Mengenai Saya

Foto saya

Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu dari saya untuk semuanya tanpa terkecuali. Perkenalkan Saya... Dengan Nama asli: Toso Wijaya. D.  Nama Lahir saya: Djaka Tolos. Dan Akrab di panggil Wong Edan Bagu atau WEB dalam dunia Spiritual Laku Ketuhanan. saya lahir di lereng gunung ciremai Cirebon jawa barat. Pada hari Rabu Pon, tgl 13/08/1959, Anak kedua dari empat bersaudara, yang lahir dari kedua orang tua, Bapak Bernama: Matsalim dan Ibu Bernaman Dewi Arimi.  Mulai dari Nenek moyang hingga ke bapak ibu sampai ke saya sendiri. Kami Suka Berspiritual. artinya... suka mempelajari hal-hal yang ga'ib. Tapi bukan sembarang Ghaib, karena Ghaib yang saya pelajari, adalah Ghaib-Nya Dzat Maha Suci Hidup (TUHAN). Bukan yang lain.  Karena itu Sejak usia 9 tahun, saya sudah mempelajari ilmu-ilmu katikjayan, kususnya ilmu kanuragan dan ilmu jaya kawijayan Warisan dari para leluhur saya di telatah tanah pasundan. Sebagai bekal untuk mengembara dalam melacak jejak Dzat Maha Suci yang Gha'ib.  

Dan setelah melalui berbagai macan dan banyak lika liku proses kehidupan. saya berhasil menemukan intisari pati Laku Spiritual Hakikat Hidup yang sebenarnya, dari semua dan segalanya tentang Hidup dan Kehidupan BerTuhan... dan sejak itulah, saya berhenti mengembara dan berpetualang. Lalu menekuni secara Khusus/Istiqomah Laku Spiritual Hakikat Hidup. Yang pelajarannya saya dapatkan, dikala puasa ngebleng di goa singabarong pulau nusa kambangan cilacap jawa tengah,  yaitu,,. Wahyu Panca Laku. Cara untuk Mempraktekan Wahyu Panca Gha'ib, yang hanya mempelajari Hidup dan kehidupan serta Dzat Maha Suci Hidup, bukan yang lainnya... disamping terus belajar dan belajar, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saya... Karena saya tidak suka Neko-neko. Saya membuka Pengobatan dan Konsultasi Alternatif Tradisional, mempraktekan ilmu pengobatan spesialist Stroke. Dengan Cara Terapi Pijat Urut dan Jamu Herbal Ramuan Sendiri. Yang pernah saya Pelajari dari beberapa orang Guru saya... Dan semoga, apa yang saya lakukan ini. bisa dan dapat bermanfaat pada diri saya sendiri dan buat semua saudara-saudari saya tanpa terkecuali..... Itulah sekelumit tentang saya dan mohon maklumnya jika terkesan berlebihan; Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu dari saya untukmu sekalian... _/!\_

Rabu, 20 Juni 2018

Atribut dan Esensial:

Atribut dan Esensial:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di...
Gubug Jenggolo Manik. Pukul: 22:00. Hari Rabu. Tanggal 20 Juni 2018.

Suatu ketika...
Wong Edan Bagu di undang dalam sebuah acara pengajian Akbar di suatu tempat, dalam perjalanan, Wong Edan Bagu kehujanan.

Lalu beristirahat di sebuah rumah makan yang di laluinya, karena lapar, walaupun pakaiannya kumal, akibat kehujanan dan percikan kotoran jalan karena hujan, Wong Edan Bagu tetap masuk untuk membeli makanan, sambil istirahat menunggu hujan reda.

Di meja sebelahnya, ada empat orang yang sedang makan bersama, salah satunya, sebut saja namanya Bakri.

Mengetahui pakaian Wong Edan Bagu yang kumal, Bakri memincingkan sebelah mata, kemudian mengajak teman-teman makannya pindah ke meja lainnya, seakan jijik berdekatan meja makan dengan Wong Edan Bagu.

Setelah selesai makan dan hujan sudah mereda, Wong Edan Bagu melanjutkan perjalanan menuju tempat undangan.

Setibanya di tempat, ternyata Bakri dan ketiga temannya itu, juga merupakan pengunjung acara pengajian Akbar yang mengundang Wong Edan Bagu sebagai penceramah.

Karena baju Wong Edan Bagu sudah berganti, layaknya seorang penceramah, Bakri jadi tidak mengenali Wong Edan Bagu lagi.

Dan ternyata, Bakri ini, adalah seorang pengusaha kaya raya, yang bisnisnya sedang mengalami masalah.

Selesai acara pengajian akbar, Bakri mengajaknya makan bersama Wong Edan Bagu di sebuah Restaurat, karena ia ingin berkonsultasi mengenai usahanya yang mandeg.

Sambil menunggu makanan di hidangkan, Bakri menceritakan masalah demi masalah yang membuat macet usahanya.

Lalu, berkata lah Wong Edan Bagu kepada Bakri;

Tuhan itu, tidak pandang bulu dalam membukakan jalan kemuliaan, ada sebuah hukum yang berlaku dalam pengaturan rizki-Nya.

Mereka yang menghormati semua ciptaan-Nya tanpa pandang bulu,
akan pula dihormati-Nya setiap saat.

Mereka yang selalu berusaha membahagiakan orang lain,
akan pula dibahagiakan oleh-Nya,
dicukupi seluruh kebutuhannya,
tanpa harus merasa miskin karena kondisinya.

Mereka yang menghina hamba-hamba dan semesta-Nya, akan pula dihina-Nya dan direndahkan-Nya.

Mereka yang merasa kuat dan seenaknya terhadap hamba-Nya dan ciptaan lain-Nya, memainkan serangga, mubazir dengan alam, menindas manusia dan hewan,
akan pula ditindas dan ditekan oleh-Nya.

Semakin kita tidak menuntut,
dan pasrah kepada-Nya, menerima keputusan-Nya, mempersilahkan kuasa-Nya, merasakan kenyataan-Nya dan menebar cinta kasih sayang-Nya terhadap apapun dan dimanapun.

Maka semakin kita diberi kemuliaan, kalau tidak sekarang, bisa jadi besok atau lusa.

Semua punya masanya...
Segala punya kadarnya...
Tinggal tunggu waktunya saja.

Hidup kita adalah cermin-Nya. Rasa dan Perasaan serta perkataan dan perbuatan kita.

Jadi bingung dengan rizki karena usaha macet...?!

Lihat saja Hidup kita;

Apakah kita sudah melancarkan rizki orang lain...?!

Apakah kita sudah cukup mensyukuri semua karunia-Nya...?!

Apakah kita sudah cukup memberi arti bagi Hidup orang lain...?!

Rizki kita.
Hidup kita.
Kita sendiri yang menjawab.

Semua dan segalanya berjalan sesuai dengan Hukum dan Aturan Hidup.

Lalu Wong Edan Bagu melepas baju luarnya yang bagus;
Inilah yang kau hargai, bukan saya, karena tadi dengan baju saya yang lain, kau tak ingin berdekatan denganku.

Baju hanyalah atribut, bukan sesuatu yang esensial.

Mungkin kekayaanmu baru atribut,
belum sampai kaya secara esensial, karena mereka yang kaya secara esensial.

Akan selalu menghormati, menghargai dan mensyukuri akan semua pemberian-Nya.

Lalu pergilah Wong Edan Bagu  meninggalkan Bakri si pengusaha kaya yang bengong speechless, tak bisa berkata apa-apa.

"Merenungi atribut dan esensi*

Para Kadhang kinasih-ku sekalian.
Sudahkah Hidup kita menyentuh esensinya...?!

Hidup dengan;
Pasrah kepada-Nya.
Menerima keputusan-Nya. Mempersilahkan kuasa-Nya. Merasakan kenyataan-Nya. Menebar cinta kasih sayang-Nya terhadap apapun dan dimanapun.
*.....?!

Sehingga bisa...
Merasakan kaya dengan apa adanya. Mulia karena selalu memuliakan. Sejahtera karena selalu mensejahterakan.

Karena kaya, mulia dan sejahtera itu, tidak tergantung jumlah harta dan bisnis serta kepandaiannya, melainkan tergantung pada bersihnya hati dan indahnya pikiran serta tentramnya jiwa.

Para Kadhang kinasih-ku sekalian.
Apa hal terkecil hari ini, yang dapat menjadikan kita kaya dan mulia serta sejahtera dari dalam hati dan  pikiran serta jiwa kita...?!

Dan bagaimanakah kita dapat menjaganya lebih baik, setiap harinya sampai akhir Hidup nanti...?!

Itulah Bahan Laku-Nya.
Salam Rahayu Penuh Cinta Kasih Sayangku Untukmu Sekalian Dan
"Selamat_/!\_Selamat_/!\_Selamat" Untuk kita semuanya tanpa terkecuali.
Ttd: Toso Wijaya. D.
Lahir: Cirebon.
Hari: Rabu Pon.
Tanggal: 13 - 08 -1959
Di Gubug Jenggolo Manik.
Alamat:
Jl. Raya Pilangrejo.
Gang. Jenggolo.
Dusun. Ledok Kulon.
Rt/Rw: 004/001.
Ds: Pilangrejo.
Kec: Juwangi.
Kab: Boyolali.
Propinsi: Jawa Tengah.
Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Selasa, 19 Juni 2018

Wejangan Tanpa Tedeng Aling-aling Tentang WPG dan WPL: (Bagian Dua)

Wejangan Tanpa Tedeng Aling-aling Tentang WPG dan WPL:
(Bagian Dua)
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di...
Gubug Jenggolo Manik. Pukul: 12:00. Hari Rabu. Tanggal 20 Juni 2018.

Barang siapa mengenal Wahyu Panca Ghaib, akan mengenal Tuhan-nya.
Kalau bahasa awamnya...
Barang siapa mengenal diri, akan mengenal Rabb-nya.

Mengenal Wahyu Panca Ghaib, berarti mengenal identitas jati dirinya sendiri. Mengenal identitas jati dirinya sendiri, berarti mengenal Rabb-nya/Tuhan-nya, dan di dalam Laku Murni Menuju Suci, saya WEB bertanya;

Sudahkah Anda Mengenal Wahyu Panca Ghaib Anda...?!
Kalau bahasa awamnya...
Sudahkah Anda Mengenal Diri Anda...?!

Para Kadhang Kinasih-ku sekalian.
Hidup inilah jati diri manusia yang sebenarnya, yang sesungguhnya, maksudnya, yang di sebut sebagai Diri di dalam Al-Qitab, yaitu Hidup.

Selain Hidup, wujud/raga manusia dan semua atribut/pirantinya yang indah maupun yang tidak indah, adalah palsu dan sementara, yang pada akhirnya akan rusak dan binasa.

Sekali lagi, diri kita yang sebenarnya, yang sesungguhnya adalah Hidup, bukan wujud/raga  kita yang tampan/cantik ini, wujud/raga kita yang tampan/cantik ini, adalah palsu dan akan rusak.

Hidup inilah yang berkuasa di dunia ini, di dunia ini, tidak ada yang melebihi kuasanya Hidup.

Buktinya;
Kita bisa beragama, berkeyakinan, berkepercayaan, berilmu, berpartai, beribadah, bergolongan,  berkebatinan, berdoa, menyebut nama-nama Tuhan, itu karena kita Hidup, ada Hidup di dalam wujud/raga kita,

Kita bisa itu dan ini, kita tidak bisa itu dan ini, itu karena kita Hidup, karena ada Hidup di dalam wujud/raga kita.

Jika Hidup ini keluar dari wujud/raga kita, sehebat dan sekuat apapun kita, setampan/secantik apapun kita, maka, bangkailah kita, yang akan membusuk dan hancur.

Wahyu Panca Ghaib atau Imam Mahdi atau Ratu Adil atau Satriya Paningit atau Guru Sejati atau Romo atau Hidup ini Suci.

Suci itu bukan bentuk atau warna atau konsep atau apapun.

Suci itu murni/asli tak tercampuri oleh apapun dan tidak bisa di campuri dengan apapun.

Suci itu Rasa. Rasa itu Hidup. Hidup itu Suci. Suci itu murni/asli tak tercampuri oleh apapun dan tidak bisa di campuri dengan apapun.

Suci atau Rasa atau Hidup atau Guru Sejati atau Romo ini, sudah ada sejak awal pertama kali kita di cipta, sebelum ada apapun ada.

Jadi...
Kita tak perlu mencarinya, apa lagi mencarinya keluar diri, cukup di rasakan, di nikmati, di hayati, lalu di ikuti dengan sadar, pasti bisa menyadari bahwa tidak selembar daunpun yang jatuh ke bumi ini tanpa kehendak-Nya, dan hanya kehendak-Nya lah yang benar-benar terjadi.

Sebab karena itu, bersaksilah/bersyahadatlah, agar supaya kita tidak tersesat, tidak sakit, tidak kecewa, tidak rugi, tidak capek, tidak gagal, tidak jenuh, tidak gelisah, tidak ragu, tidak takut, tidak bingung, tidak berhayal dan tidak ikut campur urusan-Nya.

SELESAI.
Salam Rahayu Penuh Cinta Kasih Sayangku Untukmu Sekalian Dan
"Selamat_/!\_Selamat_/!\_Selamat" Untuk kita semuanya tanpa terkecuali.
Ttd: Toso Wijaya. D.
Lahir: Cirebon.
Hari: Rabu Pon.
Tanggal: 13 - 08 -1959
Di Gubug Jenggolo Manik.
Alamat:
Jl. Raya Pilangrejo.
Gang. Jenggolo.
Dusun. Ledok Kulon.
Rt/Rw: 004/001.
Ds: Pilangrejo.
Kec: Juwangi.
Kab: Boyolali.
Propinsi: Jawa Tengah.
Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya

Senin, 18 Juni 2018

Wejangan Tanpa Tedeng Aling-aling Tentang WPG dan WPL: (Bagian Satu)

Wejangan Tanpa Tedeng Aling-aling Tentang WPG dan WPL:
(Bagian Satu)
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan. Di...
Gubug Jenggolo Manik. Pukul: 15:25. Hari Senin. Tanggal 18 Juni 2018.

Barang siapa mengenal Wahyu Panca Ghaib, akan mengenal Tuhan-nya.
Kalau bahasa awamnya...
Barang siapa mengenal diri, akan mengenal Rabb-nya.

Mengenal Wahyu Panca Ghaib, berarti mengenal identitas jati dirinya sendiri. Mengenal identitas jati dirinya sendiri, berarti mengenal Rabb-nya/Tuhan-nya, dan di dalam Laku Murni Menuju Suci, saya WEB bertanya;

Sudahkah Anda Mengenal Wahyu Panca Ghaib Anda...?!
Kalau bahasa awamnya...
Sudahkah Anda Mengenal Diri Anda...?!

Para Kadhang Kinasih-ku sekalian.
Dari sekian banyak kabar/informasi yang sudah saya sampaikan melalui Artikel dan Vidio di internet, mengenai Wahyu Panca Ghaib yang di Ibadahkan dengan Wahyu Panca Laku atau Taubat Iman, yang arti maksud simpelnya/singkatnya adalah Laku Murni Menuju Suci.

Intinya Tak lain dan tak bukan Adalah;
Sedulur Papat Kalima Pancernya kita sendiri, isi dari wujud/raganya kita sendiri, yang selama ini, menjadikan kita bisa itu dan ini, namun kita abaikan begitu saja dan kita anggap tidak penting serta bukan yang utama.

Dan istilah Manunggaling Kawula Gusti itu, yang di lantunkan dalam Kidung Wahyu Kalaseba Adalah;

Manunggaling Sedulur Papat Kalima Pancer atau Empat Anasir dan Hidup. Kawula atau Empat Anasir itu Sedulur Papat, dan Gusti atau Hidup itu Pancernya.

Manunggaling Kawula Gusti atau Manunggaling Empat Anasir dan Hidup atau Manunggaling Sedulur Papat Kalima Pancer atau Wahyu Panca Ghaib inilah yang di sebut Hidup.

Yang menjadi isi wujud/raga kita, identitas jati diri kita yang sebenarnya, yang selama ini menghidupi dan menghidupkan wujud/raga berserta semua atribut kita, sehingganya kita bisa itu dan ini.

Hidup ini, ada di dalam diri kita sendiri, bukan di luar diri kita, dan Hidup kita sendiri inilah, yang selama ini di sebut-sebut, sebagai Imam Mahdi atau Ratu Adil atau Satriya Paningit atau Guru Sejati  atau Romo.

Dengan uraian diatas, berarti setiap manusia, tidak peduli apapun agamanya dan latar belakangnya, di sadari atau tidak di sadari, di sukai atau tidak di sukai, mau atau tidak mau, sebenarnya/sesungguhnya;

Memiliki Imam Mahdi sendiri-sendiri atau Ratu Adil sendiri-sendiri atau Satriya Paningit sendiri-sendiri atau Guru Sejati sendiri-sendiri atau Romo sendiri-sendiri atau Hidup sendiri-sendiri.

Jadi...
Tinggal manusianya sendiri;
Mau berTaubat lalu berIman apa tidak...?!

Kalau Mau berTaubat lalu berIman, pasti akan sadar diri, karena sadar diri, pasti bisa menyadari, bahwa di dalam dirinya itu, ada Imam Mahdi atau Ratu Adil atau Satriya Paningit atau Guru Sejati atau Romo atau Hidup.

Nah...
Dengan kesadaran inilah, manusia bisa mengenalnya secara nyata,  adanya Imam Mahdi atau Ratu Adil atau Satriya Paningit atau Guru Sejati atau Romo atau Hidup yang bersemayam di dalam dirinya,

Sehingganya bisa merasakannya,  menikmatinya, menghayatinya dan mengikutinya dengan sadar, tanpa tekanan dan paksaan apapun.

Karena sudah mengenalnya "jadi"
mengerti dan memahami serta  mengetahui. Bahwa;

Imam Mahdi atau Ratu Adil atau Satriya Paningit atau Guru Sejati atau Romo atau Hidup ini, yang ada di dalam dirinya itu, melampaui semuanya dan segalanya yang ada di dunia ini, termasuk anak istri/suami.

Dengan penjelasan diatas, hal ini jadi sangat mudah di mengerti dan di pahami serta di ketahui kan...

Bahwasannya;
Kalau masih ada yang dianggap lebih penting dan utama di banding
Imam Mahdi atau Ratu Adil atau Satriya Paningit atau Guru Sejati atau Romo atau Hidup nya sendiri ini, berati belum mengenal identitas diri sejati nya sendiri, belum mengenal Wahyu Panca Ghaib nya sendiri.

Karena belum mengenal diri sejatinya, belum mengenal Wahyu Panca Ghaibnya, yang artinya belum mengenal Rabb-nya/Tuhan-nya;  Sudah pasti...
Istri atau Suami, itu lebih penting dan lebih utama, daripada Wahyu Panca Ghaib.

Sebab belum mengenal diri sejatinya, belum mengenal Wahyu Panca Ghaibnya, yang artinya belum mengenal Rabb-nya/Tuhan-nya;
Sudah pasti...
Anak, itu lebih penting dan utama, daripada Kadhang.

Sebab Karena belum mengenal diri sejatinya, belum mengenal Wahyu Panca Ghaibnya, yang artinya belum mengenal Rabb-nya/Tuhan-nya;
Sudah pasti...
Kesibukan urusan duniawi, itu jauh lebih penting dan utama, dari pada keKadhangan.

Kalau masih asyik disitu dan tidak mau segera berTaubat dan berIman.

Sebab karena belum mengenal diri sejatinya, belum mengenal Wahyu Panca Ghaibnya, yang artinya belum mengenal Rabb-nya/Tuhan-nya "maka" bersiaplah untuk selalu menderita sebab akibat dari hancurnya kepalsuan yang dianggap penting dan utama itu.

Sudahkah Anda Mengenal Wahyu Panca Ghaib Anda...?!
(Wejangan Tanpa Tedeng Aling-aling)

Barang siapa mengenal Wahyu Panca Ghaib, akan mengenal Tuhan-nya.
Kalau bahasa awamnya...
Barang siapa mengenal diri, akan mengenal Rabb-nya.

Mengenal Wahyu Panca Ghaib, berarti mengenal identitas jati dirinya sendiri. Mengenal identitas jati dirinya sendiri, berarti mengenal Rabb-nya/Tuhan-nya, dan di dalam Laku Murni Menuju Suci, saya WEB bertanya;

Sudahkah Anda Mengenal Wahyu Panca Ghaib Anda...?!
Kalau bahasa awamnya...
Sudahkah Anda Mengenal Diri Anda...?!

Para Kadhang Kinasih-ku sekalian.
Dari sekian banyak kabar yang sudah saya sampaikan melalui Artikel dan Vidio di internet, mengenai Wahyu Panca Ghaib yang di Ibadahkan dengan Wahyu Panca Laku atau Taubat Iman, yang arti maksud simpelnya/singkatnya adalah Laku Murni Menuju Suci.

Tak lain dan tak bukan Adalah;
Sedulur Papat Kalima Pancernya kita sendiri, isi dari wujud/raganya kita sendiri, yang selama ini, menjadikan kita bisa itu dan ini, namun kita abaikan begitu saja dan kita anggap tidak penting serta bukan yang utama.

Dan istilah Manunggaling Kawula Gusti itu. Adalah;

Manunggaling Sedulur Papat Kalima Pancer atau Empat Anasir dan Hidup. Kawula atau Empat Anasir itu Sedulur Papat, dan Gusti atau Hidup itu Pancernya.

Manunggaling Kawula Gusti atau Manunggaling Empat Anasir dan Hidup atau Manunggaling Sedulur Papat Kalima Pancer atau Wahyu Panca Ghaib inilah yang di sebut Hidup.

Yang menjadi isi wujud/raga kita, identitas jati diri kita yang sebenarnya, yang selama ini menghidupi dan menghidupkan wujud/raga berserta semua atribut kita, sehingganya kita bisa itu dan ini.

Hidup ini, ada di dalam diri kita sendiri, bukan di luar diri kita, dan Hidup kita sendiri inilah, yang selama ini di sebut-sebut, sebagai Imam Mahdi atau Ratu Adil atau Satriya Paningit atau Guru Sejati  atau Romo.

Dengan uraian diatas, berarti setiap manusia, tidak peduli apapun agamanya dan latar belakangnya, di sadari atau tidak di sadari, di sukai atau tidak di sukai, mau atau tidak mau, sebenarnya/sesungguhnya;

Memiliki Imam Mahdi sendiri-sendiri atau Ratu Adil sendiri-sendiri atau Satriya Paningit sendiri-sendiri atau Guru Sejati sendiri-sendiri atau Romo sendiri-sendiri atau Hidup sendiri-sendiri.

Jadi...
Tinggal manusianya sendiri;
Mau berTaubat lalu berIman apa tidak...?!

Kalau Mau berTaubat lalu berIman, pasti akan sadar diri, karena sadar diri, pasti bisa menyadari, bahwa di dalam dirinya itu, ada Imam Mahdi atau Ratu Adil atau Satriya Paningit atau Guru Sejati atau Romo atau Hidup.

Nah...
Dengan kesadaran inilah, manusia bisa mengenalnya secara nyata,  adanya Imam Mahdi atau Ratu Adil atau Satriya Paningit atau Guru Sejati atau Romo atau Hidup yang bersemayam di dalam dirinya,

Sehingganya bisa merasakannya,  menikmatinya, menghayatinya dan mengikutinya dengan sadar, tanpa tekanan dan paksaan apapun.

Karena sudah mengenalnya "jadi"
mengerti dan memahami serta  mengetahui. Bahwa;

Imam Mahdi atau Ratu Adil atau Satriya Paningit atau Guru Sejati atau Romo atau Hidup ini, yang ada di dalam dirinya itu, melampaui semuanya dan segalanya yang ada di dunia ini, termasuk anak istri/suami.

Dengan penjelasan diatas, hal ini jadi sangat mudah di mengerti dan di pahami serta di ketahui kan...

Bahwasannya;
Kalau masih ada yang dianggap lebih penting dan utama di banding
Imam Mahdi atau Ratu Adil atau Satriya Paningit atau Guru Sejati atau Romo atau Hidup nya sendiri ini, berati belum mengenal identitas diri sejati nya sendiri, belum mengenal Wahyu Panca Ghaib nya sendiri.

Karena belum mengenal diri sejatinya, belum mengenal Wahyu Panca Ghaibnya, yang artinya belum mengenal Rabb-nya/Tuhan-nya;  Sudah pasti...
Istri atau Suami, itu lebih penting dan lebih utama, daripada Wahyu Panca Ghaib.

Sebab belum mengenal diri sejatinya, belum mengenal Wahyu Panca Ghaibnya, yang artinya belum mengenal Rabb-nya/Tuhan-nya;
Sudah pasti...
Anak, itu lebih penting dan utama, daripada Kadhang.

Sebab Karena belum mengenal diri sejatinya, belum mengenal Wahyu Panca Ghaibnya, yang artinya belum mengenal Rabb-nya/Tuhan-nya;
Sudah pasti...
Kesibukan urusan duniawi, itu jauh lebih penting dan utama, dari pada keKadhangan.

Kalau masih asyik disitu dan tidak mau segera berTaubat dan berIman.

Sebab karena belum mengenal diri sejatinya, belum mengenal Wahyu Panca Ghaibnya, yang artinya belum mengenal Rabb-nya/Tuhan-nya "maka" bersiaplah untuk selalu menderita sebab akibat dari hancurnya kepalsuan yang dianggap penting dan utama itu.

Bagi yang segera mau berTaubat lalu berIman "berbahagialah" karena Urip wes Mijil-Hidup sudah hadir untukmu, jadi, tak perli bersusah paham mencarinya, tinggal merasakannya,  menikmatinya, menghayatinya dan mengikutinya "Hidup" akan menuntun kita, kemana pun arah yang hendak kita tuju dengan benar-benar tepat dan nyata-nyata benar.

"BERSAMBUNG KE BAGIAN DUA"
Salam Rahayu Penuh Cinta Kasih Sayangku Untukmu Sekalian Dan
"Selamat_/!\_Selamat_/!\_Selamat" Untuk kita semuanya tanpa terkecuali.
Ttd: Toso Wijaya. D.
Lahir: Cirebon.
Hari: Rabu Pon.
Tanggal: 13 - 08 -1959
Di Gubug Jenggolo Manik.
Alamat:
Jl. Raya Pilangrejo.
Gang. Jenggolo.
Dusun. Ledok Kulon.
Rt/Rw: 004/001.
Ds: Pilangrejo.
Kec: Juwangi.
Kab: Boyolali.
Propinsi: Jawa Tengah.
Indonesia 57391.
Email: webdjakatolos@gmail.com
Telephon/SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM: DACB5DC3”
Twitter: @EdanBagu
Blogg: www.wongedanbagu.com
Wordpress: http:// putraramasejati.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/tosowidjaya