Mengenai Saya

Foto saya

Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu dari saya untuk semuanya tanpa terkecuali. Perkenalkan Saya... Dengan Nama asli: Toso Wijaya. D.  Nama Lahir saya: Djaka Tolos. Dan Akrab di panggil Wong Edan Bagu atau WEB dalam dunia Spiritual Laku Ketuhanan. saya lahir di lereng gunung ciremai Cirebon jawa barat. Pada hari Rabu Pon, tgl 13/08/1959, Anak kedua dari empat bersaudara, yang lahir dari kedua orang tua, Bapak Bernama: Matsalim dan Ibu Bernaman Dewi Arimi.  Mulai dari Nenek moyang hingga ke bapak ibu sampai ke saya sendiri. Kami Suka Berspiritual. artinya... suka mempelajari hal-hal yang ga'ib. Tapi bukan sembarang Ghaib, karena Ghaib yang saya pelajari, adalah Ghaib-Nya Dzat Maha Suci Hidup (TUHAN). Bukan yang lain.  Karena itu Sejak usia 9 tahun, saya sudah mempelajari ilmu-ilmu katikjayan, kususnya ilmu kanuragan dan ilmu jaya kawijayan Warisan dari para leluhur saya di telatah tanah pasundan. Sebagai bekal untuk mengembara dalam melacak jejak Dzat Maha Suci yang Gha'ib.  

Dan setelah melalui berbagai macan dan banyak lika liku proses kehidupan. saya berhasil menemukan intisari pati Laku Spiritual Hakikat Hidup yang sebenarnya, dari semua dan segalanya tentang Hidup dan Kehidupan BerTuhan... dan sejak itulah, saya berhenti mengembara dan berpetualang. Lalu menekuni secara Khusus/Istiqomah Laku Spiritual Hakikat Hidup. Yang pelajarannya saya dapatkan, dikala puasa ngebleng di goa singabarong pulau nusa kambangan cilacap jawa tengah,  yaitu,,. Wahyu Panca Laku. Cara untuk Mempraktekan Wahyu Panca Gha'ib, yang hanya mempelajari Hidup dan kehidupan serta Dzat Maha Suci Hidup, bukan yang lainnya... disamping terus belajar dan belajar, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saya... Karena saya tidak suka Neko-neko. Saya membuka Pengobatan dan Konsultasi Alternatif Tradisional, mempraktekan ilmu pengobatan spesialist Stroke. Dengan Cara Terapi Pijat Urut dan Jamu Herbal Ramuan Sendiri. Yang pernah saya Pelajari dari beberapa orang Guru saya... Dan semoga, apa yang saya lakukan ini. bisa dan dapat bermanfaat pada diri saya sendiri dan buat semua saudara-saudari saya tanpa terkecuali..... Itulah sekelumit tentang saya dan mohon maklumnya jika terkesan berlebihan; Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu dari saya untukmu sekalian... _/!\_

Kamis, 27 Februari 2014

Apakah Tuhan itu Ada ?

Pertanyaan ini sepertinya terlalu mudah untuk Anda dijawab bukan? Saya percaya bahwa sebagian besar dari pembaca adalah orang yang beragama jadi tentu tidak akan sinting mengatakan Tuhan tidak ada. Namun apa yang akan anda lakukan kalau ada orang yang mengatakan tidak percaya?

Ribuan tahun lalu, Epicurus (341 BCE – 270 BCE) seorang filosofer dari Yunani pernah mengemukakan pendapat terkenal yang mempertanyakan tentang  kekuasaan Tuhan. Sampai sekarang potongan dari pemikirannya itu masih sering dikutip oleh banyak orang, tidak terkecuali oleh mereka yang awam filsafat seperti saya sekalipun. Berikut adalah cuplikannya :

“Tuhan mau menghapuskan kejahatan, tetapi tidak mampu. Mampu, tetapi tidak mau atau ia tidak mampu dan tidak mau.
Jikalau ia mau, tetapi tidak mampu, berarti ia lemah, hal yang tidak mungkin terjadi pada Tuhan. Jika ia mampu tapi tidak mau, berarti dia jahat. Jika tidak mau dan juga tidak mampu berarti ia jahat dan juga sekaligus lemah. Jadi satu satunya hipotesis yang paling tepat adalah dia mau dan mampu.
Namun kalau Tuhan mau dan mampu, dari mana kejahatan itu berasal? Kalau mampu mengapa Tuhan tidak menghapuskannya?”. Epicurus

Tentu saja, pertanyaan dan logika pemikir dari Epicurus tergolong kurang ajar  dan berani pada masa itu.  Dari catatan di masa Epicurus dan sampai sekarang, pertanyaan tentang Tuhan ini selalu memunculkan kontrofersi dan perdebatan sengit:
  • Benarkah Tuhan itu ada?
  • Bagaimana membuktikan bahwa Tuhan itu ada?
  • Siapa yang menciptakan Tuhan ?
  • Dan berbagai pertanyaan rusuh lainnya
Berbagai analogi jawaban menarik dikemukakan. Analogi tukang jam, analogi tukang cukur, analogi rakit, analogi angin topan yang bertiup di rongsokan besi tua yang akhirnya membentuk pesawat terbang dll. Intinya adalah mencoba menjelaskan bahwa  segala sesuatu tidak terjadi dengan sendirinya, pasti ada yang membuatnya yaitu Tuhan. [Untuk detail cerita silakan lakukan google search]

Scince dan agama
Sain dan agama adalah dua bidang ilmu yang terpisah. Agama adalah dogma dan kepercayaan yang mutlak harus dipercayai kebenarannya, sedangkan sains adalah kebalikannya, bebas untuk `disangkal atau didebat`. Beragam teori atau pengetahuan lama akan gugur atau direvisi ulang kalau ditemukan bukti atau penjelasan baru. Tuhan sampai saat ini tidak bisa diuji ataupun dibuktikan menurut sains sehingga Tuhan dianggap tidak ada. Tuhan bisa jadi Maha Kuasa dan ada dimana mana, tapi  di semua buku dan pelajaran sains, Tuhan sampai saat ini praktis tidak boleh ada.
Tuhan dan Agama
Tuhan dan agama selama ini dianggap ibarat satu paket yang tidak dipisahkan. Membicarakan tentang agama berarti juga membahas tentang Tuhan dan sebaliknya. Tapi bagi yang pernah mempelajari agama Buddha mungkin akan menyangkalnya.  Apa nama Tuhan dalam agama Buddha? Saya yakin siapapun pasti tidak akan bisa menjawabnya. Buddha adalah ajaran tentang prilaku bukan ajaran tentang Tuhan.

Tuhan dan Filsafat
Hampir sebagian besar orang terlebih lagi golongan pelajar pasti mengenal nama Karl Marx. Bagi mereka yang mempelajari ilmu jiwa pasti tahu Sigmund Freud, Kemudian bagi penggemar filsafat pasti akrab dengan nama Nietzsche dan Paul Sartre. Kesemua nama tersebut adalah ilmuwan yang terang terangan mengingkari keberadaan Tuhan.
Bagi kalangan agama, nama nama tersebut di atas mungkin sangat dibenci namun bagi dunia pendidikan, khususnya filsafat maka buku dan pemikiran para tokoh tersebut adalah wajib untuk dipelajari. Mereka adalah para pemikir besar pada jamannya.
Tuhan dan Teori Kentut
Tidak sengaja saya menemukan tulisan menarik dan nyeleneh tentang Tuhan disini.  Menurut penulisnya Tuhan dianggap memiliki banyak persamaan dengan kentut.  Perbandingan yang keterlaluan tentu saja tapi sebelum berkomentar, ada baiknya dibaca dulu penjelasan ringkasannya sebagai berikut :

Tuhan ADA tapi tidak terlihat, Kentut juga.  Tuhan, tidak bisa diraba, tapi bisa dirasakan kehadiriannnya. Kentut juga. Namun jelas ketut tidak sama dengan  Tuhan bukan? Alasannya karena kentut keberadaannya adalah sangat jelas, dari suara atau bau. Kentut juga juga jelas sumber keluarnya yaitu lewat lubang, sedangkan Tuhan adalah serba TIDAK JELAS !

Lho, apanya yang tidak jelas? Bukankah keberadaan dan sumber Tuhan adalah jelas? Kalau anda berpendapat seperti di atas, “Keberadaan Tuhan adalah jelas, nyata dan ada” berarti anda sama bodohnya dengan saya, telah terjebak oleh jawaban anda sendiri.

Tuhan haruslah tidak jelas ! Kalau jelas berarti bukan Tuhan tapi Kentut !

Sudah sangat sering saya membaca komentar atau pendapat seseorang sbb: “Saya sangat yakin Tuhan itu ada. Saya tidak melihatnya tapi bisa MERASAKANNYA”.  Hmmm…. merasakannya? Dengan indra apa yang dipakai untuk merasakan Tuhan?   Orang yang bijak berkata “Tuhan ada di hati”.  Ha…ha…ha… Nah, semakin tidak jelas aja.  Isi dompet bisa dilihat tapi isi hati?

Tuhan dan Kentut seakan merupakan sindiran bagi sebagian orang yang sering berdebat tentang Tuhan. Perdebatan yang tidak ada gunanya, ibarat orang memperebutkan kentut. Percaya ya sudah, tidak percaya ya juga udah.

Opini Penutup :

:mrgreen: Jadi kesimpulannya Tuhan itu ada atau tidak?
Tulisan ini tidak akan membuat kesimpulan apapun.  Semuanya diserahkan ke pembaca. Pertanyaan tentang Tuhan, sifatnya adalah personal jadi tidak penting untuk ditanyakan dan juga sekaligus tidak penting untuk dijawab (dengan kata kata).   PRILAKU adalah merupakan jawaban yang paling jujur dan universal. Pertanyaan tentang Tuhan, saya lebih setuju dengan model jawaban ala pendeta Zen yang menjawab sebagai berikut  :

“Jika kukatakan ya, kamu akan berpikir bahwa kamu mengerti tanpa berusaha memahami.  Jika kukatakan tidak, aku terpaksa membantah fakta yang sudah dipahami orang banyak dengan baik.”. ZEN

Kepercayaan terhadap Tuhan TIDAK otomatis membuat seseorang menjadi baik, demikian juga sebaliknya, orang yang tidak percaya pada Tuhan bukan otomatis berarti orang jahat.  Perbuatan baik ataupun  jahat bisa dilakukan oleh siapa saja.

Posting Komentar