Mengenai Saya

Foto saya

Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu dari saya untuk semuanya tanpa terkecuali. Perkenalkan Saya... Dengan Nama asli: Toso Wijaya. D.  Nama Lahir saya: Djaka Tolos. Dan Akrab di panggil Wong Edan Bagu atau WEB dalam dunia Spiritual Laku Ketuhanan. saya lahir di lereng gunung ciremai Cirebon jawa barat. Pada hari Rabu Pon, tgl 13/08/1959, Anak kedua dari empat bersaudara, yang lahir dari kedua orang tua, Bapak Bernama: Matsalim dan Ibu Bernaman Dewi Arimi.  Mulai dari Nenek moyang hingga ke bapak ibu sampai ke saya sendiri. Kami Suka Berspiritual. artinya... suka mempelajari hal-hal yang ga'ib. Tapi bukan sembarang Ghaib, karena Ghaib yang saya pelajari, adalah Ghaib-Nya Dzat Maha Suci Hidup (TUHAN). Bukan yang lain.  Karena itu Sejak usia 9 tahun, saya sudah mempelajari ilmu-ilmu katikjayan, kususnya ilmu kanuragan dan ilmu jaya kawijayan Warisan dari para leluhur saya di telatah tanah pasundan. Sebagai bekal untuk mengembara dalam melacak jejak Dzat Maha Suci yang Gha'ib.  

Dan setelah melalui berbagai macan dan banyak lika liku proses kehidupan. saya berhasil menemukan intisari pati Laku Spiritual Hakikat Hidup yang sebenarnya, dari semua dan segalanya tentang Hidup dan Kehidupan BerTuhan... dan sejak itulah, saya berhenti mengembara dan berpetualang. Lalu menekuni secara Khusus/Istiqomah Laku Spiritual Hakikat Hidup. Yang pelajarannya saya dapatkan, dikala puasa ngebleng di goa singabarong pulau nusa kambangan cilacap jawa tengah,  yaitu,,. Wahyu Panca Laku. Cara untuk Mempraktekan Wahyu Panca Gha'ib, yang hanya mempelajari Hidup dan kehidupan serta Dzat Maha Suci Hidup, bukan yang lainnya... disamping terus belajar dan belajar, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saya... Karena saya tidak suka Neko-neko. Saya membuka Pengobatan dan Konsultasi Alternatif Tradisional, mempraktekan ilmu pengobatan spesialist Stroke. Dengan Cara Terapi Pijat Urut dan Jamu Herbal Ramuan Sendiri. Yang pernah saya Pelajari dari beberapa orang Guru saya... Dan semoga, apa yang saya lakukan ini. bisa dan dapat bermanfaat pada diri saya sendiri dan buat semua saudara-saudari saya tanpa terkecuali..... Itulah sekelumit tentang saya dan mohon maklumnya jika terkesan berlebihan; Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu dari saya untukmu sekalian... _/!\_

Sabtu, 04 Februari 2012

Cara Gampang Melihat Jin Untuk Pemula;



1. Banyak orang yang menyepelekan "bayangan hitam yang ada di samping mata Anda"... bayangan tersebut bisa berwarna hitam atau hanya sekelebat... tapi pas ditengok bayangan itu hilang
kadang2 kita beranggapan mata kita lagi siwer atau lagi sakit...
fact nya adalah 50% itulah mahluk yang sedang anda cari... untuk tahu apakah ini jin atau bukan lihat dibawah...lirik perlahan kesamping.

2. Kurang tidur, kurang makan, membuat frekuensi manusia sedikit "bergeser" sehingga bertemu dengan frekuensi alam lain. Itulah mengapa banyak ritual2 memerlukan puasa tidak makan dan minum ataupun tidak boleh tidur.

3. Antara Anda sadar dan tertidur.. kalau Anda sedikit berlatih... cobalah dengar dengan teliti kalau Ada suara2 yang entah dari mana asalnya... kadang2 percakapan antara 2 orang atau lebih... kadang2 percakapan itu dengan bahasa yang aneh.. kemudian semakin lama Anda dapat memahami suara tersebut... kadang2 "Mereka pun berusaha utk bercakap2 dengan Anda".

4. Kamar mandi, kolam, sungai, dan tempat2 yang banyak air dan lembab adalah tempat yang disenangi oleh mahluk tsb... dan berdasarkan survey "sumber"(bukan TS) 95% kamar mandi di rumah2 orang ada jinnya...

5. Tempat2 bau menyengat... kotoran hewan sampai manusia... mereka juga seneng ditempat2 beginian...
Tapi ada juga jin2 yang berbeda tingkatannya justru menyenangi tempat2 yang wangi... pengalaman "sumber"... kekuatan jin tipe ini diatas kekuatan jin yang berada di tempat2 kumuh


TAHAP 1: MENDETEKSI
1. kalau kebetulan Anda melewati bagian di rumah Anda yang tiba2 Anda melihat sosok hitam dari pandangan mata samping Anda... biasanya ada sosok yg sdang duduk di sofa/ kursi... Naah coba Anda berada di dekatnya sampai kira 2 jengkal tangan.
2.Jangan berimajinasi/ berhayal tidak2 utk mendapatkan tingkat objektivitas tinggi
3.Oke ... sekarang coba Anda ajak bicara... kayak... halo.. apa kabar ? lagi ngapain di sini ? mungkin pertama2 anda akan tertawa dan menganggap diri anda sinting berbicara dengan sesuatu yang tidak dilihat... tapi tunggu saja kalo tiba2 Anda merinding ding ding..
4. kalo tiba2 bulu tengkuk ANda seakan mau berlari meninggalkan Anda...sampe2 bulu ketek pun merinding (yang ini hiperbola )
walau Anda tidak membayangkan hal2 yang menakutkan sebelumnya... Maka 100% itulah jin /penunggu... sekarang Anda bisa kabur dari tempat itu sambil berteriak MAMAA !!


TAHAP 2: MELIHAT
Oke... kini Anda udah bisa membedakan mana jin atau bukan secara sederhana.. sekarang tahap yang paling seru, yaitu melihat mereka...
1. duduk / berada di dekat bayangan tersebut... tetap usahakan agar Anda tidak membayangkan sesuatu terlebih dahulu...
2. Pejamkan mata Anda... dan cobalah berkata... "tolong perlihatkan rupamu..."... kemudian coba Anda lihat dalam "Mata Batin"(maksudnya melihat dengan mata tertutup), pertama kita deteksi dulu, pas udah tahu "dia " ada dimana, tutup mata kita, ganti dengan mata batin(melihat dengan mata tertutup). setelah terlihat dengan mata tertutup, terus buka mata kita, cek ulang wujudnya sama apa gak.tapi gak perlu waktu lama utk melihat, dan kemudian merem lagi.
*mata batin akan muncul dengan sendirinya jika kegiatan tersebut terus diulang2. Dengan cara mengulang2 melihat pakai mata tertutup dengan melihat pakai mata terbuka, dan kemudian menyocokannya(sama apa enggaknya).
3. Tahap yang lebih tinggi... perhatikan bayangan hitam tersebut dari mata samping Anda... kemudian coba atur fokus dengan tidak langsung menoleh ke arahnya... Pada Awalnya mungkin hanya berbentuk bayangan hitam saja... namun lama kelamaan akan terlihat detil2 lainnya. Perhatikan detil2 yang perlahan2 muncul, mulai dari pakaian yang mereka pakai, warna kulit, bentuk muka, ekspresi tersenyum, marah, atau datar.
4. Tahap Advanced... setelah sering berlatih tahap 2 dan 3 kini usahakan Anda menghadap langsung ke arahnya... Anda dapat melihat diteil selengkap2nya jin tersebut, mulai dari gigi, rambut per helai, atau lubang2 kecil pada wajahnya... bila Anda telah sukses tahap ini maka Anda sudah dapat melihat mereka demikian pula sebaliknya
SELAMAT.. KINI ANDA SUDAH BISA MELIHAT JIN

Makam Temenggung Purwodiningrat dinganjuk dijiaraihi Para calon anggota legislatif (caleg) Setiap mendekati Pemilu;


 
NGANJUK -- Para calon anggota legislatif (caleg) mendekati Pemilu 9 April mendatang nampaknya melakukan berbagai macam cara, untuk bisa terpilih menjadi anggota legislatif.

Selain melakukan kampanye untuk merayu memperoleh dukungan masyarakat, mereka juga melakukan hal-hal yang bersifat supra natural. Seperti misalnya mendatangi makam-makam keramat, terutama makam para penguasa tempo dulu.

Seperti yang terjadi di Makam Pakuncen, Kecamatan Patihanrowo, Kabupaten Nganjuk. Sejak memasuki masa kampanye Pemilu terbuka beberapa hari lalu, makam ini banyak dikunjungi para caleg. Para caleg tersebut berasal dari berbagai daerah, termasuk dari luar Jawa Timur. Saat berada dalam komplek makam tersebut, mereka melakukan ziarah ke makam Tumenggung Purwodiningrat, Bupati Pertama Kertosono.

Temenggung Purwodiningrat ini, merupakan kerabat Pangeran Puger, Raja Mataram. Ia mendapat perintah dari Pangeran Puger untuk mendirikan kadipaten di barat Sungai Brantas. Tujuan mendirikan kadipaten ini untuk menaklukan sejumlah daerah di Jawa Timur yang belum mengakui Mataram, seperti Surabaya dan Madura.

Nandir, Juru Kunci Makam Pakuncen menyatakan, dirinya hanya bisa melayani, ketika ada peziarah datang ke makam tersebut. Ia mengaku tidak tahu apa maksud dari peziarah itu.

"Sebagai juru kunci, saat ada orang datang ingin berziarah dan ingin berziarah, saya buka kunci Makam. Lalu mereka saya antar ke dalam makam. Saya tidak tahu apa maksudnya. Cuma yang saya tahu, mereka sepertinya berdoa di Makam Tumenggung," ujar Nandir, keturunan ketujuh Nur Jalipah, yang diberi tanah perdikan Keraton Mataram, di Desa Pakuncen tersebut.

Dijelaskan dia, biasanya mereka datang pada malam hari. Banyak diantara mereka datang secara rombongan.

Buku tamu makam Pakuncen yang dilihat Republika menyebutkan, sejak beberap hari terakhir jumlah pengunjung mencapai ratusan. Menurut Nandir, banyak peziarah yang enggan menulis di buku tamu. Sehingga, masih banyak peziarah yang tidak bisa dideteksi.

Salah seorang Caleg dari partai tertentu menjelaskan, dirinya mendatangi makam para penguasan tempo dulu tersebut bertujuan untuk ngalab berkah. Selain itu juga untuk menenangkan jiwa.

"Di tengah persaingan keras seperti ini, sering saya setres. Makanya kami mencari ketenangan," ujar salah seorang Caleg, yang enggan disebutkan namanya.

Selain itu, kata dia, berziarah ke makam penguasa tempo dulu sudah menjadi kebiasaan, bagi orang yang ingin mendapatkan pangkat. "Para pejabat itu kan secara diam-diam, sering berziarah ke makam Bupati-Bupati dan raja tempo dulu," tandas dia.

Selain makam Pakuncen, makam keramat yang banyak didatangi para Caleg, adalah makam Kanjeng Jimat, Bupati Pertama Nganjuk, di Berbek. Namun demikian, kedatangan para Caleg tersebut sulit dideteksi, karena mereka berbaur dengan para peziarah lain. Makam ini selalu ramai dikunjungi orang, baik dari Nganjuk maupun dari luar daerah, terutama pada malam Jumat dan Selasa Pon. - juw/ahi



Pesugihan Pandan Segegek diwilayah KULON PROGO



Pesugihan, satu kalimat yang sudah teramat akrab di sebagian besar masyarakat Nusantara. Tak heran, jika hampir di seluruh daerah selalu ditemui tempat tempat mistis untuk ritual pesugihan itu. Misalnya di Pandansegegek, Kulonprogo, Jogjakarta. Bagaimana prosesi ritual dan tanggapannya dari tokoh spiritualis? Berikut liputannya.

pantai Pandansegegek adalah kawasan di sepanjang barat Pantai Trisik. Sebagai daerah wisata alam, Pantai Pandansegegek nyaris tak dikenal. Selain pemandangannya jauh dari kesan indah, kawasan itu juga cukup terpencil dan terpisah dari penduduk asli setempat. Pandansegegek, kini merupakan desa transmigran lokal di wilayah kabupaten Kulonprogo. Karena belum memenuhi persyaratan sebuah desa, pemukiman trans-lokal itu secara administratif menginduk atau masuk wilayah desa Karangsewu, kecamatan Galur.

Meski tak dikenal dan jauh dari kesan indah, Pandansegegek menjadi terkesan asing. Tetapi, rasa asing itu bisa memudar, ketika seseorang mengetahui sebuah lokasi gumuk atau dataran tinggi yang menyerupai gunung, di ujung barat pemukiman Trans-lokal Ring II. Gumuk itulah titik pusat dari yang disebut Pandansegegek, tempat ritual mencari pesugihan.

Dari kejauhan, Gumuk Pandansegegek tak nampak sebagai tempat ritual. Sebab, kawasan itu dikepung gundukan kotoran binatang, yang sengaja ditimbun untuk keperluan pupuk. Tak urung, tempat ritual itu pun dikerubungi jutaan lalat, kontras dengan bayangan orang tentang sebuah tempat ritual yang seharusnya bersih dan keramat. Ada dua gubuk reyot di puncaknya, yang sengaja dibuat untuk para pelaku tirakat yang hendak bertapa.

Berada di puncak Gumuk Pandansegegek, suasana angker lebih terasa karena adanya sejumlah sesaji dan tungku tempat pembakaran dupa. Selebihnya, situasi angker tercipta karena rimbunnya pepohonan yang didominasi oleh ilalang yang tumbuh liar. Tak ada benda keramat di tempat itu, kecuali sebuah batu cadas yang terlihat sengaja dipasang sekedar tanda tempat menaruh sesaji. Sulit mempercayai tempat itu sebagai tempat ritual, bila tak melihat langsung seseorang yang sedang laku tirakat di tempat itu. Beruntung, belum lama ini kami mendapati seorang perempuan usia 30-an tahun yang sudah 3 hari bertapa.

Ujub Kepada Ibu Ratu Kidul

Dari berbagai penelusuran yang dilakukan, Pandansegegek tak memiliki juru kunci baku. Para pelaku tirakat lebih sering datang dari jauh, dan atas petunjuk guru spiritualnya. Sugondo (30), warga asal Cepogo, Boyolali, yang kami temui di lokasi ritual mengatakan, kedatangannya ke Pandansegegek hanya untuk mengantar seorang teman. Kepada posmo, jujur Sugondo mengakui, temannya yang ketika itu sedang bertapa di dalam gubuk, bertujuan untuk mencari kekayaan. Teman Sugondo itu adalah perempuan, pedagang sayuran di pasar Giwangan, Jogjakarta.

“Teman saya itu dulu kaya. Tapi mendadak bangkrut. Lalu, dia nekat bertirakat. Sudah tiga hari ini teman saya puasa pati geni. Tidak makan tidak minum dan tidak boleh terkena ataupun melihat cahaya. Rencananya, empat hari ritual itu baru selesai. Tapi, tergantung apa sudah dapat wisik atau belum”, kata Sugondo.

Sugondo menyambung, permintaan di Pandansegegek ditujukan kepada Ibu Ratu Kidul alias Nyai Loro Kidul, penguasa Laut Selatan. Dari berbagai cerita pengalaman, kata Sugondo, godaan laku tirakat di Pandansegegek sangat berat. Misalnya, melihat mayat digotong secara berulang-ulang. Penampakan kepiting sebesar sepeda motor dan beberapa penampakan lain yang mengerikan. Jika sudah berhasil, menurutnya, pelaku akan mendapat wisik atau pesan gaib melalui mimpi.

Pandansegegek ternyata tak hanya dikenal sebagai tempat ritual pesugihan tuyul. Tapi, juga pesugihan jenis lain seperti Genderuwo atau Buto Ijo. Untuk pesugihan tuyul, warga sekitar mengatakan, pelaku tirakat yang berhasli akan bisa melihat wujud tuyul dan harus segera memasukkannya ke dalam sebutir batu atau kerikil. Dengan cara itu tuyul kemudian dibawa pulang.

Jika laku dan godaan ritual mencari pesugihan di Pandansegegek teramat berat, apakah hasil yang diperoleh cukup sepadan? Sugondo mengatakan, dari pengalaman beberapa orang hasilnya memang sangat memuaskan. Lantas, bagaimana dengan resikonya? Sugondo mengaku tidak tahu. “Setahu saya, jika gagal hanya pulang tanpa hasil. Itu saja”, ujarnya.

Sungguhkah laku ritual di Pandansegegek itu luput dari resiko? Jangan gegabah. Sebuah ritual pastilah ada sejumlah mahar yang harus dibayar. Berhasil maupun tidak, mahar dalam bentuk apapun tetap harus diberikan. Ibarat harus memilih, pelaku tirakat hanya punya dua pilihan, mukti atau mati. Ki Santoso Sejati, spiritualis di Jogjakarta yang kebetulan berasal dari Kulonprogo, mengaku sering mengobati pasien lumpuh yang diakibatkan oleh kegagalan laku tirakat di Pandansegegek. Menurutnya, laku ritual di Pandansegegek tergolong musyrik. “Meminta kepada selain Alloh itu berarti menyekutukan Tuhan. Dosanya tidak terampuni ”, tegasnya.

Ki Santoso Sejati menyambung, berhasil atau tidak, seseorang yang sudah mencoba ritual itu secara otomatis namanya langsung tercatat di alam gaib sebagai pengikut syetan. Jika gagal ritual, dampak negatif langsung bisa dirasakan. Misalnya, hidup menjadi tambah susah dan tidak jarang mengalami sakit berat yang tak bisa disembuhkan secara medis. Kalau berhasil, akibatnya setelah mati akan menjadi budak syetan. “Alam gaib itu memang ada. Demikian pula Ratu Kidul. Tapi perilaku manusia terhadap alam gaib yang tidak tepat, justru membawa pada kesesatan. Ibu Ratu Kidul tidak salah, manusianya yang salah. Lagi pula setelah saya deteksi, di Pandansegegek ini hanya ada beberapa Jim anak buah Ratu Kidul.”, pungkasnya.


Gunungku Tempat Uangku ( pesugihan G.kemukus )



Gunung Kemukus, Sragen, Jawa Tengah. Kawasan itu dikenal bukan karena keindahan alamnya. Ratusan bahkan ribuan dari berbagai kota datang ke sana hanya untuk berziarah dan ritual pesugihan. Pelaksanaan ritual sebenarnya bisa dilaksanakan setiap hari. Namun, terdapat hari-hari tertentu yang dipercaya membawa berkah tersendiri. Misalnya, saat malam Jumat Pon dan malam Satu Suro.

Lokasi utama yang dituju para peziarah adalah makam Pangeran Samudro dan para pengawalnya. Konon, Pangeran Samudro adalah seorang pangeran dari Kerajaan Majapahit. Tapi ada pula yang menyebut dia dari zaman Pajang. Dia jatuh cinta kepada ibu tirinya, Dewi Ontrowulan. Ayahnya yang mengetahui hubungan anak-ibu itu menjadi murka. Pangeran Samudro lantas diusir. Dalam kenastapaannya, dia mencoba melupakan kesedihannya dengan melanglang buana. Akhirnya ia sampai ke Gunung
Kemukus.

Tak lama kemudian, sang ibu menyusul anaknya ke Gunung Kemukus untuk melepaskan kerinduan. Namun nahas, sebelum sempat berhubungan badan, penduduk sekitar memergokinya. Keduanya dirajam beramai-ramai hingga akhirnya tewas. Keduanya kemudian dikuburkan dalam satu liang lahat di gunung itu. Tapi menurut cerita, sebelum menghembuskan napasnya yang terakhir Pangeran Samudro sempat meninggalkan sebuah pesan. Ia berujar,”siapa saja yang dapat melanjutkan hubungan suami-istrinya yang tidak sempat terlaksana itu akan terkabul semua permintaannya”.

Ada pula yang meyakini kuburan itu adalah milik Syeikh Siti Djenar. Dia dihukum para wali karena dianggap menyebarkan ajaran sesat. “Dia dieksekusi di situ,” kata KRHT Kresno Handayaningrat, tokoh budaya setempat.

Memang, tak ada catatan sejarah mengenai sosok Pangeran Samudro. Namun, mitos telah telanjur berkembang. Orang yang mengunjungi makam Sang Pangeran dipercaya memperoleh berkah, berupa jabatan dan harta kekayaan.

Tentu saja menjalankan ritual pesugihan di tempat itu adalah hak masing-masing peziarah. Sayangnya, ritual itu kemudian berkembang dengan bumbu seks bebas yang dilakoni sebagian peziarah. Lagi-lagi kegiatan menyimpang tersebut dipengaruhi mitos. Pangeran Samudero juga berbuat yang sama dengan ibu tirinya di sana.

Nanti malam adalah malam Jumat Pon. Para peziarah mulai bersiap untuk melakukan ritual pesugihan di Makam Pangeran Samudro. Sebelum memasuki arel makam, para peziarah harus mengunjungi Sendang Ontrowulan dan Sendang Taruno. Di sana, mereka membersihkan diri, seperti yang dilakukan Dewi Ontrowulan ketika akan menemui Pangeran Samudro.

Jika pembersihan diri telah dilaksanakan, para penziarah menemui kuncen Sendang. Mereka meminta restu dan mengutarakan permintaan sebelum mendatangi makam. Saat itu, sebagian peziarah membawa pasangan di luar nikah. Kelak, beberapa pasangan dadakan tersebut akan berhubungan seks yang dipercaya sebagai prasyarat ritual.

Lain lagi menurut Hasto Pratomo, juru kunci atau kuncen senior makam. “Tidak ada syarat tertentu hanya bawa bunga. Dengan panduan juru kunci kita berdoa. Tawassul atau tahlil supaya dapat barokah,” kata dia.

Kini, tiba saatnya bagi para peziarah untuk melaksanakan ritual di makam Pangeran Samudro. Tidak ada panduan resmi, bagaimana ritual harus dilakukan. Yang jelas, para peziarah harus menyampaikan maksud kedatangan dan mengutarakan permintaan yang diinginkan. Tentu saja, tidak semua peziarah melakukan seks bebas usai melakukan ritual di makam Sang Pangeran. Namun, tak sedikit di antara mereka melakukan hal itu.

Bagi peziarah yang percaya harus melakukan seks bebas di sekitar komplek makam, tersedia kamar-kamar yang disewakan. Jika kebetulan tidak mempunyai pasangan dadakan, para penyedia jasa penyewaan kamar juga menyediakan wanita teman kencan. “Awalnya malu, tapi kalau dua kali tiga kali sudah biasa dan seperti suami isteri,” Miswan, seorang peziarah.

Mitos tentang seks bebas sebagai prasyarat pesugihan di Gunung Kemukus akhirnya menyuburkan prostitusi. Para pekerja seks komersial menjadi teman kencan bagi para penziarah yang tidak mempunyai pasangan. Tak ada yang melarang aktivitas seks atau sekedar minum minuman keras dan berjudi di sana. “Meski ada plang larangan judi, asusila, dan minum, buktinya tidak apa-apa,” kata Wuni, seorang PSK.

Masyarakat di sana juga tidak merasa terganggu. Apalagi, mereka mendapatkan uang dari aktivitas itu. “Pendapatan masyarakat dari sewa, jual makanan. Masalah gituan tidak ada masalah,” ujar Dharmanto, kepala Dusun Kemukus.

Prostitusi sebagai dampak mitos ritual seks bebas di Gunung Kemukus sebenarnya telah disadari pemerintah dan kepolisian Sragen. Namun, sejauh ini kedua instansi tak berdaya karena keuntungan ekonomis dari kegiatan tersebut telah menjadi sumber pendapatan warga sekitar.

Meski demikian, bukan berarti aktivitas itu dibiarkan. “Kita tidak mungkin melakukan secara frontal, harus ada pembelajaran yang manusiawi dengan mengangkat kesejahteraan warga,” tutur Kepala Kepolisian Sragen Ajun Komisaris Besar Polisi Charles Ngili.

~ oleh bungkang di/pada 23 April 2010.

Ditulis dalam pesugihan
Tag: KemukuS, ritual, SeKs


Ritual Aneh Memamerkan Payudara di Umbul Manding



Ada larangan tak tertulis bagi kaum perempuan yang mandi di sumber air yang dikeramatkan ini. Mereka dilarang menutupi payudaranya. Alhasil, ritual pamer payudara pun semarak. Terutama di malam Jum’at Legi….

Ritual Payudara Umbul Manding sumber air bersih yang ada di Desa Semanding, Keca. Pucanglaban, Kab. Tulungagung, Jawa Tengah. Sejak dulu debit air di tempat ini memang besar. Bahkan, saat kemarau panjang sekalipun, umbul ini tak pernah kekurangan air.

Karena debit airnya yang relatif besar dan bersih, maka sumber air ini sejak dulu dimanfaatkan warga Desa Semanding dan sekitarnya. Terutama untuk masak, mandi, mencuci, bahkan untuk mengairi sawah. Maklum saja, Umbul Manding memang berada di daerah pegunungan yang amat sulit air.

Yang dapat dikatakan unik, tempat yang biasanya digunakan untuk mandi sejak dulu sengaja dibiarkan terbuka. Tidak ditutupi apa-apa. Padahal, yang mandi disitu tidak hanya laki-laki, tapi juga perempuan. Mereka berbaur menjadi satu untuk mandi bersama.

Adakah rasa kikuk atau malu pada diri mereka? Mungkin karena sudah menjadi kebiasaan, maka tidak ada yang merasa malu jika dilihat orang, terutama lawan jenis. Bahkan kalau kaum perempuan sedang mandi mereka sama sekali tidak perlu merasa repot menyembunyikan payudaranya. Bahkan, ada kesan payudara itu sengaja dipamerkan.

Bagi warga pendatang yang belum terbiasa, kalau mandi di Umbul terpaksa menutupi payudaranya. Salah satunya seperti dialami Darsini, seorang guru SD yang ditugaskan mengajar di daerah itu.

Bu Darsini mengaku pada awalnya sangat malu kalau mandi di umbul. Namun, karena tidak ada sumber air di desa tempatnya mengabdi selain umbul itu, dia terpaksa mandi disitu juga. Karena masih malu, pada awalnya kalau mandi terpaksa dia memakai baju. Lama-lama karena sudah biasa bajunya dilepas, begitu juga BH-nya. Akhirnya, kalau mandi telanjang dada.

"Tidak tahu kenapa, tapi mungkin karena kebiasaan, sekarang kalau mandi saya ikut dengan warga. Semuanya pamer payudara,” kata Bu Darsini sambil tersenyum. Walau didekatnya ada Pak Guru dia tidak merasa malu lagi. “Biarin, dari pada dilihat orang lain, lebih baik dilihat teman sendiri," selorohnya.

Karena ritual mandi telanjang dada ini, maka siapa saja yang kebetulan lewat bisa melihat dengan jelas payudara wanita-wanita desa setempat.

Dilihat dari dekat, masyarakat Desa Semanding memang tergolong masih kolot. Contohnya, warga di sana masih percaya dengan berbagai kepercayaan kuno. Umpamanya, perawan sebelum datang bulan yang pertama, giginya harus dipungur. Alasannya, kalau sudah datang bulan payudaranya supaya cepat besar. Kalau sudah begitu, perawan tersebut biar cepat laku.

Karena masih percaya dengan adat dan kepercayaan tersebut, jumlah wanita di sana yang tidak bisa menyelesaikan pendidikan dasar masih sangat tinggi. Sebab walau masih SD kalau payudaranya sudah kelihatan besar langsung ditikahkan. Umumnya orang tua disana merasa malu kalau punya anak perawan yang payudaranya sudah kelihatan besar, tapi belum menikah.

Anehnya lagi, bagi yang sudah tidak perawan, pulang mandi dari umbul selalu telanjang dada.

"Nanti kalau tidak telanjang dada malah dikira masih perawan. Padahal anak saya sudah tiga," kata Yu Sayem ketika minta keterangan oleh Misteri.

Kenapa tempat mandi di Umbul Manding dibiarkan terbuka? Dan, kenapa juga kalau mandi kaum perempuan harus bertelanjang dada?

Rupanya hal ini berkaitan dengan sebuah legenda masyarakat Semanding. Mereka percaya dengan kisah perawan desa yang bernama Srikunti.

Alkisah, beberapa puluh tahun silam, Srikunti ikut daftar jadi calon PNS. Ternyata dia diterima. Bahkan kemudian bunga desa ini menjadi guru di SD Semanding.

Walau Srikunti sudah menjadi guru namun dia tidak berubah. Terhadap siapa saja dia tetap tidak membeda-bedakan. Sehingga banyak orang yang simpati kepadanya. Salah satunya adalah mandor hutan yang bernama Basman. Cinta Basman diterima Srikunti. Keduanya berjanji akan hidup bersama.

Akhirnya setelah menikah, Srikunti diboyong Basman ke rumah orang tuanya yang juga ada di Desa Semanding. Mula-mula penganten ini hidup rukun. Srikunti sendiri waktu itu sudah kerasan hidup di rumah mertuanya.

Tetapi yang namanya hidup berrumah tangga ada saja rintangannya. Suatu ketika Srikunti mendengar kabar kalau suaminya suka mabuk-mabukkan. Walau dia sudah mengingatkan, suaminya tetap saja tidak mau mendengar. Hampir setiap hari Basman malah pulang sempoyongan karena mabuk.

Karena merasa kecewa, diam-diam Srikunti nekad pergi meninggalkan rumah. Supaya tidak terlihat orang setelah Maghrib dia baru berangkat. Namun setelah dia sampai di Umbul Munding malah berhenti. Lalu dia duduk di tepi umbul. Angan-angannnya pergi entah kemana. Dia teringat orang tuannya dan adik-adiknya. Hatinya susah.

Tidak terasa, sudah begitu lama Srikunti duduk melamun di tepi umbul. Sewaktu dia akan meninggalkan umbul, tiba-tiba dari dalam air muncul seorang puteri yang naik bulus raksasa. Sang putri menghampiri Srikunti.

"Kamu jangan mupus (putus asa) dan harus tetap tabah," kata puteri itu. “Aku datang mau menolong kamu. Sekarang pulanglah ke rumah orang tuamu. Sediakan bunga tujuh warna. Besok bawa ke sini. Apa yang kamu minta bakal kesampaian,” sambungnya.

Setelah berkata begitu, puteri cantik tadi hilang entah kemana. Yang kelihatan di depan Srikunti tinggal bulus yang tadi dinaiki sang puteri.

Sementara itu, di rumah Basman bingung mencari isterinya. Sudah dicari kemana-mana tapi tidak ada.

Waktu tengah malam, Basman mendengar kabar kalau ada seorang wanita pingsan di dekat Umbul Munding. Dia cepat-cepat pergi kesana. Ternyata, wanita yang pingsan di dekat umbul adalah isterinya.

Setelah sadar, Srikunti menceritakan apa yang dialaminya. Mendengar kisah Srikunti, muncul kepercayaan dia sudah dibawa pergi siluman Bulus Putih. Sementara, Basman berjanji tidak akan mabuk-mabukan lagi.

Srikunti menjalankan pesan putri gaib yang menemuinya. Dia menyediakan bunga tujuh warna. Setelah itu, dibawa ke umbul dengan ditemani Basman, suaminya.

Keduanya menunggu datangnya sang puteri. Tetapi di tunggu sampai jauh malam sang puteri tak kunjung datang.

"Apakah sang puteri menipu saya, sehingga dia tidak datang?" Gumam Srikunti.

Karena tidak ada tanda-tanda sang putri akan datang, Srikunti dan Basman memutuskan meninggalkan umbul. Tetapi baru saja melangkah, tiba-tiba terdengar ada suara yang memanggil mereka.

"Kalau kamu ingin harta banyak jangan tergesa-gesa!" Kata suara dari dalam umbul.

"Kamu siapa?" Tanya Srikunti.

"Saya siluman Bulus Putih yang menunggu Umbul Manding."

Srikunti dan Basman terdiam. Di hadapan mereka tampak sesosok putri cantik jelita.

"Kalau kamu ingin kaya, jaga umbul ini supaya sumbernya tetap besar!" Kata sang putri lagi.

"Bagaimana caranya?" Tanya Srikunti.

"Caranya gampang. Semua wanita yang di sini kalau mandi jangan ada yang menutupi payudara. Sebab, kalau ada yang berani menutupi payudaranya, siluman Bulus Putih akan marah."

Setelah memberi pesan demikian, sang putri menghilang.

Entah bagaimana, cerita dari mulut ke mulut ini akhirnya dipercaya oleh banyak orang. Terutama warga Desa Semanding dan sekitarnya.

Ya, karena masih banyak yang percaya, sampai sekarang masih banyak orang yang ngalap berkah ke Umbul Manding. Apa lagi kalau malam Jum’at Legi, banyak warga luar Desa Semanding yang datang. Mereka melakukan ritual pamer payudara.

Pemandangan unik bisa saja kita saksikan. Selepas mandi dari Umbul Manding, banyak yang pulang dengan telanjang dada. Payudaranya dibiarkan dilihat orang.

Misteri Makam Gajah Mada



Kebesaran Gajah Mada sebagai patih Majapahit memang tak perlu diragukan lagi. Sumpah Palapa-nya yang mengawali kejayaan Kerajaan Majapahit bahkan jadi panutan. Tapi kematiannya sampai sekarang masih penuh misteri, termasuk soal lokasi makamnya.

Ada beberapa versi yang berkaitan dengan letak makam patih gajah Mada. Tercatat di Makam Panjang, situs Troloyo yang ada di Trowuan, Mojokerto, Jawa Timur ada sebuah makam yang diakui sebagai makam sang maha patih. Disamping itu, di desa Majapahit, Kecamatan Batauga, peisisr pulau Buton, Sulawesi Tenggara, terdapat makam yang juga dianggap sebagai makam Gajah Mada. Sedangkan di Lombok tepatnya di makam Selaparang yang disebut juga makam raja Selaparang, 2 jam dari Mataram, terdapat sebuah makam yang lagi-lagi dikabarkan sebagai peristirahatan terakhir patih Gajah Mada yang wafat pada tahun 1364 M itu.

Dimakam Selaparang memang terdapat beberapa makam raja-raja dari seluruh penjuru Nusantara. Masing-masing makam tersebut bercirikan batu nisan yang memiliki bentuk tersendiri. Batu nisan yang berbeda satu sama lain ini menggambarkan keragaman daerah asal para raja yang dimakamkan di sini. Yang paling unik tentu saja nisan dari makam Gajah Mada. Bentuknya seperti sumur bundar dengan sususan batu sungai berukuran sedang yang di tata rapi, tanpa tulisan apapun. Menurut juru kunci, sejak dulu kompleks ini tidak berubah susunanya, termsuk keunikan makam berbentuk sumur bundar itu. Sehingga ketika dilakukan renovasi, mereka cuman menambahkan semen dan batuan untuk merapikannya.

Sekarang hanya pihak kelurga raja Selaparang yang bisa dimakamkan disini, demikian juga dengan status juru kunci juga harus berdasarkan keturunan raja Selaparang. Karena itu, kunjungan ke makan harus sepengetahuan juru kunci. Biasanya dimasa Lebaran, banyak penduduk Lombok dan berbagai daerah lainya berziarah ke sini. Soal kebenaran makam Gajah Mada belum bisa diketahui secara pasti. Yang jelas kedatangan Gajah Mada ke Lombok pada tahun 1357 memang tercatat pada prasasti Bencangah Punan yang ditulis dalam aksara Jejawan. Masa itu di catat sebagai zaman mulainya tradisi sastra di Lombok.

Saat cerita ini dikonfirmasikan pada sang juru kunci, dengan bijak ia mengatakan bahwa bagaimanapun juga, keberadan makam Gajah Mada ini diharapkan memberi spirit untuk bersatunya anak negeri di Bumi Pertiwi ini. "Kalau kita tidak mau bersatu dan selalu terpecah belah, bagaimana nantinya negeri ini?" ujarnya pelan namun pasti.

Misteri Makam Ki Jenggot;



i Jenggot adalah legenda masyarakat Situ Burung dan Pelabuhan Bulan. Nama-nama yang aneh ini terdapat di kawasan Katapang, Kabupaten Bandung. Ki Jenggot adalah pendekar pilih tanding. Kesaktiannya menggaung melewati batas-batas wilayah sendiri. Sehingga banyak pendekar ketika itu memilih menghindar daripada harus berurusan dengannya. Setelah wafat, Ki Jenggot dimakamkan di sudut Situ Burung dan makamnya dilarang untuk diziarahi. Mengapa ?

Kisah Ki Jenggot merupakan satu kesatuan kisah bersama legenda Situ Burung dan Pelabuhan Bulan. Pelabuhan Bulan merupakan pusat kekuatan mistis kawasan Situ Burung, yang kini tak lebih dari sebidang tanah mirip bukit mini. Dulunya, Pelabuhan Bulan adalah pulau mungil yang terletak di tengah danau yang bernama Situ Burung. Kini sudah mengering dan jadi areal pesawahan.

Di tempat inilah dahulu kala, para pembesar sering beristirahat sambil menikmati kesenian gamelan dan wayang golek. Sesekali mereka melayari danau yang kala itu berair jernih. Tatang Suparman (65), perangkat Desa Katapang, menuturkan bila Pelabuhan Bulan adalah pusatnya Situ Burung. Tak jelas benar, mengapa pulau kecil itu dinamakan Pelabuhan Bulan.

Tapi yang pasti, pada masa itu, areal tanah sekitar danau dikuasai desa. Dan untuk membiayai pemerintahan dan pembangunan desa, tanah-tanah itu disewakan kepada penduduk untuk digarap. Saratnya, si penyewa menyerahkan sekian persen hasil panen untuk lumbung desa sebagai pajak.

Hanya saja, keadaan ekonomi menyebabkan banyak warga menunggak pajak. Maka desa menarik kembali tanah-tanah itu dari penggarapnya. Situ Situ Burung sendiri, kala itu sudah dikenal sanget alias tempat angker. Konon, bila ada yang memancing di Situ Burung sambil membakar menyan hitam, ia pasti akan mendapat banyak ikan. Tentu saja, selain membakar menyan hitam tadi, ada mantera-mantera yang harus dibaca.

Pemandangan Situ Burung memang indah. Tidak heran bila banyak pelancong dan para pembesar datang untuk kongkow-kongkow di sana. Mereka pelesiran sambil melayari danau diiringi gamelan. Tatang Suparman yang juga Kaur Kesra Desa Katapang ini menceritakan, suatu ketika terjadilah musibah besar. Ketika itu, satu grup gamelan yang tengah menghibur para pembesar dari atas perahu mengalami nahas.

Entah mengapa tiba-tiba saja terjadi bencana. Muncul putaran air di sekitar mata air yang terletak dekat Pelabuhan Bulan. Putaran air itu membesar, dan menyebabkan danau bergelora. Tak pelak, perahu yang mengangkut kelompok kesenian gamelan terombang-ambing. Fatalnya, perahu pun karam, lalu tenggelam. Sinden dan para pengiringnya turut tenggelam. Jenazah mereka pun tak pernah ditemukan. “Mungkin karena mereka mati penasaran, sewaktu-waktu di Situ Burung sering terdengar suara gamelan gaib,” tutur Tatang.

Makam Ki Jenggot

Seiring perjalanan waktu, banyak yang menginginkan danau (Situ Burung) dikeringkan dan dijadikan sawah agar lebih produktif. Penguasa gaib kawasan itu setuju, dengan sarat, setiap tahu harus memberangkatkan haji dua warga Situ Burung ke tanah suci Mekkah. Itulah syarat, sekaligus menjadi tumbal untuk mengeringkan air danau. Setelah terjadi kesepakatan, maka air Situ Burung pun dikeringkan. Sumber mata air yang terletak di Pelabuhan Bulan ditutup. Lantas tanah bekas danau yang mengering itu dikavling-kavling dan dijadikan areal persawahan.

Ketika itu terjadilah rebutan penguasaan sumber mata air yang terletak di Pelabuhan Bulan. Sebab sumber mata air itu berhubungan dengan Situ Patenggang. Bila sumber mata air tidak ditutup, ada kemungkinan danau Situ Patenggang di Ciwidey, akan mengering. Karena itulah, pendekar di sana meminta agar mata air Situ Burung ditutup lalu dijadikan sawah. Sebaliknya, untuk mengairi sawah di Situ Burung, air Situ Patenggang akan dialirkan melalui mata air yang ada di Pelabuhan Bulan.

Terjadilah pertarungan antar pendekar saat memperebutkan mata air tersebut. Dalam pertarungan yang terjadi di Pelabuhan Bulan, banyak pendekar berguguran. Jumlah mereka banyak. Setelah tewas, para pendekar itu dimakamkan secara massal di sudut danau. Kini lokasi pemakaman itu menjadi bangunan STM di blok Ceuri, Situ Burung. Bukti kuburan massal itu adalah saat penggalian sumur di sekolah itu beberapa waktu lalu. Para penggali menemukan tulang belulang dan tengkorak manusia dalam jumlah banyak.

Nah, untuk menghentikan pertumpahan darah ketika itu, para pendekar Situ Burung berikrar, bila jagoan mereka Ki Jenggot bisa dikalahkan, maka mata air Pelabuhan Bulan akan diserahkan. Akhirnya dalam sebuah pertarungan, Ki Jenggot yang terkenal sebagai pendekar pilih tanding bisa dikalahkan.
Kabarnya, Ki Jenggot sengaja mengalah supaya tidak terjadi pertumpahan darah lagi. Mayatnya lalu dimakamkan di Blok Pasung, tak jauh dari Pelabuhan Bulan. Hingga kini makam Ki Jenggot masih ada dan dikeramatkan orang. Namun uniknya, makam itu tak pernah terlihat diziarahi orang. Sebab warga di sana termasuk keturunan Ki Jenggot tidak membolehkan makamnya diziarahi.

Menurut H Saidin, anak buyut Ki Jenggot, selain oleh anggota keluarga, orang lain tidak boleh menziarahi makamnya. Dengan alasan untuk menghindari adanya pengkultusan terhadap sosok Ki Jenggot. “Jangan sampai ada yang menyalahgunakan ziarah kubur untuk perbuatan syirik,” tandas H Saidin. Makam Ki Jenggot sendiri, kata H Saidin, sering menunjukkan kejanggalan. Misalnya, bila tangan dimasukkan ke dalam tanah makam, ketika dicabut selalu muncul bau harum yang merebak ke mana-mana.




Pesugihan Kembang Sore di Tulungagung



Di tengah kehidupan modern seperti sekarang ini, budaya matrialistik memang telah memperbudak sebagian besar manusia dalam mancapai tujuan hidupnya. Mereka berlomba-lomba memburu kekayaan, saling membagakan harta, dan pada gilirannya manusia lupa pada kodratnya. Demi mendapatkan kekayaan dengan jalan pintas, banyak orang yang akhirnya menempuh jalan pintas. Mereka mendambakan bisa hidup senang, bergelimang harta, tanpa perlu usaha yang sebagaimana semestinya untuk mendapatkan semua itu.

Di antar jalan pintas yang dipilih adalah dengan mencari pesugihan. Fenomena mistis yang ini memang sudah jamak di kalangan masyarakat umum, khususnya berdedar di kalangan masyarakat pinggiran. Namun seiring dengan waktu, fenomena pesugihan juga telah merambah ke kalangan menangan atas. Pertanyaannya, benarkah pesugihan ini bisa ditempuh dengan cara mudah? Dan, benarkah pula pesugihan ada dalam kenyataan yang sesungguhnya?

Untuk menjawab kedua pertanyaan tersebut, kali ini Misteri sengaja melakukan investigasi ke Makam Roro Kembangsore. Menurut cerita yang sudah sangat lama berkembang, maka kuno yang terletak di Bukit Bolo, Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur ini memiliki tuah gaib yang bisa membantu para pemujanya untuk memperoleh kekayaan dengan cara irasional.

Lantas, siapakah Roro Kembangsore itu sebenarnya? Mengapa pula makamnya dihubung-hubungan dengan urusan pesugihan?

Menurut informasi yang dikumpulkan Misteri, Roro Kembangsore adalah puteri Adipati Bedalem dari Kadipaten Bonorowo. Selain cantik, dia juga dikenal amat ramah terhadap siapa saja. Para kawula alit di Bonorowo menyebut Roro Kembangsore sebagai puteri berbudi luhur.

Dikisahkan, karena kecantikan dan keluhuran budinya, banyak orang yang menyukai Roro Kembangsore. Tak jelas kapan dan dengan cara apa sang putri meninggal dunia. Yang pasti, hingga akhir hayatnya dia tetap dipuja, terutama oleh kaum hawa.

Memang, sampai sekarang masih banyak orang yang ngalab berkah di makamnya. Yang unik, entah siapa yang memulai, pemujaan terhadap Roro Kembangsore itu kemudian tidak hanya dimanipulasi oleh kaum Hawa. Kaum Adam pun tak ketinggalan memujanya. Lebih ekstrim lagi, pengkultusan tersebut kemudian dihubung-hubungkan dengan masalah pesugihan. Menurut pantauan Misteri, tidak hanya pedagang tempe yang datang ke makamnya dan menggelar ritual khusus supaya tempenya laris, tapi banyak juga artis lokal yang melakukan ritual di tempat ini dengan maksud supaya lekas menjadi artis Ibukota. Bahkan, banyak juga bisnismen kelas menangah yang juga melakukan ritual di sini.

Dikisahkan pula, semasa pemerintahan Adipati Bedalem, muncul kelompok sayap kiri dan sayap kanan dalam pemerintahannya. Pendukung sayap kiri terdiri dari para berandal yang menginginkan terjadinya kekacauan selam pemerintahan Adipati Bedalem. Motifnya jelas, yakni ingin menguasai seluruh wilayah Kadipaten Bonorowo.

Sementara terjadi kemelut politik, Roro Kembangsore selalu berbakti kepada ayahandanya tercinta. Dia sering memberikan saran dan masukan berbobot kepada ayahandanya, dengan maksud, jangan sampai memperhatikan usulan kelompok sayap kiri. Agaknya, dia tahu benar bila usulan tersebut ditanggapi, akan mengacaukan jalannya roda pemerintahan.

Karena tekanan yang sedemikian kuat dari kelompok sayap kiri, saran dan usulan sang puteri tak mendapat tanggapan sang ayah, sebab Adipati Badelam memang telah ada di bawah pengaruh golongan sayap kiri.

Suatu ketika, Roro Kembangsore bertemu dengan seorang putera penguasa Majapahit bernama Pangeran Lembupeteng yang tengah mengembara sambil melihat situasi wilayah Kadipaten Bonorowo. Pertemuan dua insan ini membuahkan tali persahabatan begitu erat. Bahkan setelah sekian lama saling bertemu, akhirnya terjalinlah tali persaudaraan di antara keduanya.

Sayangnya, hal ini ternyata menimbulkan rasa cemburu seorang tokoh sayap kiri bernama Kalang. Padahal, menurut silsilah keluarga, Kalang sesungguhnya masih berstatus paman Roro Kembagsore.

Dalam suatu kesempatan yang baik, di depan Adipati Bedalem, Kalang menebarkan fitnah dengan mengatakan bahwa puteri Roro Kembangsore telah memadu kasih dengan Pangeran Lembupeteng. Atas laporan palsu ini, Adipati Bedalem berang. Dia lantas memangil Pangeran Lembupeteng. Di situlah Adipati melampiaskan amarahnya dan mengusir Lembupeteng dari wilayah Kadipaten Bonorowo.

Selain diusir, Pangeran Lembupeteng juga dikucilkan oleh kelompok sayap kiri. Itu sebabnya dia segera meninggalkan lingkungan Kadipaten untuk melanjutkan pengembaraannya.

Tak dinyana, kepergian Pangeran Lembupeteng ternyata diikuti oleh Roro Kembangsore. Hal ini tentu menimbulkan kegaduhan. Raibnya Roro Kembangsore dari lingkungan kadipaten, membuat Kalang tambah penasaran. Memang sejak lama Kalang memendam asmara yang mendalam terhadap puteri berparas ayu dan berbudi luhur ini. Hanya karena rasa sungkannnya, Kalang memendam hasrat ini. Namun, dia tak rela jika Roro Kembangsore jatuh ke dalam pelukan Lembupeteng.

Keinginan untuk memperisteri Roro Kembagsore tak terbendung. Setelah melakukan pencarian cukup lama, Kalang berhasil menemukan jejak Pangeran Lembupeteng yang selama ini dianggap sebagai penghalang utama dalam penggapai cintanya pada si cantik Roro Kembagsore.

Pertengkaran antara Kalang dengan Pangeran Lembupeteng tak terelakan. Mereka pun terlibat duel yang sangat sengit. Sayangnya, Lembupeteng bukanlah lawan yang sebanding dengan Kalang. Pria yang lagi kasmaran itu akhirnya kalah dalam pertarungan ini.

Namun, bukan Kalang namanya bila tidak dapat melampiaskan dendamnya pada Lembu Peteng. Dia meminta bantuan Kasan Besari, sahabat karibnya. Berkat bantuan Kasan Besari, Pangeran Lembupeteng terluka oleh tombak Koro Welang.

Karena kesaktian tombak Koro Welang, tak berapa lama kemudian Pangeran Lembupeteng gugur dengan darah membasahi ibu pertiwi Kadipaten Bonorowo. Walau begitu, Roro Kembangsore bisa lolos dari tangan Kalang dengan cara melarikan diri. Jejaknya pun tak bisa diendus oleh Kalang dan antek-anteknya.

Meski tak bisa menyunting Roro Kembangsore, Kalang punya ambisi lain yang tak kalah besar, yakni ingin menguasai wilayah Kadipaten Bonorowo. Ambisinya ini memang terwujud. Setelah dibantu Kasan Besari dan antek-anteknya, Kalang berhasil menghabisi nyawa Adipati Bedalem. Dia kemudian memegang tampuk pemerintahan sebagai Adipati. Pusat kegiatan pemerintahan Bonorowo segera dialihkan ke Bethak.

Sementara itu, selepas Adipati Badalem pralaya, jejak Roro Kembangsore juga berhasil dilacak. Sang putrid pujuaan hati Kalang ini kemudian ikut pula diboyong ke Bethak. Meskipun sang puteri berontak atas ajakan i Adipati Kalang ini, namun dia tak memiliki kekuatan berarti. Dia akhirnya harus menyerah.

Setelah berdiam diri Bethak, sang putri tetap berupaya untuk tidak bersedia dijadikan permaisuri oleh Adipati Kalang yang sesungguhnya masih pamannya sendiri. Lewat berbagai cara, Roro Kembangsore akhirnya berhasil melarikan diri dari Kadipaten Bethak. Dia kemudian mengembara. Disebutkan bahwa dia memilih untuk tidak menikah seumur hidupnya.

Dikisahkan pula, setelah mengetahui bahwa Kembagsore tak berada di taman keputren, sang Adipati menjadi berang. Dengan muka merah, semua prajurit dikumpulkan dan diperintah untuk melakukan pencarian.

Karena keberangannya, sang adipati bahkan memberikan wewenang untuk mengumumkan sayembara kepada khalayak ramai yang berbunyi antara lain: “Barang siapa dapat menemukan dan menangkap Roro Kembangsore, supaya diserahkan kepada Adipati Kalang. Masyarakat yang berhasil melakasanakan, akan diberi hadiah istimewa, diangkat sebagai Demang di daerah Bandil.”

Gaung sayembara dari Adipati Kalang terdengar pula oleh para begal. Para begal menanggapi dengan sungguh-sungguh dan penuh suka cita. Di antara sesama begal saling berunding soal sayembara itu. Padahal selama ini mereka belum pernah melihat wajah Roro Kembangsore.

Para begal lalu menemukan akal akan mencegat setiap wanita berparas cantik yang kebetulan lewat, untuk dikorek jati dirinya. Waktu terus berlalu. Suatu ketika, dua orang begal berpapasan dengan seorang wanita berparas cantik dan berpenampilan lemah lembut. Keduanya langsung menghentikan langkah wanita yang disangka sebagai Roro Kembangsore itu. Nyatanya memang benar, wanita berparas cantik tersebut mengaku bernama Roro Kembangsore, puteri mendiang Adipati Bedalem dari permaisurinya yang bernama Roro Mursodo.

Mendengar pengakuan ini, kedua begal itu tertawa ngakak menunjukkan kegembiraan. Roro Kembangsore segera mereka ringkus dan mereka boyong untuk diserahkan pada Adipati Kalang. Roro Kembangsore tak menolak ajakan kedua begal ini. Namun dengan syarat tertentu, yakni kedua begal harus adu kesaktian. Siapa yang menang, dialah yang berhak menyerahkannya ke hadapan Adipati Kalang.

Kedua begal tak keberatan memenuhi syarat yang diajukan Roro Kembangsore. Keduanya kemudian saling adu kesaktian untuk tampil sebagai pemenang.

Selagi lomba adu kesaktian itu berlangsung sengit, secara diam-diam Roro Kembangsore yang cerdik itu melarikan diri. Kedua begal akhirnya kaget demi melihat Roro Kembangsore yang telah menghilang. Mereka segera menyadari kebodohannya, dan kemudian bersepakat untuk melakukan pengejaran.

Setelah gagal dalam pencarian, keduanya baru sadar bahwa mereka telah menjadi korban tipu muslihat Roro Kembangsore.

Meski dijanjikan sebagai permaisuri, Roro Kembangsore tetap menolak menikah dengan Adipati Kalang. Baginya, daripada harus menikah dengan Adipati Kalang, lebih baik tidak menikah selamanya.

Disebutkan, setelah Adipati Kalang mati disobek-sobek tubuhnya oleh Patih Gajah Mada, sampai hayatnya Kembangsore belum pernah menikah, meski sebetulnya banyak yang mau memperisterinya. Tapi, semua pinangan ditolak dengan halus oleh Roro Kembangsore. Salah satu pinangan tersebut berasal dari Joko Budheg. Pada waktu Joko Budheg melamar malah disuruh Roro Kembangsore berangkat bertapa di Gunung Budheg, sampai akhirnya dia dikenal dengan sebutan Joko Budheg….

***

Demikian sekilas kisah tentang Roro Kembangsore. Menurut keterangan Basuki, juru kunci makam Roro Kembangsore, konon karena kisah cintanya tak tersampai antara Roro Kembangsore dan Pangeran Lembupeteng, Adipati Kalang dan Roro Kembangsore, juga Joko Budheg dan Roro Kembangsore, sampai sekarang makam Roro Kembangsore masih tetap dikeramatkan.

Bila malam tiba, apalagi malam Mingguan, lokasi di sekitar makam ini ramai didatangi para peziarah. Uniknya, di antara para peziarah itu banyak pula perempuan penjaja seks. Mereka berkeliaran mencari mangsa laki-laki hidung belang di sekitar kuburan Cina (bong) yang ada di dekat makam Roro Kembangsore.

Dengan banyaknya para pekerja seks komersial (PSK), maka Gunung Bolo maka terjadi perpaduan antara wisata seks dan wisata spiritual. Karena itu, bagi peziarah yang murni ingin melakukan ritual, maka mereka cenderung datang ke makam Roro Kembangsore pada waktu pagi atau siang hari.

Ketika Misteri datang ke lokasi makam ini sambil menunggu datangnya juru kunci, Misteri sempat ngobrol agak lama dengan Ayu Yolanda, penyanyi dangdut lokal Tulungagung. Ayu mengaku datang ke makam Roro Kembangsore untuk yang kedua kalinya. Tujuannya, di samping supaya mendapat job banyak, dia juga ingin jadi penyanyi dangdut kondang seperti Inul Daratista..

Memang, uborampe yang dibawa Ayu tidak sama dengan uborampe orang yang akan mencari pesugihan di makam Roro Kembangsore, yaitu kembang boreh, minyak wangi, dan kemenyan. Bedanya hanya orang yang mencari pesugihan harus membawa uborampe sekul anget (nasi gurih panggang ayam), dan sekul wangi (bunga telon, minyak wangi, kemenyan). Selain umborampe tersebut, sepulang dari melaksanakan ritual tidak boleh berhenti di kawasan Gunung Bolo.

Biasanya, kalau sudah berhasil apa yang diinginkan, hari Jum’at Pon si pelaku pesugihan terus menyembelih kambing di makam Roro Kembagsore. Setelah itu, semua uborampe dikendurikan di makam Roro Kembangsore tersebut.

Yang terasa nyeleneh, konon bila permintaannya ingin lekas tercapai, maka si pelaku pesugihan harus melakukan hubungan seks haram dengan lawan jenis. Namun, hal ini dibantah oleh juru kunci yang mengatakan, “Sebetulnya tidak ada keharusan si pelaku pesugihan melakukan hubungan badaniah.”

Dikatakan oleh Basuki, yang pantang adalah ziarah bagi suami isteri. Konon, kalau suami isteri sama-sama ziarah ke makam Roro Kembangsore, maka kemungkinan besar kelak di kemudian hari mereka akan terlibat perselingkuhan. Kalau tidak suaminya, isterinya yang akan selingkuh. Begitu pula sebaliknya.

“Makanya, supaya tidak selingkuh kalau mencari pesugihan ke makam Roro Kembangsore sebaiknya tidak usah mengajak suami atau isteri. Roro Kembangsore mungkin tak suka dengan suami isteri, sebab dia seumur hidupnya tidak pernah menikah,” tandas Basuki.

Saat Misteri melakukan kontemplasi di areal makam Roro Kembangsore, Misteri melihat aura sekitarnya yang merah membara. Ini menandakan adanya kekuatan yang kurang baik di tempat itu. Mungkin hal ini berhubungan erat dengan praktek ritual sesat yang ada di sekitar makam ini.

Disamping itu, Misteri juga menyaksikan penampakkan sosok perempuan berambut panjang riap-riapan, dengan buah dada menggelayut sebesar papaya Bangkok. Apakah dia sosok wewe gombel, atau mungkin pula penjelmaan gaib dari Roro Kembangsore?

Apapun sosok itu, yang pasti, siapapun harus berpikir seribu kali bila ingin mencoba-coba jalan sesat di tempat ini. Ingan, banyak jalan menuju roma. Begitu kata pepatah. Jadi, berjuang dan jangan mudah menyerah dalam menggapai kehidupan yang lebih baik. Jangan lupa, berdoa selalu pada Tuhan Yang Maha Esa.






Ritual Pesugihan Gunung Kawi



Dalam masalah pesugihan, sebelumnya pernah membahas tentang Ritual Mesum Pesugihan Gunung Kemukus, kali ini membahas mitos seputar Pesugihan Gunung Kawi. Disaat orang banyak disibukkan dengan kesulitan ekonomi, kadang semua cara digunakan termasuk diantaranya adalah ritual pesugihan.

Ada yang mencari uang dengan bisnis internet, namun karena tidak sedahsyat denga pesugihan maka bagi orang yang malas akhirnya lebih memilih pesugihan. Mitos Pesugihan Gunung Kawi memang dikenal sebagai tempat untuk mencari kekayaan (pesugihan).

Konon, barang siapa melakukan ritual dengan rasa kepasrahan dan pengharapan yang tinggi maka akan terkabul permintaannya, terutama menyangkut masalah kekayaan. Mitos seputar pesugihan Gunung kawi ini diyakini banyak orang, terutama oleh mereka yang sudah merasakan "berkah" berziarah ke Gunung Kawi. Namun bagi kalangan rasionalis-positivis, hal ini merupakan isapan jempol belaka.

Biasanya lonjakan pengunjung yang melakukan ritual terjadi pada hari Jumat Legi (hari pemakaman Eyang Jugo) dan tanggal 12 bulan Suro (memperingati wafatnya Eyang Sujo). Ritual dilakukan dengan meletakkan sesaji, membakar dupa, dan bersemedi selama berjam-jam, berhari-hari, bahkan hingga berbulan-bulan.

Di dalam bangunan makam, pengunjung tidak boleh memikirkan sesuatu yang tidak baik serta disarankan untuk mandi keramas sebelum berdoa di depan makam. Hal ini menunjukkan simbol bahwa pengunjung harus suci lahir dan batin sebelum berdoa.

Selain pesarean sebagai fokus utama tujuan para pengunjung, terdapat tempat-tempat lain yang dikunjungi karena 'dikeramatkan' dan dipercaya mempunyai kekuatan magis untuk mendatangakan keberuntungan, antara lain:

1. Rumah Padepokan Eyang Sujo

Rumah padepokan ini semula dikuasakan kepada pengikut terdekat Eyang Sujo yang bernama Ki Maridun. Di tempat ini terdapat berbagai peninggalan yang dikeramatkan milik Eyang Sujo, antara lain adalah bantal dan guling yang berbahan batang pohon kelapa, serta tombak pusaka semasa perang Diponegoro.

2. Guci Kuno

Dua buah guci kuno merupakan peninggalan Eyang Jugo. Pada jaman dulu guci kuno ini dipakai untuk menyimpan air suci untuk pengobatan. Masyarakat sering menyebutnya dengan nama 'janjam'. Guci kuno ini sekarang diletakkan di samping kiri pesarean. Masyarakat meyakini bahwa dengan meminum air dari guci ini akan membuat seseorang menjadi awet muda.

3. Pohon Dewandaru

Di area pesarean, terdapat pohon yang dianggap akan mendatangkan keberuntungan. Pohon ini disebut pohon dewandaru, pohon kesabaran. Pohon yang termasuk jenis cereme Belanda ini oleh orang Tionghoa disebut sebagai shian-to atau pohon dewa. Eyang Jugo dan Eyang Sujo menanam pohon ini sebagai perlambang daerah ini aman.

Untuk mendapat 'simbol perantara kekayaan', para peziarah menunggu dahan, buah dan daun jatuh dari pohon. Begitu ada yang jatuh, mereka langsung berebut. Untuk memanfaatkannya sebagai azimat, biasanya daun itu dibungkus dengan selembar uang kemudian disimpan ke dalam dompet.

Namun, untuk mendapatkan daun dan buah dewandaru diperlukan kesabaran. Hitungannya bukan hanya, jam, bisa berhari-hari, bahkan berbulan-bulan. Bila harapan mereka terkabul, para peziarah akan datang lagi ke tempat ini untuk melakukan syukuran.

Siapakah sesungguhnya Eyang Jugo dan Eyang Sujo?

Yang dimakamkan dalam satu liang lahat di pesarean Gunung Kawi ini? Menurut Soeryowidagdo (1989), Eyang Jugo atau Kyai Zakaria II dan Eyang Sujo atau Raden Mas Iman Sudjono adalah bhayangkara terdekat Pangeran Diponegoro. Pada tahun 1830 saat perjuangan terpecah belah oleh siasat kompeni, dan Pangeran Diponegoro tertangkap kemudian diasingkan ke Makasar, Eyang Jugo dan Eyang Sujo mengasingkan diri ke wilayah Gunung Kawi ini.

Semenjak itu mereka berdua tidak lagi berjuang dengan mengangkat senjata, tetapi mengubah perjuangan melalui pendidikan. Kedua mantan bhayangkara balatentara Pangeran Diponegoro ini, selain berdakwah agama islam dan mengajarkan ajaran moral kejawen, juga mengajarkan cara bercocok tanam, pengobatan, olah kanuragan serta ketrampilan lain yang berguna bagi penduduk setempat. Perbuatan dan karya mereka sangat dihargai oleh penduduk di daerah tersebut, sehingga banyak masyarakat dari daerah kabupaten Malang dan Blitar datang ke padepokan mereka untuk menjadi murid atau pengikutnya.

Setelah Eyang Jugo meninggal tahun 1871, dan menyusul Eyang Iman Sujo tahun 1876, para murid dan pengikutnya tetap menghormatinya. Setiap tahun, para keturunan, pengikut dan juga para peziarah lain datang ke makam mereka melakukan peringatan. Setiap malam Jumat Legi, malam eninggalnya Eyang Jugo, dan juga peringatan wafatnya Eyang Sujo etiap tanggal 1 bulan Suro (muharram), di tempat ini selalu diadakan erayaan tahlil akbar dan upacara ritual lainnya. Upacara ini iasanya dipimpin oleh juru kunci makam yang masih merupakan para keturunan Eyang Sujo.

Tidak ada persyaratan khusus untuk berziarah ke tempat ini, hanya membawa bunga sesaji, dan menyisipkan uang secara sukarela. Namun para peziarah yakin, semakin banyak mengeluarkan uang atau sesaji, semakin banyak berkah yang akan didapat. Untuk masuk ke makam keramat, para peziarah bersikap seperti hendak menghadap raja, mereka berjalan dengan lutut.

Hingga dewasa ini pesarean tersebut telah banyak dikunjungi oleh berbagai kalangan dari berbagai lapisan masyarakat. Mereka bukan saja berasal dari daerah Malang, Surabaya, atau daerah lain yang berdekatan dengan lokasi pesarean, tetapi juga dari berbagai penjuru tanah air. Heterogenitas pengunjung seperti ini mengindikasikan bahwa sosok kedua tokoh ini adalah tokoh yang kharismatik dan populis.

Namun di sisi lain, motif para pengunjung yang datang ke pesarean ini pun sangat beragam pula. Ada yang hanya sekedar berwisata, mendoakan leluhur, melakukan penelitian ilmiah, dan yang paling umum adalah kunjungan ziarah untuk memanjatkan doa agar keinginan lekas terkabul.
Wisata Ziarah Pesugihan Gunung Kawi

"Gunung tidak perlu tinggi asal ada dewanya."

Pepatah populer di kalangan warga Tionghoa ini bisa menjelaskan kenapa Gunung Kawi di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sangat populer. Kawi bukan gunung tinggi, hanya sekitar 2.000 meter, juga tidak indah. Tapi gunung ini menjadi objek wisata utama masyarakat Tionghoa.

Tiap hari ratusan orang Tionghoa, termasuk orang pribumi naik ke Gunung Kawi. Masa liburan plus cuti bersama Lebaran ini sangat ramai. Karena terkait dengan kepercayaan Jawa, Kejawen, maka kunjungan biasanya dikaitkan dengan hari-hari pasaran Jawa: Jumat Legi, Senin Pahing, Syuro, dan Tahun Baru.

"Pokoknya selalu ramai, Mas," ujar Syaikoni (nama samaran) salah satu seorang pemandu wisata. Syaikoni memang tidak salah, saat berjalan kaki sejauh satu kilometer menuju pusat wisata utama (makam dan kelenteng), terlihat lautan manusia. Macam pasar malam. Pengemis ada sekitar seratus orang (anak-anak sampai orang tua). Toko-toko souvenir berdempetan hingga pesarehan.

Penginapan, kata Syaikoni, lebih dari 10 buah, dengan tarif Rp 30.000 hingga Rp 200.000. Restoran Tionghoa yang menawarkan sate babi dan makanan tidak halal (buat muslim) cukup banyak. Tukang ramal nasib. Penjual kembang untuk nyekar. Penjual alat-alat sembahyang khas Tionghoa. Belum lagi warung nasi dan sebagainya.

"Gunung kok ramai begini kayak di kota?" tanya salah seorang pengunjung yang baru pertama kesana pada Syaikoni.

"Gunung Kawi yang begini ini. Fasilitasnya sudah direnovasi oleh yayasan, ya, pakai uang sumbangan pengunjung. Mereka yang dapat rezeki, usahanya lancar, sumbang macam-macam. Akhirnya, dibuat bagus seperti sekarang," tutur Syaikoni, 33 tahun, asli Wonosari.

Dia sudah beberapa tahun menjadi pemandu wisata sekaligus pembawa barang-barang pengunjung. Syaikoni tahu banyak seluk-beluk Gunung Kawi. Usai kunjungan, kita bebas memberikan tips kepadanya. Tidak pakai tarif-tarifan buat guide ala Gunung Kawi.

Apa yang dicari orang-orang di Gunung Kawi? Kekayaan? Rezeki? Usaha lancar? Macam-macam niat orang. "Ya, kita olang mo beldoa semoga dikasih rejeki. Pokoke, usaha kita olang lancal lah," ujar seorang ibu asal Surabaya dengan logat khasnya tionghoa.

Jawaban sejenis disampaikan pengunjung lain. Karena itu, warga Jawa Timur kerap mencitrakan Gunung Kawi sebagai tempat pesugihan. Tapi, bagi kalangan kejawen, penggiat budaya Jawa, Gunung Kawi lebih dilihat sebagai tempat pelestarian budaya Jawa. Banyak ritual kejawen diadakan di sini secara teratur dan diikuti aktivis budaya Jawa di seluruh Pulau Jawa.

Kalau masuk makam dua makam tokoh yang telah dijelaskan diatas, pengunjung harus membeli kembang. Sebelumnya, bayar retribusi untuk Desa Wonosari Rp 2.000. Lalu, menyerahkan KTP (kartu tanda penduduk) atau identitas lain pada satpam untuk didaftar nama dan alamat. Sumbang lagi uang tapi sukarela. Jangan kaget kalau anda menjumpai banyak sumbangan atau retribusi di aset wisata Kabupaten Malang ini.

Saat saya masuk ke kompleks Gunung Kawi, hampir 99 persen warga keturunan Tionghoa. Anak-anak, remaja, profesional muda, hingga kakek-nenek. Orang-orang itu bersembahyang layaknya di kelenteng. Masuk ke makam, jalan keliling makam, sambil membuat gerakan menyembah macam di kelenteng. Tidak ada arahan atau instruksi, mereka semua melakukan gerakan-gerakan itu.

Hampir tidak ada Tionghoa itu yang beragama Islam. Kok begitu menghormati dan sembahyangan di depan makam Imam Soedjono dan Mbah Djoego? Apa mereka tahu siapa yang dimakamkan di situ? Belum lagi kalau kita bahas secara teologi Islam atau Kristiani tentang boleh tidaknya melakukan ritual di Gunung Kawi.

"Memang, Mas, semua orang yang datang pertama kali di Gunung Kawi pasti bertanya begitu. Saya juga nggak tahu kenapa. Yang jelas, sejak dulu ya begitu. Kalau sudah tradisi dan kepercayaan orang, ya, mau apa lagi?" kata Syaikoni dengan sangat sopan.

Para pemandu wisata di Gunung Kawi berusaha tidak menyinggung kepercayaan atau agama orang lain. Selain sensitif, mereka tak ingin bisnis mereka terganggu. Harus diakui, warga Desa Wonosari mendapat banyak berkah dari objek wisata Gunung Kawi. Tak sedikit penduduk mengais rezeki di kawasan Gunung Kawi mulai pemandu wisata, penjual bunga, warung, satpam, parkir, dan sebagainya.

Selain berdoa sendiri-sendiri, Yayasan Gunung Kawi menawarkan paket ritual tiga kali sehari: pukul 10.00, pukul 15.00, pukul 21.00. Ritual ini dipimpin dukun atau tukang doa setempat, namun harus pakai sesajen untuk selamatan. Siapa yang mau ikut harus mendaftar dulu di loket.

Tarif barang-barang selamatan ditulis jelas di loket yang bagus. Ada dua tipe selamatan agar keinginan anda (dapat rezeki, usaha lancar) tercapai. Bagi mereka yang percaya.
Berapa tarif selamatan? Berikut beberapa item yang umum digunakan, dan harga mengikuti kurs tentunya hehe..

* Minyak tanah Rp 60.000
* Solar Rp 100.000
* Minyak goreng Rp 250.000
* Beras Rp 400.000
* Kambing Rp 500.000
* Sapi Rp 7.500.000
* Ayam Rp 25.000
* Wayang kulit Rp 750.000
* Ruwatan Rp 4.000.000


(Masih ditambah beberapa elemen lain yang sudah tentu menguras dompet pengunjung. Toh, antrean sangat panjang dari saudara-saudari kita yang hendak memburu rezeki di Gunung Kawi)

Melihat nilai rupiah itu, benar-benar membuat kita geleng-geleng kepala. Berdoa kok mahal amat? Apa ada jaminan jadi kaya? Apa Tuhan perlu begitu banyak sayur, makanan, daging, wayang kulit, ruwatan...? Kalau kita miskin, tak punya uang, apa harus utang untuk membeli barang-barang itu?

"Itu terserah pengunjung, Mas. Mereka yang percaya ya, nggak akan keberatan," jelas Syaikoni sambil tersenyum.

Di luar kompleks makam, ada Kelenteng Kwan Im. Lilin-lilin merah, besar, terus bernyala. Puluhan warga Tionghoa secara bergantian berdoa di sana. Disana juga ada ciamsi, ajang meramal nasib ala Tionghoa.

Sekitar enam kilometer dari kompleks makam ada pertapaan Gunung Kawi. Jalannya bagus. Kompleks ini pun penuh dengan ornamen Tionghoa. Di ruang utama ada tiga dukun yang siap menerima kedatangan tamu, berdoa agar rezeki lancar. Tapi sebelum itu si dukun membeberkan tarif selamatan yang jutaan rupiah seperti tertera di daftar harga di atas. Ah, keluar uang lagi!


Goa Naga Raja ( goa ritual pesugihan )



Gunung selok sebenarnya merupakan area hutan yang di kelola oleh Perum Perhutani KPH Banyumas Timur . Seluas 236, 7 Ha yang merupakan sebuah bukit yang ada di wilayah Desa Karangbenda Kecamatan Adipala dengan ketinggian 0 sampai dengan 150 meter diatas permukaaan laut .PESUGIHAN Klik Sini
Untuk menuju gunung selok dapat dicapai dengan kendaraan penumpang bus atau angkutan pedesaan atau kendaraan pribadi dari terminal Adipala .
Gunung selok merupakan wisata yang nyaman mengasyikan dan unik, karena lokasi ini menyajikan perpaduan keindahan alam berupa hutan bukit goa-goa alam Benteng peninggalan jepang yang konon ada 25 benteng dan pantai laut selatan .

Wisatawan yang datang berkunjung biasanya mempunyai minat bersiarah atau ingin bersemedi di petilasan atau makam atau di goa-goa yang ada . Petilasan yang banyak di kunjungi dan dianggap keramat adalah Padepokan Jambe Lima dan Padepokan Jambe Pitu.
Padepokan Jambe Lima atau Cemara Seta yang di ketemukan oleh Eyang Mara Diwangsa yaitu saudara Patih Cakraningrat yaitu ayah kandung Cakrawerdaya Bupati Cilacap Pertama, padepokan yang terdapat di puncak bukit sangat baik untuk bersemedi .

Menurut legenda masyarakat setempat konon Padepokan Jambe Lima dahulu dahulu merupakan markas pendekar-pendekar sakti pengawal bunga sakti Kembang Wijaya Kusuma yaitu sekuntum bunga lambang kebesaran raja-raja Jawa dimasa lampau .
Untuk mendapat bunga tersebut harus orang harus mendapat ijin dari ketua pengawal yang bernama Kyai Jambe Lima .
Kyai Jambe Lima mempunyai empat anggota seorang diantaranya sebagai wakil ketua yaitu Pak Cilik Sukmoyo Renggo sedang yang tiga anggota lainnya adalah Kyai Kampret Ireng (Tunggul Wulung ), Kyai Sambung Langu (Anggaswati ) Kyai Wesi Putih (Sang Hyang Jati ).
Alkisah suatu hari pada tahu 1676 kerajaan Mataram jatuh ke Trunajaya . Kemudian Pangeran Adipati Anom mengangkat diri sebagai raja menggantikan ayahnya yaitu Sunan Amangkurat I yang meninggal di Ajibarang dan di makamkan di Tegal Arum .
Adipati Anom bergelar Amangkurat II yang mengutus seorang kepercayaannya bernama Ki Suropati untuk mencari kembang wijayakusuma untuk mengukuhkan kedudukanya sebagai raja mataram .
Selain Adipati Anom, Pangeran Puger (adik Adipati Anom) yang mengangkat dirinya sebagai raja Mataram mengutus tokoh sakti Ki Tambak Yudo Selain Adipati Anom dan Pangeran Puger juga Trunojoyo yang sudah merebut tahta kerajaan juga mengutus seorang yang bernama Gedug Gandamana untuk mendapatkan kembang Wijayakusuma
Ketiga utusan tersebut datang dan di tolak oleh Kyai Jambe Lima dengan alasan belum waktunya, ketiga utusan tidak mau menerima keterangan Kyai Jambe Lima terjadi pertempuran yang menewaskan kelima pengawal bunga tersebut termasuk tiga utusan tersebut juga tewas, sebagai penghormatan dan peringatan maka oleh penduduk sekitar Gunung Selok dibangunlah Padepokan Jambe Lima, dan Jambe Pitu.
Padepokan Jambe Pitu (pertapan Ampel Gading ) yang di renovasi oleh Presiden Soeharto dan banyak di kunjungi peziarah karena dianggap sangat keramat karena ada 3 petilasan Sang Hyang Wisnu Murti dan dua pusakanya yaitu Kembang Wijayakusuma atau Eyang Lengkung Kusuma dan Cakra Baskara atau Eyang Lengkung Cuwiri.

Selain Padepokan Jambe Lima dan Jambe Pitu juga masih banyak tempat yang ramai dikunjungi peziarah pada hari hari tertentu seperti hari Jumat Kliwon dan hari Selasa Kliwon dan di bulan Syura yaitu Goa Rahayu, Goa Naga Raja, Goa Bolong, Goa Paku Waja , Goa Putih, Goa Grujugan, Goa Tikus, Goa Lawa, dan Kaendran serta makam Kyai Sumolangu yang ada diatas benteng peninggalan jepang .

Beberapa Gua dijelaskan sebagai berikut:
GOA RAHAYU DAN GOA RATU
Goa yang terletak di kaki Gunung Selok sebelah Selatan menghadap pantai Samudra Indonesia. Untuk menuju goa ini dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi atau carteran dari arah terminal Adipala ke Timur menuju Gunung Selok kemudian ke selatan menelusuri jalan desa yang beraspal sampai pantai selok ke arah barat, kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki atau naik perahu menuju goa tersebut atau dari gunung selok menelusuri jalan trap setapak menurun ke bawah menuju goa tersebut.
Kedua goa ini setiap hari dikunjungi wisatawan untuk berziarah dengan tujuan yang beraneka ragam ada yang menginginkan pangkat, kemuliaan, kesehatan, ingin punya jodoh, usahanya lancar dan sebagainya. Goa yang pintu masuknya telah dibuat tertutup dengan bangunan semen didalamnya ruangan yang petilasan cukup luas dengan ukuran 80 m2 terdapat riual. Di Goa Rahayu ada 2 tempat ritual yaitu Dewi Kencanawati dan Dewi Suci Rahayu.
Menurut legenda Goa Rahayu adalah Raden Danang Sutawijaya atau Panembahan Senopati pendiri Keraton Mataram saat akan membabat alas Mentaok untuk bisa masuk dan membabat alas mentaok sebagai syarat harus membawa tanah yang ada di dalam goa yang dekat dengan batu, dengan tanah srana tersebut Danang Sutawijaya dapat masuk dan membabat alas Mentaok dengan selamat ( Rahayu ) sehingga goa tersebut disebut Goa Rahayu.
Sedangkan goa Ratu yang letaknya berhimpitan dengan Goa Rahayu di dalamnya terdapat ritual Eyang Banda Yuda dan Dewi Sekar Jagat. Goa ini konon ceritanya adalah bekas petilasan Eyang Jaring Bandayuda salah satu pendiri Kabupaten Banyumas. Dalam persemediannya ia bertemu dengan putrid cantik Nyi Sekar Jagat dan disarankan kalau mau membuat Kabupaten jangan melangkahi sungai Serayu atau tepatnya di dekat pegunungan Pageralang dan kesemuannya dilaksanakan oleh Eyang Jaring Bandayuda maka berdirilah Kabupaten Banyumas dekat Pegunungan Pageralang.

GOA NAGARAJA
Goa Nagaraja terletak masih di kaki gunung Selok di sebelah Barat goa Rahayu dan Goa Ratu ± 1 km ke arah barat dengan menelusuri alur sungai. Goa Nagaraja ini bersebelahan dengan Goa Lawa (karena banyak kelelawarnya).

GOA PAKUWAJA
Goa ini terletak di kaki Gunung Selok bagian Timur tenggara, tempat ini banyak dikunjungi orang yang berziarah dan ada tempat untuk sholat dan di dekatnya ada air untuk berwudlu. Menurut legenda Pakuwaja adalah petilasan Pangeran Pakuwaja yaitu putra Mahkota Kerajaan Majapahit terakhir, pada masa runtuhnya Majapahit beliau berkehendak perang demi mempertahankan kerajaannya .
Disamping goa – goa tersebut masih ada goa – goa yang lain dikunjungi para peziarah yang letaknya disebelah barat kaki Gunung Selok yaitu Goa Sri Bolong, Goa Putih, Goa Grujugan, Untuk menuju Goa tersebut dari depan Balai Desa Karangbenda ada jalan menuju selatan terus menelusuri jalan perhutani sampai ke Kaindran kemudian menuju Goa Sri Bolong, Goa Putih, Goa Grujugan disebut Goa Grujugan karena di mulut goa terdapat air yang terus menerus mengalir dari atas kebawah.

BENTENG PENINGGALAN JEPANG
Disamping goa – goa tersebut di Gunug Selok juga terdapat Benteng peninggalan Jepang yang konon sebagai tempat pertahanan Jepang dan tempat pengintaian musuh yang datang dari laut. Konon ceritanya ada 24 Benteng peninggalan bala tentara Jepang namun yang masih utuh tinggal satu yang sudah direnovasi dan di atas benteng peninggalan Jepang kea rah barat daya terdapat makam Kyai Sumolangu yang banyak dikunjungi para peziarah dari daerah Kebumen. Makam Kyai Sumolangu sementara ini masih ditutupi gubug dan disekelilingnya baru dibangun pondasi keliling. Konon Kyai Sumolangu berasal dari daerah Kebumen dan meninggal di Selok.

Pesugihan Nyai Puspo Cempoko, Benarkah ada di Kabongan?



Percaya gak percaya, cerita klenik ini hingga sekarang masih diyakini kebenarannya oleh sebagian masyarakat Rembang. Menurut pergunjingan sebaian masyarakat, Rembang memiliki tempat misteri yang dihuni salah satu ratu pesugihan yang elok nan cantik.

Lelembut dari bangsa peri tersebut, konon kabarnya akan membantu setiap pemujanya untuk mendapatkan kekayaan yang melimpah. Pesugihan tersebut bernama Nyai Puspo Cempoko.

Kono kabarnya, bila lelaki bersedia menjadi suami lelmbut Nyai Puspo Cempoko dan melakukan hubungan badan setiap malam Jumat Kliwon, maka Nyai Puspo rela memberikan harta yang melimpah.

Menurut beberapa sumber, konon kabarnya Nyai Puspo Cempoko merupakan penunggu gaib bangsa peri yang berada di daerah sekitar Kabongan. Tak ada keterangan pasti terkait tempat yang dimaksud. Entah Kabongan Lor atawa kabongan Kidul?

Bagi kalangan kebatinan dan para pemuja, Kabongan menyimpan nilai mistik yang jarang orang tahu. Beberapa orang dari luar Rembang justru yang sering datang ke tempat tersebut untuk melakukan ritual tertentu guna meminta kekayaan.

SUMBER:http://kangtarom.wordpress.com/2010/01/25/pesugihan-nyai-puspo-cempoko-benarkah-ada-di-kabongan/

Konon, tak sedikit dari mereka yang datang yang dikabulkan keinginannya sehingga mereka menjadi kaya raya. Menurut cerita yang beredar, kekayaan itu tidak diberikan secara cuma-Cuma oleh Nyai Puspo cempoko.

Katanya, Nyai Puspo meminta petukon (imbalan) sebelum mengabulkan permintaan para pemuja. Imbalan tersebut adalah kerelaan si pemuja untuk menjadi suami Nyai Puspo yang harus melayani kebutuhan seksualnya setiap malam Jumat Kliwon. Guna menyalurkan hasrat itu Nyai Puspo minta disediakan kamar khusus dimana hanya mereka berdua saja yang boleh masuk ke kamar tersebut.

Selain memenuhi kebutuhan seksual, Nyai Puspo juga meminta agar disediakan sesaji yang terdiri dari jajan pasar, kembang wangi, kelapa hijau serta bakaran kemenyan madu. Semua sesaji harus disediakan setiap malam. Tak boleh ada yang terlupakan.

Cerita tersebut, hingga saat ini terus menjadi perdebatan kebenaraanya. Bagi orang-orang dengan keimanan kuat menganggap cerita tersebut merupakan isapan jempol belaka. Pesugihan Nyai Puspo Cempoko dianggap cerita klenik yang dapat menjadikan seseorang menjadi syirik.

Terlepas benar taidaknya mitos tersebut, kiranya sebagai manusia beragama kita harus meyakini bahwa melakukan puja kepada selain Allah tentu merupakan sesuatu yang harus ditinggalkan. Mencari kekayaan dengan cara melakukan pujan kepada danyang atau demit sama halnya bersekutu dengan setan adalah sesutu yang sangat dilarang dalam agama. Wallohu a’lam. (Rom)

LAKU SPIRITUAL PESUGIHAN:



laku ritual pesugihan;
Saya akan menceritakan tentang pesugihan yang dimana banyak sekali manusia melakukan untuk mendapatkan kekayaan dan kekuasaan untuk mendapatkan suatu kepuasan di dunia supaya mereka di hormati orang biasanya manusia melakukan pada saat mereka terdesak akan kebutuhan dalam kehidupan yang mereka memerlukan untuk sehari-hari dan bahkan juga untuk menyombongkan pada sesama manusia orang itu sudah menjadi kaya dan sukses sekarang saya mulai menjelaskan satu persatu yaitu :

1. pesugihan di gunung-gunung misalnya : datang ke goa-goa,hutan-hutan kalau di goa-goa biasanya mereka bertapa untuk mendapatkan petunjuk ada yang 7 hari,14 hari,21 hari,40 hari,100 hari,tergantung kegunaannya ada yang untuk kekayaan,kekebalan untuk kesaktian dan kekuasaan dalam politik yang dimana untuk melawan musuh-musuhnya dan ini akan saya jabarkan lagi misalnya :

a. Kalau kekayaan mereka biasanya ada dua cara dengan mempersiapkan menyan, dupa, kembang 7 rupa minyak wangi, dan mantra-mantra dan terkadang bisa juga dengan bacaan ayat-ayat tuhan yang dimana bisa guna untuk memanggil para danyang dan para lelembut atau orang soleh setelah dengan puasa apa yang telah ditentukan tidak lama datanglah utusannya dulu untuk ditanyakan apakah orang tersebut sungguh- sungguh atau setengah-setengah niatnya lalu ditanyalah oleh utusan tersebut wahai mahluk tuhan yang dimuliakan oleh tuhan apa yang kalian inginkan dan kekayaan yang bagaimana yang kalian mau lalu dijawab orang tersebut saya ingin kaya dan mempunyai perusahaan besar sampai anak cucu kalau bisa tujuh turunan tidak akan habis – habisnya hidup mewah lalu dijawab kembali oleh siluman itu atau iblis/syeton baiklah akan kami penuhi tapi kami minta syarat ya kalau kalian menyanggupi akan kami kabulkan permintaan kalian semua lalu ditanya lagi oleh orang tersebut berupa apa itu syaratnya lalu dijawab kembali oeh utusannya kalian harus mau memberi tumbal anak kalian atau anak buah kalian nantinya dan syarat lainnya kalian tidak boleh sholat tapi didepan orang kalian seperti orang sholeh yang tidak percaya akan hal-hal ghoib/roh misalnya kalau betapa di goa yang datang berupa ular, macan, kera, laba-laba kalajengking, raksasa gunung/hutan,buto ijo. buto merah dll tapi biasanya untuk pertama kalinya biasanya berujud manusia dan apabila orang tersebut masih sendiri biasanya minta berhubungan badan dan meminta kamar sendiri tapi kalau menikah harus persetujuan dari silumannya atau iblis/syeton tersebut. Yang terkadang bisa juga mantunya dijadikan tumbal untuk keluarganya atau bisa juga cucunya karena rejekinya bagus tapi ada juga tidak dimatikan tapi diambil rejekinya dibikin apes dalam hidupnya seperti tidak mendapat pekerjaan, usaha gagal, juga dalam jodoh sulit walaupun bisa tapi kehidupannya pas-pasan tidak ada lebihnya selalu kekurangan ya karena tertutup rejekinya kalaupun dibuka tabir rejekinya kita keluarin silumannya baru bisa terlihat tinggal sisa berapa rejekinya yang dari Allah kalau sampai pita tali perjanjiannya dibuka akan kena dampak ke manusia yang melakukan perjanjian tersebut bisa menjadi sakit, apes atau meninggal dunia.

2. Pesugihan kekuburan makam kramat :
apabila manusia tidak kuat dengan imannya biasanya manusia mau melakukan pesugihan untuk mendapatkan kekayaan, kesaktian,dan untuk jabatan politisnya, yang dimana semuanya memakai tumbal juga yang dimana siluman–siluman untuk kekayaan sendiri, untuk kesaktian sendiri,untuk jabatan politis sendiri jadi bebeda-beda walaupun sama ujudnya semua itu tergantung manusia minta apa maunya. kalau kekayaan yang datang biasanya langsung ratunya yang datang karena minta kekayaan dan siluman yang biasanya memberi kekayaan ada juga buaya, ular, macan, kera, babi, buto ijo,buto merah dll kalau untuk kesaktian yang datang biasanya orang-orang soleh yang selalu pakai sorban,bahkan bisa juga mengaku ki sepuh yang linuih bisa mengajarkan kekuatan bisa terbang,bisa tidak terpotong, alias kebal dibacok, bisa menerbangkan orang terbang tahan api dan kalau ilmu kesaktian itu untuk menjadi sakti harus makan pelor bisa 1, 3, dan bahkan 7 lebih tergantung mau kekuatan yang bagaimana Dan terkadang apabila orang tersebut punya anak 5 orang 4 perempuan dan 1 laki-laki akan ditransfer ilmu oleh gurunya kesemua anak-anaknya untuk dijadikan suatu kekuatan dalam ilmu kesaktian apabila mereka bersatu dan nantinya akan diturunkan sampai tujuh turunan yang dimana nanti akan menguasai dunia karena tidak ada yang bisa mengalahkannya kalau tidak ditumbangkan akan mengacaukan kehidupan manusia dari perbuatan orang tersebut.
Maka hati–hati dalam belajar ini siluman bisa merubah watak manusia dan bahkan bisa juga sukma asli dari Allah akan keluarkan beda kalau orang terkena santet dan pasangan dari orang pintar tidak terlalu berdampak besar walaupun nantinya berdampak menjadi sakit badannya dan bisa juga diambil rejekinya dari orang pinter itu untuk kekayaan dan kesaktiannya sendiri.dan ada juga ilmu menyedot uang tapi dengan cara halus bicara seperti orang soleh dan berbuat baik padahal tujuannya untuk menyedot rejeki manusia yang dari Allah tanpa disadari orang tersebut jadi hati- hati dengan orang seperti ini memang susah untuk dicurigai tapi kalau peka perasaannya pasti dapat mengerti dan tahu bahwa orang itu tidak baik. Yang biasa menyedot uang atau rejeki orang silumannya berbentuk anjing pelacak untuk penciuman yang dimana untuk memberi tahu tuannya bahwa disini ada uangnya banyak atau orang tersebut rejekinya banyak ya diambil pelan-pelan terkadang bisa sampai milyaran atau trilyunan jadi apabila uang yang disimpan di box terkunci itu bisa diambil juga kalau sudah begitu sulit untuk kembali uang itu masuk ke boxnya orang tersebut jadi hati-hati itu bukan tuyul lagi tapi sudah yang lebih besarnya. Tapi juga jangan salah babi juga ada yang bisa menyedot seperti babi celeng, babi hutan, tapi kalau babi hanya bisa malam hari kalau siang hari agak kurang kekuatannya untuk menyedot uangnya bahkan barang juga bisa seperti emas,dll. Unsur dari siluman tanah, air, api, kayu, logam seperti ini misalnya ular besi, ular kayu, ular api, ular air dll ada babi api, babi kayu ,babi air, babi besi dll dan ada pula kambing, monyet,macan kucing,buaya,burung unsur ini sama seperti yang disebutkan diatas uraiannya.

Bertanggung jawab mau protes mereka dialam ruh yang tidak dapat dilihat dengan mata ya kalau orang itu bisa melihat alam ruh walaupun bisa melihat terkadang aja bisa tertipu oleh ruh-ruh disana dan mereka hanya bisa tertawa dan merasa senang telah berhasil menjerumuskan umat manusia menjadi sesat. Disini akan diterangkan bagai mana bentuk-bentuk mahluk di alam ruh berupa apa saja yaitu : ada ular, babi, macan buaya, kambing, kucing, tikus, sapi, biawak, kadal, cacing, anjing srigala, kalelawar, kerbau, burung hantu, kuntilanak, kera, kepiting,dll.tetapi mereka tergantung tempat nya apabila di laut ruh mahluk tersebut akan menyerupai penguasa laut selatan yaitu ratu kidul yang dimana di laut sendiri itu ada bermacam–macam rupa kalau jadi manusianya sama dan menyerupai tapi kalau dia berbentuk ujud aslinya tidaklah sama bisa bentuk ular kobra, kepiting,buaya,dll.

Tapi apabila kita kekuburan lain lagi ruh mahluk tersebut bisa menyerupai orang-orang soleh bisa ngaku wali, alim ulama yang soleh, bersorban dan bahkan bisa juga mengaku nabi sekalipun yang dimana manusia berzikir berapa kali dan berpuasa dikuburan tidur dan menginap dikuburan meminta sesuatu kepada ahli kubur lalu didalam mimpinya didatangi bahwa dia adalah salah satu syeh terkemuka dulu hidupnya lalu bilang apa yang kalian inginkan akan terkabul dan janganlah lupa kalian harus berdoa dan berzikir terus nanti akan dapat petunjuk dimana kalian mendapat uang yang terkadang alamat dalam mimpi ambillah uang itu didalam kotak yang tertimbun lama bilang saja sudah ijin saya padahal mereka tidak menyadari bahwa mereka sudah tertipu bahwa belum tentu itu benar dan mereka tidak dapat melihat menyerupai ujud aslinya yaitu macan, kucing, kambing dll.dan terkadang mereka bisa juga berupa seperti malaikat jibril, dan apabila mereka berdoa ditempat rumah khusus untuk berdoa setelah mereka selesai berdoa malam mereka tidur mereka merasa didatengi oleh malaikat jibril, nabi muhammad dan bahkan bisa juga allah dan bisa juga nabi khidir padahal belum tentu yang datang mereka terkadang bisa siluman dan bisa juga iblis/syeton. Terkadang menyuruh untuk berbuat kebaikan memberikan dengan cara sedekah yang dimana siluman,iblis/syeton juga bisa menjanjikan surga dan dihapuskan dosanya yang dimana manusia percaya begitu saja karena merasa bahwa itu benar dari allah dan utusannya tanpa disadari manusia terjebak didalamnya mereka menjadi kaya padahal kaya mereka ambil rejeki orang-orang yang sebenarnya rejekinya bagus dan dimana turunannya yang jaga tinggi secara jasad manusianya tidak bisa berbuat banyak karena mereka minta pada siluman dengan memakai jasad manusia jadi yang bagus bisa jadi apes yang jelek bisa jadi bagus tapi mereka mengambil rejeki tersebut dengan cara orang itu tidak bisa kerja dilecehkan orang tidak dilihat orang semuanya serba tertutup auranya gelap tidak ada cahayanya terkadang dari keluarga sendiri bisa juga yang bikin apes karena kebanyakan dari keluarga sendiri misalnya ada anak bayi bisa juga dibikin ideot bisa juga anak itu jadi tidak pinter dan bisa juga disantet orang lain karena dendam atau sakit hati sehingga kalau tidak kena kepada orang tuanya atau anaknya tapi kalau turunannya tidak tinggi bisa mengakibatkan mati tidak ketahuan sakitnya atau dibikin seakan – akan sakit begitu dioperasi tidak ada misalnya sakit ginjal jantung tumor sakit kepala dll kalau perjanjian di kuburan ada yang 20 th, 40 th, ada yang seumur hidup tapi kalau perjanjian di goa-goa dan digunung gunung juga sama tergantung apa yang diniatkannya mau masalah dagang/ usaha, politik, dll tapi kalau orang itu sudah kaya biasanya tidak pernah puas lalu orang itu melanglang buana keluar negri misalnya ke amerika india afrika mesir untuk mencari ilmu supaya kekuatan diri baik dalam usaha atau dalam politik supaya powernya kuat dan orang-orang percaya kepada orang tersebut. Jadi orang tersebut kelihatan ada daya tarik sehingga orang terpana dan senang aja dengan orang itu karena terlihat santun dan baik padahal dia ada tujuannya dan biasanya orang tersebut menyuruh mata-mata dari goibnya untuk mencari turun yang tinggi untuk diambil rejekinya dan untuk kekuatan power kekuatan politiknya atau untuk usaha dan sayangnya kalau orang itu agama islam dibuatlah dengan berkedok bacaan islam yang diambil dari ayat-ayat entah dari mana yang katanya dari nabi padahal belum tentu dari nabi dan orang itu percaya aja yang dimana bacaan tersebut berbahasa arab tulisan untuk orang-orang yang beragama islam yang dimana pada zaman dulu sudah dikendalikan oleh berhala-berhala dan dimana terkadang tulisan bahasa mantera yang dimana didepan orang terlihat islami padahal hanya pura-pura didepannya supaya orang yakin dengan kesolehannya dan berbuat baik dermawan kepada semua orang yang dimana dilakukan waktu-waktu tertentu dan itu tidak disadari bahwa siluman atau iblis/syeton masuk kedalam badan manusia ikut bermain dengan jasad manusianya dan ruh asli orang tersebut terkadang bisa terganti dan bisa juga ada dipaling belakang jadi yang bermain itu siluman atau iblis/syeton bisa dari dalam negri bisa juga dari luar negri tergantung kekuatan perjanjian dengan luar dan dalam negri dan tergantung juga niatnya apa hanya untuk kekayaan saja atau lebih luas lagi semua itu tergantung dari orang tersebut tapi nantinya janganlah minta surga matinya karena manusia kalau masih ada perjanjian dengan alam ruh harus diselesaikan dulu perjanjiannya karena apabila tidak dilepas manusia tersebut akan jadi pengikut mereka entah dijadikan budak atau jadi apa disana tergantung maunya siluman atau iblis/syeton dan apabila manusia berdoa kepada allah tidak akan pernah sampai tapi sampainya kepada mereka ruh yang dulu mereka minta dan dialah yang akan mengabulkannya sekarang ini banyak sekali manusia menempuh jalan tersebut yang dimana mereka berkedok menjadi alim ulama kyai ustad dll yang dimana mereka tidak mengerti akan ruh tapi mencoba bermain main alam ruh yang dimana siluman atau iblis/syeton bisa menipu mereka yang terkadang siluman menyuruh mereka untuk menjadi kyai dan ustad dengan berdalih untuk membenarkan manusia padahal tujuan ruh siluman tersebut untuk menyesatkan mereka dengan gaya seorang yang arif dan bijaksana sehingga orang percaya dengan kata-katanya padahal manusia tersebut hanya tahu kulitnya saja tidak sampai dasar dari intisari agama jadi janganlah bermain-main ruh kalau tidak akan tesesat kealam yang tidak jelas bagaikan hutan rimba yang terhampar dipadang luas yang tidak dapat dijangkau dengan tangan . Begitu juga kalau manusia tidur dalam tidurnya diberi mimpi tiba-tiba didatangi nabi muhammad,malaikat jibril,nabi khidir , orang soleh yang dimana suka memberi amalan sesuai niat orang itu terkadang untuk kerja atau untuk supaya sukseslah seiring waktu berhasil suatu saat mereka apes karena tidak berhasil apa yang dijalankannya lalu mulailah manusia bertanya-tanya ada apa dengan saya kenapa orang jadi tidak senang melihat saya bukankah saya dapat bacaan itu dari utusan allah kenapa jadi begini padahal yang memberi bacaan tersebut dari siluman-siluman yang menyerupai mereka (nabi,malaikat dll) jadi hati-hati apabila mendapat bacaan dari mimpi belum tentu dari utusan nabi. Maka dari itu manusia diberi akal untuk mengalahkan siluman karena siluman bisa lebih hebat dari kita kalau tidak waspada dari semua itu dan kalau manusia belajar ilmu ghoib bisa akan masuk ruh-ruh yang tidak jelas misalnya berbentuk macan ,kucing, ular,monyet dll dan itu nanti ada dampak kekeluarganya dan bisa bikin apes anak-anaknya yang dimana rejeki anak-anaknya diambil dulu tanpa disadari manusia tersebut dan karena dikendalikan oleh siluman jadi manusia tersebut seperti tidak ada lagi perasaan bagi dia itu hal yang wajar yang dimana nantinya bisa menghancurkan masa depan anaknya dan dampak bagi yang belajar tersebut ruhnya terkadang sudah bukan manusia lagi tapi sudah terganti oleh siluman didalam jasad manusia dan ruh aslinya sudah dibawa oleh siluman tersebut kesebuah kerajaannya yang dimana tergantung yang datang pada manusia pada saat pertama kalinya.jadi maka janganlah belajar ilmu ruh (ghoib) kalau tidak mau tersesat didalamnya misalnya juga pasang kekebalan ,pasang susuk,supaya orang segan dengan mereka (manusia) yang dimana nantinya bisa juga bisa terganti ruhnya pada usia-usia tua bahkan bisa juga masih muda dan dampak kekeluarga juga ada terutama pada anak-anaknya dan bisa juga tuanya bukan malah senang tapi malah susah karena waktu muda sudah hidup senang-senang dulu dan terkadang bisa juga bisa bikin males sholat maunya main perempuan ,hura-hura tidak menentu arah habis tidak jelas setelah tuanya baru menyesal dan baru mau bertobat padahal tidak semudah itu apabila perjanjiannya kalau tidak diputuskan terlebih dahulu tidak akan diterima doanya dan tobatnya perjanjian itu baik melalui dukun atau orang pinter atau dengan meminta sendiri langsung kepada alam ruh baik dari bertapa di goa maupun bersemedi di kuburan akan sulit sampai doanya dan akan sia-sia manusia hidup karena amal didunianya tidak ada walaupun suka menolong orang membangun mesjid tapi niat hatinya tidak baik hasilnya akan tidak baik juga hasilnya nantinya karena dimata allah kosong amalnya didunia menjadi orang baik dan menjadi orang yang lurus tidaklah mudah karena banyak rintangan-rintangan yang ada tapi kalau niat hatinya tulus ikhlas bukan dimulut tapi di hati yang paling dalam disitulah akan mendapat pertolongan dari allah tapi jarang sekali manusia punya niat seperti itu diberi cobaan sudah tidak kuat akhirnya lari ke alam ruh meminta-minta sesuatu supaya tidak dihina oleh orang-orang didekatnya begitu juga kalau belajar ilmu bela diri akan dampak masuk ruh-ruh energi besi dan bisa juga akan membuat bikin apes untuk diri sendiri bisa juga jadi eror dan menggangu rejekinya juga dan rejeki keluarganya dan bisa juga terganti ruhnya dalam ilmu belajar jadi bahaya kalau belajar ilmu bela diri berupa silat atau karateka yang terkadang manusia niat belajar tidak niat unsur untuk kesehatan tapi yang diambil justru ilmu ghoib atau ruh.