya sesuatu yang berpasangan telah lenyap dari pengetahuan di dirinya.

Tiada lagi kata serba dua apalagi banyak pada pandangan batinnya. Pembimbing yang menyampaikan dirinya kepada Tuhan nya pun sudah tidak terpandang lagi.

Baginya guru dan murid itu satu, pembimbing dan yang di bimbing itu sama. Yang dikatakan Guru  itulah Murid, dan yang dikatakan Murid, itulah Guru.

Batinnya satu dengan Gurunya, sehingga dia juga yang disebut Guru dan dia jugalah yang disebut Murid.

Jika Guru dan Murid sudah satu dalam pandangan Batinnya.

Dimanakah Guru...?! Dan...
Dimanakah Murid...?!

Tentu...!!!
Jika sudah Satu meliputi, maka tidak ada lagi Guru dan tidak ada lagi Murid, yang ada hanyalah Penguasa yang menguasai Guru dan Murid.

Dialah Dzat Maha Suci Hidup.
Itulah maqom atau ranah atau dimensi kesadaran tertinggi, yang sering saya sebut sebagai kesadaran murni.

Dan... Itulah.
Hakikat  dari Sabda Pangandikaning Romo Semono  Sastrohadijoyo, yang sering di gunakan untuk melempar saya di medsos. Berbunyi; Ora Ono guru lan murid.

Lengkapnya Sabda;
Ora ono bapak, ibu, anak, sedulur, ora ono bojo ugo ora ono agomo, ilmu, kepercayaan, ora ono murid, ora ono guru, hanane mung urip pribadi.

Istilah Pribadi juga, sudah dialih fungsikan sesuai modusnya masing-masing. Padahal; Pribadi yang di maksud disini. Adalah sipat dan sikapnya Hidup. Jelasnya; Sipat Sikapnya Hidup, itu pribadi. Bukan karena Blang genthak loloba apapun, begitu maksudnya...

Panjenengan sudah seperti yang saya uraikan diatas...?! Jika sudah, berati Sudah tidak ada guru dan murid bagimu. Sudah tidak ada pembimbing dan yang di bimbing. Karena Guru dan Murid atau Pembimbing dan yang di Bimbing, sudah menyatu jadi satu kesatuan. Yang ada hanya Shang Hyang Menguasai Guru Dan Murid. Yaitu Dzat Maha Suci Hidup.

Dimana pada maqom atau ranah atau dimensi itu. Anda tidak terikat oleh sesuatu lagi, tidak membangga-banggakan akan sesuatu lagi, dan tidak menonjolkan akan sesuatu lagi.

Kemerdekaan dan kemandirian bersama Dzat-nya telah mengisi kekosongan jiwanya, sehingga kemana saja ia pergi, dimana saja ia berada tidak ada yang ada hanya Dzat Maha Suci meliputi disetiap gerak dan diamnya.

Pada Maqom atau ranah atau dimensi kesadaran tertinggi ini, Dzat Maha Suci telah mendudukan ia pada posisi Tenteram, karena ia telah berhasil melewati tahapan ke “AKU” an didirinya.

Tenteram bisa saya gambarkan seperti ini; Tidak ada apa-apa. Seandainya ada apa-apa. Tetap tidak apa-apa.

Jika ke “AKU “an dirinya saja sudah lenyap/Fana dari pandangan, bukankah segala yang di luar dari dirinya juga akan lenyap/Fana...?!
Kenapa masih sempat-sempatnya risau pada saudara-saudari kita yang masih belajar dan membutuhkan seorang guru  pembimbing...?!

Apabila mereka yang mengaku telah benar-benar sampai kepada Tuhan-nya. Dzat-nya. Tentu sudah seharusnya ia tidak bersandar lagi kepada sesuatu apapun bukan...?!
Sudah tidak risau oleh apapun itu...!!! Kok masih... Berati Bulsiiiit.

Jika masih bersandar akan sesuatu, sedangkan ia menyatakan telah sampai kepada Maqom Robbani, Atau Ranah/Dimensi Dzat. Maka sesungguhnya ia belumlah sampai dengan sebenar-benarnya sampai.

Pada saat itu ia masih sampai di  batasan Ilmu rasa perasaan, belum sampai kepada yang punya Ilmu rasa perasaan. He he he . . . Edan Tenan.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu serta Salam Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Alamat; Desa. Gintung Lor. Blok. 1. Rt/Rw. 006/001. Kec. Susukan. Kab. Cirebon. Jawa Barat. Cirebon Indonesia 45166.
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
http://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya

Minggu, 29 Oktober 2017

FILSAFAT awam tentang KETUHANAN:

FILSAFAT awam tentang KETUHANAN:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Hari Senin. Tanggal 30 Oktober 2017.

Tuhan atau ilah,,, ialah sesuatu yang dipentingkan atau dianggap penting oleh manusia sedemikian rupa-nya.

Rasa cinta kasih sayang yang amat sangat, sehingga manusia merelakan dirinya dikuasai oleh-Nya.

Perkataan dipentingkan. Hendaklah diartikan secara luas. Tercakup di dalamnya yang dipuja, dicintai, dikasihi, disayangi, diagungkan, diharap-harapkan dapat memberikan kemaslahatan atau kegembiraan, atau kebahagiaan, ketenteraman dan termasuk pula sesuatu yang ditakuti akan mendatangkan bahaya atau kerugian yang teramat besar dan fatal.

Atas dasar definisi ini, Tuhan itu bisa berbentuk apa saja, yang dipentingkan manusia itu sendiri.  Yang pasti, manusia tidak mungkin ateis. Artinya; tidak mungkin tidak ber-Tuhan.

Berdasarkan logika yang saya kombinasikan dengan Al-Quran dan kitab-kitab lainnya. Setiap manusia pasti ada sesuatu yang diperTuhankannya.

Dengan begitu, orang-orang ateis dan komunis sekalipun, pada hakikatnya ber-Tuhan juga.

Adapun Tuhan mereka ialah ideologi atau angan-angan mereka sendiri. Dalam tuntunan Islam diajarkan kalimat “la ilaaha illa Allah”

Susunan kalimat tersebut, dimulai dengan peniadaan, yaitu “tidak ada Tuhan”, kemudian baru diikuti dengan penegasan “melainkan Allah”.

Hal itu berarti bahwa seorang muslim harus membersihkan diri dari segala macam Tuhan dogma terlebih dahulu, sehingga yang ada dalam hatinya hanya ada satu Tuhan, yaitu Dzat-Nya. Dzat Maha Suci Hidup yang menghidupkan dan mematikan semua dan segalanya.

Menurut pengamatan saya pribadi, ketika masih suka membaca kitab-kitab sejarah dunia dan kehidupan di dalamnya. Secara garis besar, pemikiran umat Islam tentang ketuhanan timbul sejak wafatnya Nabi Muhammad. Secara sederhananya, ada aliran pemikiran bersifat liberal, tradisional, dan di antara keduanya.

Sebab timbulnya berbagai aliran Islam tersebut, lantaran karena adanya perbedaan metodologi dalam memahami alqur’an dan hadits dengan pendekatan kontekstual, sehingga lahir aliran bersifat liberal.

Sebagian umat Islam memahami dengan pendekatan tekstual, lahirlah aliran bersifat tradisional atau adat. Sedangkan “memadukan” kedua pemikiran tersebut, lahirlah aliran yang bersifat antara liberal dengan adat/tradisional.

Di antara aliran tersebut adalah sebagai berikut;
1. Mu’tazilah.
Disebut sebagai kaum rasional, yang menekankan pemakaian akal secara intensif, dalam memahami semua ajaran dan keimanan.

Salah satu pemikiran mereka adalah; Orang Islam yang berbuat dosa besar, maka ia tidak kafir dan tidak mukmin. Melainkan Ia berada di antara dua posisi tersebut.  "manzilah bainal manzilatain”

2. Qodariah.
Disebut sebagai Manusia mempunyai kebebasan dalam berbuat dan berkehendak. Artinya;  Prediket kafir atau mukmin didasarkan atas pilihan dan tanggung jawabnya sendiri.

3. Jabariah.
Di sebut sebagai manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam berbuat atau berkehendak. Artinya; Semua perilaku manusia di tentukan dan dipaksa oleh Allah.

4. Asy’ariyah dan Maturidiah. Yang maksudnya adalah. Pendapatnya berada di antara Qadariah dan Jabariah.

Sedangkan Konteks literatur historis agama pemikiran tentang Tuhan, dikenal dengan teori evolusionisme atau suatu proses kepercayaan tingkat sederhana sampai menjadi tingkat sempurna.

Tokoh atau Pemikir dan penganut yang mengemukakan teori evolusionisme. Adalah; Max Muller, EB Taylor, Robertson Smith, Lubbock dan Jevens. Yang hampir semua buku ciptaannya pernah saya baca dan pelajari.

Intinya...
Dengan konsep pemikiran baratnya tentang tuhan; Tuhan Dinamisme, Animisme, Politeisme, Henoteisme, Monoteisme. Maksudnya; KeImanan Dan KeTaqwaan.

Akidah Islam dalam al-Qur’an disebut iman. Iman bukan hanya berarti percaya atau yakin bahkan bakul yakin.

Melainkan Kesadaran Murni yang mendorong seseorang untuk bertaubat dan berserah diri hanya kepada Tuhan, lalu menapaki jalan-Nya untuk menuju-Nya kembali.

Seseorang bisa dinyatakan iman,  bukan hanya karena percaya dan yakin terhadap sesuatu, melainkan  terdorong oleh kesadaran murninya untuk insyaf lalu melakukan bertaubatan dan penyerahan serta pengabdian kepada Sang Hyang Dzat segala dan semuanya.

Jadi, untuk melihat keimanan seseorang, dapat kita lihat dari ucapan/perkataan dan perbuatanya, sesuai dengan apa yang sedang di pelajarinya atau tidak.


Semakin tinggi pengusaan dan pengamalan seseorang berdasarkan Laku Spiritualnya. Maka semakin baik pulalah imannya. Begitu juga sebaliknya.


Sedangkang taqwa itu bisa dikatakan sebagai bentuk nyatanya  dari iman seseorang. Seseorang yang beriman dapat dilihat dari ketaqwaanya dalam menjalankan perintah dzat maha suci dan tidak melakukan yang bukan perintah-Nya.

Intinya; seseorang yang taqwa,  adalah seorang hamba yang melindungi imannya dari hal-hal yang ditakutinya. Yaitu kotoran hati dan syahwat.

Jadi ketaqwaan seseorang hamba kepada Rab-Nya adalah ia yang  melindungi menjaga/melindungi hati dan syahwatnya dari hal-hal yang dia takuti. Sebab; Jika hati dan syahwat itu ternoda/terkotori. Maka kemustahilan lah yang akan di perolehnya dalam Inna Lillaahi Wa Inna Illaihi Raji'un atau Laku Murni Menuju Suci.

Duh... Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup..._/\_.... Aaamiin. Terima Kasih. Terima Kasih Dan  Terima Kasih*
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Alamat; Desa. Gintung Lor. Blok. 1. Rt/Rw. 006/001. Kec. Susukan. Kab. Cirebon. Jawa Barat. Cirebon Indonesia 45166.
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
http://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya

Sabtu, 28 Oktober 2017

Sudah Seberapa Siapkah Anda untuk menghadapi transisi:

Sudah Seberapa Siapkah Anda untuk menghadapi transisi:
(Seleksi Pemilihan).
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Sumedang Larang Tatar Pasundan.  Hari Kamis. Tanggal 26 Oktober 2017.

Para Kadhang Kinasihku sekalian. Pasti pernah dengar Sabda yang berbunyi; "Putero Romo. Kuwi Pilihan" Yen wes kepilih; " Lakune Saring Sinaring Saring" Berikut yang berhasil saya saksikan di TKP.
Sebelumnya mohon Maaf....
Di Atas Bumi di Bawah langit Dunia ini. Ada berapa banyak orang yang beragama...?!
Berapa banyak tempat ibadah...?! Berapa banyak orang yang taat menjalankan ritual agamanya...?!
Kita sama-sama tahu bukan. Bahwa jumlahnya luar biasa banyak.

Tapi mengapa kemiskinan dan  kelaparan, penganiayaan, pemerkosaan, penipuan, perampokan, pembegalan, peperangan bahkan pembunuhan dan bencana alam terus merajalela...!!! 

Seakan tiada hentinya dan tidak habis-habisnya terjadi disana-sini.

Sudah berapa banyak dari kita memohon, berdoa pada Tuhan untuk mengakhiri semua itu...?!
Dengan cara berjamaah atau individu. Namun kegelapan tak kunjung sirna, bahkan manusia semakin individualis, bringas, bencana alam kian mengganas. Lalu apakah yang keliru...?!

Apa itu kehendak Tuhan...?!
Benarkah itu kehendak Tuhan...?!

Kalau memang benar itu kehendak Tuhan. Berati Tuhan sedang Stress berat brow...

La gimana tidak Stres berat, menciptakan keindahan, setelah selesai, lalu di rusaknya sendiri dengan begitu saja. Berati stres to...

Contoh;
Saya membuat mobil-mobilan, setelah jadi, lalu saya banting, bahkan belum sempat jadi, sudah saya hancurkan. Atau,,, saya masak sayur asem, supaya rasanya sueger dan lueeezat, ueeenak tenan, saya racik bumbu khusus dan pilihan, namun, setelah selesai, saya buang ke slokan, ada kalanya, baru setengah matang, sudah saya acak-acak dan saya musnahkan. Kalau bukan stress, apa namanya tuh...?!

Saya rasa, itu bukan kehendak Tuhan, melainkan ulah si manusianya itu sendiri. Karena mayoritas manusia, terfokus untuk menjadi relijius bukan spiritualis.

Spiritual berbeda dengan relijius. Spiritual tak ada hubungannya dengan agama. Tapi agama butuh spiritual. Tuhan menghendaki kita untuk menjadi manusia spiritual bukan relijius, dan agama diadakan untuk berspiritual, bukan berelijius.

Tiap agama mengklaim bahwa ajaran mereka yang paling benar dan lainnya salah. Apakah sesungguhnya Tuhan lebih menyukai atau condong ke agama tertentu...?!

Jika iya, mengapa setiap terjadi bencana Tuhan tak hanya menyelamatkan umat agama tertentu...?!
Spiritualitas yang sesungguhnya, adalah kemampuan setiap jiwa untuk hidup selaras dengan Sang Pencipta, hidup sesuai kehendak-Nya, bukan sebaliknya.

Lalu bagaimanakah hidup yang selaras dengan Sang Sumber itu...?!

Ingatlah...!!!
Tuhan kita, Sang Sumber semua dan segalanya itu, ada dalam setiap ciptaan-Nya, seperti yang sudah saya kabarkan melalui media internet sampai hari saya keriting tulisnya, seperti yang sudah saya kabarkan secara langsung, sampai dower bibir saya bicara. Masak... Belum mau bertaubat juga... Masak belum bisa sadar juga.

Para Saudara-saudari dan Kadhang Kinasihku sekalian. Hidup selaras dengan Sang Pencipta, adalah dengan hidup harmonis dengan seluruh mahluk-Nya. Salin asah asih asuh, salin mengerti, salin memberi dan menerima, salin tolong menolong, tanpa ada iri, dengki, benci, dendam, fitnah, prasangka, pamrih dan ego apapun.

Lagi-lagi terkait dan menyangkut Cinta Kasih Sayang bukan....?!

Karena.....
Bagaimana mungkin kita bisa hidup harmonis dengan seluruh mahluk-Nya. Dengan salin asah asih asuh, salin mengerti, salin memberi dan menerima, salin tolong menolong, tanpa ada iri, dengki, benci, dendam, fitnah, prasangka, pamrih dan ego apapun. Jika tidak ada Cinta Kasih Sayang dalam hatinya...?!
Tapi ingat...!!!
Ini bukan Soal cinta kasih sayang yang sering terjadi intrik masalah  perselingkuhan dan kecemburuan di dalamnya Lo ya...

Melainkan Kesadaran Iman Cinta Kasih Sayang yang sudah sering saya kabarkan, baik itu secara langsung maupun melalui medsos.

Kesadaran iman cinta kasih sayang inilah. Adalah intisaripati dari laku spiritualitas yang sesungguhnya. Dan Kesadaran iman cinta kasih sayang inilah, yang menentukan kualitas jiwa seseorang dalam segi apapun.

Baiklah, saya akan mencoba menjelaskan sekali lagi, soal Kesadaran Iman Cinta Kasih Sayang. Barang kali lupa, kalau soal males baca, karena alasan tulisannya panjang, itu berati bonggane dewek.

Pertama soal Cinta Kasih Sayang; Sepertinya, semua orang tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah ini.

Tapi apakah kita mengerti apa itu Cinta Kasih Sayang...?! Cinta Kasih Sayang adalah mengasihi tanpa ego pamrih, memberi tanpa mengharapkan imbalan. 
Tidakah itu sederhana...?!

Ya,,, tetapi pelaksanaannya yang sulit. Pemahaman Cinta Kasih Sayang dari kebanyakan manusia  sungguh sempit, hanya sebatas Cinta Kasih Sayang kepada lawan jenis yang di perbesar, ini yang membuat Sulit.

Hubungan percintaan antar lawan jenis, seperti yang kita ketahui,  apakah ini sungguh-sungguh cinta kasih sayang...?!
Berapa banyak orang yang mengaku mencintai lawan jenisnya, lalu berkata “Aku mencintaimu lebih dari apapun bin melebihi segalanta, untuk itu jadilah pasanganku”. Preetttt....
Paling-paling...
Sehari tidak punya besar aja... Sudah manyun kayak ikan sepat. Apa lagi kalau sampai anak tidak bisa jajan di sekolahan, yang malu, lah, kebangetan lah dan bla,,,bla,,,bla,,, ujungnya pisah ranjang bahkan bercerai.

Kembali ke soal awal, yaitu bahwa Cinta Kasih Sayang adalah memberi tanpa pamrih ego mengharapkan imbalan. Jika tidak demikian, Tentu itu bukanlah Cinta Kasih Sayang. Karena Cinta Kasih Sayang itu. MEMBERI bukan MEMINTA. Konsep Cinta Kasih Sayang mayoritas kebanyakan manusia inilah, yang membuat dirinya hanya memikirkan pasangan dan keluarganya.

Padahal Cinta Kasih Sayang yang sesungguhnya, adalah kepada semua manusia, hewan, tumbuhan, Bumi, segala mahluk.

Cinta Kasih Sayang yang lebih dalam, dapat dilihat dari kualitas-kualitas berikut;
Cinta Kasih Sayang;
Itu tak ada benci.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada iri.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada dengki.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada dendam.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada fitnah.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada ego.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada keserakahan.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada kecemburuan.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada kesombongan.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak agresif.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada kebohongan.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada kompetisi.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak menyakiti.
Cinta Kasih Sayang;
Selalu selalu melindungi.
Cinta Kasih Sayang;
Itu sabar menanggung segala sesuatu.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak ada pamrih apapun.
Cinta Kasih Sayang;
Itu tidak melakukan hal yang tidak sopan, hal yang merugikan, hal yang menyinggung dan menyakitkan sesama hidup.

Nah… dari kualitas-kualitas tersebut, sudah berapa banyak yang ada pada diri kita...?! Sudahkah kita hidup dengan Cinta Kasih Sayang...?!
Kedua soal Kesadaran;
Orang yang sadar. Pasti mengerti.
Orang yang mengerti. Pasti memahami. Orang memahami. Pasti mengetahui. Orang yang mengetahui. Pasti bisa.
Bisa apa...?!
Apa saja bisa jika dia mau...!!!

KESADARAN disini, adalah pemahaman bahwa semua mahluk Tuhan adalah SATU. Maksudnya, semua dan segalanya berasal dari satu Sumber. Yaitu dzat maha suci. Bukan yang lain.

Seseorang yang sadar bahwa setiap mahluk Tuhan salin terhubung satu sama lainnya, alias  bahwa KITA SEMUA SATU, tak  akan mungkin tega menyakiti yang lainnya.

Ini bisa diibaratkan kita adalah satu tubuh, satu jiwa, satu jalan, satu bekal dan satu tujuan, yaitu Dzat Maha Suci Sang Sumber Segalanya. Jika salah satu bagian tubuh ada yang sakit, tentu seluruh tubuh lainnya akan merasakannya bukan...?!

Namun apa yang terjadi saat ini...?! Manusia menyakiti alamnya sendiri, Bumi tempat tinggalnya sendiri, menyakiti mahluk lain, bahkan dirinya sendiri.
Polusi di tanah, air, udara, juga di tingkat ether dari pikiran dan emosi negatif manusia. Penganiayaan, pemerkosaan, pembunuhan, anarki, kompetisi, penipuan, diskriminasi, ketidakpedulian. Bahkan manusia Bumi bersuka ria atas semua itu.

Semua hal negatif ini begitu pekat, terutama di daerah perkotaan, dimana manusianya sangat individualis.
Kesadaran yang selanjutnya, adalah mengerti bahwa Tuhan tak hanya menciptakan manusia di jagat raya yang amat luas ini.

Kita tahu Tuhan kita Maha Bijaksana, Dia tak akan memboroskan energi yang besar, untuk menciptakan jagat raya ini, hanya untuk satu ras manusia saja, Bumi dan sisanya dibiarkan kosong begitu saja. Apalagi harus menunggu manusia untuk bisa menjangkau lalu menempatinya.
Umur bumi kita setidaknya sudah 5 milyar tahun atau lebih, selama itu, bahkan untuk menjelajah angkasa raya ini saja, manusia belum mampu.

Pemahaman mayoritas manusia tentang mahluk Tuhan, sangatlah sempit, yang mereka tahu hanya tumbuhan, hewan, manusia dan astral (jin).

Kenyataan bahwa jagat raya ini amatlah luas, dengan banyaknya planet/bintang yang ukurannya jauh lebih besar dari Bumi, penampakan crop circle, spaceship, pesan via channeling serta peradaban kuno yang berteknologi canggih, itu semua adalah bukti bahwa manusia Bumi tak pernah sendiri.
Ditambah dogma-dogma yang mengatakan bahwa manusia Bumi adalah mahluk Tuhan paling sempurna. Sepertinya hal itu semakin membuat mereka besar kepala saja.
Jika memang manusia Bumi adalah mahluk Tuhan paling sempurna, lalu apa kelebihan manusia Bumi dibanding astral... ?!
Mahluk-mahluk lainnya yang tidak sempurna...?!
Kelebihannya salin membenci...?!
Salin mendendam...?!
Salin bermusuhan...?!
Salin fitnah, iri, dengki, tinggi-tingginya ego dan pamrih...?!
Itu mah bukan lebihan apa lagi kesempurnaan. Tidak lebih baik dari se'ekor hewan jika itu yang menjadi kelebihannya.

Melihat mereka yang seperti itu saja, kita sudah tak mampu.
Dari segi kemampuan fisik, jelas astral lebih unggul, astral mampu berubah-ubah bentuk, berumur panjang, mampu telepati, telekinesis, teleportasi.
Dari segi spiritualitas astral lebih mengerti dibanding manusia Bumi. Dari ilmu pengetahuan & teknologi astral pun tak kalah dengan manusia.
Lalu apa yang ingin kita banggakan....?!

Ketiga adalah SADAR;
Sadar bahwa setiap jiwa akan mengalami proses pembelajaran dalam hidupnya, melalui laku murni menuju suci. Yaitu Perjalanan hidup yang bagaikan sedang sekolah, tujuannya untuk belajar, supaya ngerti dan paham serta tahu makna hidup yang merupakan esensi Tuhan-Nya.
Seperti sekolah, kehidupan juga ada level/tingkatannya, sebab itu di dalam Laku Murni Menuju Suci. Saya membagikan Pengetahuan Dengan Sistem Tiga Level. Karena itu merupakan perbedaan dimensi kehidupan di alam semesta ini.

Jika kita telah lulus di suatu tahap, maka kita akan naik ke tahap selanjutnya, tahap yang lebih tinggi. Tetapi jika tidak lulus, akan mengulang di tahap yang sama, atau bahkan tahap yang lebih rendah.
Saat kelulusan kita dari semua tahap adalah saat kita kembali pada Sang Sumber. Keberadaan astral di dimensi yang lebih tinggi dari manusia Bumi sudah jelas membuktikan adanya perbedaan dimensi dalam kehidupan mahluk-mahluk-Nya.

Laku inilah yang sejak lama diajarkan oleh para avatar, spiritual master, lightworker seperti Jesus, Budha, Kwan Yin, Shiva dan lainnya. Bahkan Romo Smono Sastrohadijoyo.

Mereka tak ingin disembah. Mereka ingin manusia Bumi menjadi master seperti mereka. Namun manusia Bumi malah salah menginterpretasikan ajaran mereka hingga kini. Ada yang menyembah, bahkan menuhankan mereka. Aneh tapi tidak lucu kalau menurut WEB. He he he . . . Edan Tenan.

Spiritual et sadar bahwa semua mahluk di alam semesta ini adalah satu pada hakikatnya. Untuk itu dan karena itu, mereka tak henti-hentinya mengingatkan kita untuk meningkatkan spiritualitas seiring dengan masa transisi/transformasi/evolusi Bumi yang sudah di depan mata ini.

Seseorang yang sudah mengerti spiritualitas yang sesunguhnya, akan menyadari bahwa planet ini sungguh-sungguh rusak. Bahwa Ibu Bumi sungguh-sungguh menderita, karena ulah manusia dan ada di ambang kehancuran. Mereka akan merasa sangat tidak nyaman hidup di Bumi seperti ini.

Untuk itulah ada campur tangan Tuhan. Sekali lagi Tuhan kita yang sangat tresno welas asih tak akan membiarkan mahluk-Nya menderita tanpa akhir.

Tuhan sudah memutuskan penderitaan Ibu Bumi cukup sampai disini. Bumi harus bertransisi/bertransformasi/berevolusi dengan meningkatkan vibrasinya.

Dan semua manusia yang ingin hidup di Bumi yang baru, harus bisa menyesuaikan vibrasinya dengan Ibu Bumi. Jika tidak, maka tak akan bisa hidup di atasnya lagi.

Untuk itu akan ada seleksi pemilihan, siapa-siapa yang berhak hidup di Bumi yang baru ini. Ini dilakukan dengan jalan pemurnian, pembersihan total dari semua energi negatif.
Akan ada kekacauan dimana-mana, banyak sekali bencana yang terjadi, juga kehilangan.Tapi itu perlu dilakukan, demi terciptanya Bumi sesuai rencana Tuhan semula, demi tercipta kerajaan Surga-Nya.
Lalu bagaimana caranya untuk bisa menaikan vibrasi kita supaya selaras dengan Ibu Bumi yang sesuai kehendak Tuhan....?!
Jawabannya....
Adalah dengan meningkatkan Spiritualitas Laku Murni Menuju Suci kita masing-masing.
Jadi… sudah seberapa siapkah kita untuk menghadapi transisi tersebut...?! Sudah seberapa spiritualkah diri kita…?! He he he . . . Edan Tenan.
Duh... Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Alamat; Desa. Gintung Lor. Blok. 1. Rt/Rw. 006/001.
Kec. Susukan. Kab. Cirebon. Jawa Barat. Cirebon Indonesia 45166
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; DACB5DC3”
@EdanBagu
www.wongedanbagu.com
http://putraramasejati.wordpress.com
http://facebook.com/tosowidjaya